NOW READING

Merangkai Cerita via Foto Bersama Misbachul Munir

 1984
+
 1984

Merangkai Cerita via Foto Bersama Misbachul Munir

by The Daily Oktagon

Oleh: Agung Rusmana

Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa gambar bermakna seribu kata. Sayangnya, dalam fotografi, ada objek yang ceritanya sulit diabadikan hanya dalam sekali jepret. Perlu ada rangkaian frame yang membentuk cerita mendalam dan bertutur agar cerita bisa disampaikan dengan utuh. Pada situasi seperti itu, teknik andalan fotografer adalah foto esai.

Foto esai atau photostory adalah satu set foto atau foto berseri yang ditujukan untuk menerangkan cerita maupun memancing emosi audiens. Di Indonesia, foto esai sudah sangat dikenal dan banyak dilakoni para fotografer. Hanya saja sebagian orang mungkin masih ragu untuk memulai karena bimbang pada definisi foto esai yang sebenarnya.

Untuk menjawab keraguan itu, Oktagon menyelenggarakan workshop dengan tema “How to Create Your Story with Photos” yang menampilkan Misbachul Munir sebagai pembicara. Acara ini diadakan di Oktagon, Gunung Sahari, Jakarta Utara, Sabtu (13/6).

Regular_Image_6

Dengan pembawaan yang santai, Misbachul, fotografer sekaligus juri Canon Photomaraton, membagi tips dan trik bagaimana cara membuat foto esai yang baik. Mulai dari melakukan riset, mencari tahu berbagai hal yang berkaitan dengan objek foto, hingga persiapan sebelum dan saat eksekusi foto. Dalam kesempatan tersebut, Misbachul mengutarakan satu pedoman yang selalu ia junjung dalam memotret objek.

“Memotret foto esai itu tidak gampang, tapi saya tidak pernah melakukan setting sedikitpun. Kalau saya sedang juri foto dan ada foto setting-an, itu adalah foto pertama yang saya sisihkan. Saya selalu berusaha membuat foto yang bagus, bukan nyetting bagus,” ujar Misbachul menjawab pertanyaan peserta workshop seputar mengatur atau menata objek dalam foto esai.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam membuat foto esai, fotografer harus memiliki kemauan untuk mengasah kemampuannya dalam menulis dan membuat caption. Dengan begitu, pesan yang disampaikan dalam rangkaian foto menjadi semakin kuat dan diterima baik oleh penikmatnya.

Regular_Image_4

Menurut Misbachul, pada foto esai, fotografer seharusnya sudah tidak lagi bicara seputar teknis: diagframa, speed, atau ISO, melainkan mulai melihat objek sebagai sebuah konten dan bahan cerita yang harus diolah dengan baik. Ia juga menjelaskan hal yang perlu diperhatikan saat memotret objek manusia.

“Sebaiknya fotografer cerdas dalam mengenali sikap obyek pada menit-menit pertama. Jika objek merasa nyaman, lanjutkan. Jika tidak, kita punya pilihan untuk memotretnya dari jauh atau ganti objek lain,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Misbachul juga menjelaskan bagaimana cara membuat foto-foto yang diambil menjadi komersil. Mulai dari menjadikannya bahan acuan penulisan tutorial, menjualnya kepada redaksi, hingga hal-hal strategis lain yang selama ini ia jalani sebagai fotografer.

*) Workshop ini merupakan salah satu bagian dari seri yang menjadi agenda reguler Oktagon. Untuk informasi terkini tentang jadwal workshop, bisa mengunjungi www.oktagon.co.id.

0 comments