NOW READING

Mi Notebook Pro, Jurus Xiaomi Ganggu Apple

 1405
+
 1405

Mi Notebook Pro, Jurus Xiaomi Ganggu Apple

by The Daily Oktagon
  • Punya nama beken sebagai produsen smartphone, Xiaomi mulai mencoba garap pasar notebook
  • Setelah merilis Mi Notebook Air tahun lalu, belum lama ini Xiaomi kembali merilis Mi Notebook Pro
  • Notebook ini diproyeksikan untuk mengganggu kehadiran MacBook Pro, atau setidaknya sebagai pilihan alternatif dengan OS Windows

Mungkin kita masih bisa mengingat ketika awal-awal Xiaomi merilis smartphone Mi series, banyak kalangan yang menilai desainnya mengikuti iPhone. Dan kejadian serupa kembali terulang, kali ini untuk perangkat notebook.

Setelah memperkenalkan Mi Notebook Air tahun 2016 lalu, di tahun ini Xiaomi kembali menelurkan notebook “kembaran” MacBook, yakni Mi Notebook Pro. Peruntukan atau klasifikasinya pun mirip seperti MacBook Air dan MacBook Pro, dimana Mi Notebook Air untuk penggunaan ringan dan Mi Notebook Pro untuk penggunaan berat.

Mirip Nama dan Bentuk

Bukan cuma nama dan target market-nya saja yang mirip. Desain Mi Notebook Pro juga sangat identik dengan MacBook Pro. Jujur saja harus kami akui kalau Xiaomi tidak asal tiru sembarangan.

Xiaomi berhasil menciptakan notebook yang solid dan terasa premium, tidak kalah dari MacBook Pro. Material Mi Notebook Pro didominasi aluminium berwarna abu-abu yang terlihat netral.

Karena diciptakan untuk kebutuhan komputasi yang lebih tinggi, Mi Notebook Pro hadir dengan layar 15,6 inci. Pada penggunaan harian, dimensi layar ini memang terasa pas, baik untuk browsing, streaming video, hingga editing foto dan video. Jadi layarnya masih lumayan besar tapi bobotnya tetap terjaga.

Keyboard Lebih Nyaman dari MacBook Pro

Sebelum menjajal Mi Notebook Pro, kami sudah lebih dulu menggunakan MacBook Pro 2017 selama kurang lebih enam bulan. Di balik kemiripan desainnya, ada dua hal mutlak yang menjadi pembeda.

Dan harus kami akui kalau dua hal ini berhasil membuat Mi Notebook Pro mengungguli MacBook Pro. Kedua hal yang dimaksud adalah keyboard dan port. Mari kita bahas keyboard-nya lebih dulu.

Kalau MacBook Pro punya keyboard yang ceper (rendah), keyboard Mi Notebook Pro justru tergolong tinggi. Nah hal inilah yang berhasil ciptakan rasa nyaman dan presisi ketika mengetik. Kemungkinan untuk typo saat mengetik juga jadi lebih kecil.

Selanjutnya soal port, Mi Notebook Pro unggul mutlak karena membawa dua port USB C, dua port USB 3.0, satu port HDMI, dan satu slot SD card. Jadi total ada enam port yang tersedia. Jumlah ini lebih banyak dari MacBook Pro yang hanya punya tiga port USB C.

Simak juga laptop terbaru Dell yang cocok untuk bisnis maupun eksis di sini.

Layar Tidak Terlalu Wah

Layar Mi Notebook Pro yang berdimensi 15,6 inci ternyata hanya mengusung resolusi Full HD saja. Tidak buruk memang. Tapi tentu saja agak nanggung karena mayoritas notebook kelas atas keluaran 2017 rata-rata sudah mengadopsi resolusi 2K.

Ya jadi di sinilah letak kekalahan Mi Notebook Pro dibanding MacBook Pro 2017. Selain resolusi yang lebih rendah, tingkat akurasi warnanya juga tidak sebaik layar MacBook Pro. Jadi untuk menonton video, layar Mi Notebook Pro terasa oke. Sebaliknya masih kurang optimal untuk editing foto dan video.

Performa Memuaskan

Kalau layar Mi Notebook Pro kurang optimal untuk editing, tidak begitu dengan performanya. Berbekal dua versi prosesor, yakni Intel Core i5-8250U dan Core i7-8550U, di atas kertas kemampuan komputasinya adalah salah satu yang tercepat saat ini di kelas CPU mobile.

Pasalnya kedua prosesor tersebut adalah varian terbaru Intel generasi ke-8 (Coffee Lake) yang setingkat di atas MacBook Pro 2017. Prosesor tersebut disokong RAM 8 GB, SSD 256, dan GPU NVIDIA GeForce MX150 2 GB.

Dengan begitu Anda boleh memacu performanya untuk me-render video dengan resolusi Full HD atau bahkan 4K, khususnya bagi Anda yang memiliki channel YouTube pribadi.

Baca di sini untuk ulasan Microsoft surface Laptop yang tampil premium.

Harga Tinggi

Selama ini kita mengenal Xiaomi sebagai produsen gadget yang identik dengan harga murah. Tapi entah mengapa hal itu tidak berlaku untuk lini produk notebook Xiaomi. Alih-alih dibanderol di bawah Rp10 juta, Mi Notebook Pro malah dijual mulai Rp 11 jutaan di Cina.

Ini berarti kita harus menyiapkan dana lebih jika ingin memboyong notebook ini ke Indonesia karena tambahan pajak. Bahkan untuk versi tertingginya dengan RAM 16 GB, harganya mencapai Rp 16 juta. Jadi bukan tidak mungkin jika masuk ke Indonesia, harganya bisa melambung hingga nyaris Rp 20 juta.

Jadi kalau sudah begini, Mi Notebook Pro yang ditawarkan Xiaomi bakal menemui banyak lawan berat. Bukan hanya MacBook Pro itu sendiri, tapi juga produsen lain seperti ASUS atau HP. Akankah Mi Notebook Pro dapat mengatasinya?

0 comments