NOW READING

Menuju Masa Depan Smarthome yang Lebih ‘Manusiawi’

 1765
+
 1765

Menuju Masa Depan Smarthome yang Lebih ‘Manusiawi’

by The Daily Oktagon

Apa yang Anda bayangkan tentang smarthome di masa depan? Berbagai sistem mekanis atau robot yang terbuat dari baja, yang bakal melayani beragam kebutuhan? Bila melihat perkembangan terkini dari produk-produk teknologi yang bakal mendukung terciptanya sebuah smarthome, rasanya jawabannya bukan itu.

Hanya sedikit orang yang mungkin nyaman dengan kulkas yang bisa diajak berbincang tentang menu masakan hari ini. Namun, sebagian besar orang mungkin tertarik menggunakan kulkas yang dapat memberikan notifikasi jika persediaan sayur sudah mau habis.

Para produsen teknologi sepertinya sudah sadar, bahwa kebutuhan pengguna akan smarthome lebih pada kumpulan produk teknologi canggih yang secara umum membantu mempermudah berbagai urusan yang kita kerjakan sehari-hari.

Di ajang Consumer Electronic Show yang berlangsung awal tahun ini misalnya, ada tren yang berbeda dibandingkan dengan beberapa CES sebelumnya. Para perusahaan mulai mengurangi usahanya untuk membuat platform atau ekosistem teknologi, dan beralih dengan menggencarkan produk-produk smarthome masa depan yang lebih spesifik, yang juga dekat dengan keseharian manusia.

Ada beberapa jenis produk smarthome dengan sentuhan humanis yang ditengarai bakal bermunculan di masa depan. Kali ini, The Daily Oktagon ingin mengajak Anda untuk menuju masa depan smarthome yang lebih ‘manusiawi’. Langsung saja simak ulasannya.

shutterstock_316023347

Anda pasti suka artikel menarik berikut, Realisasi Smarthome yang Semakin Nyata di Era Internet of Things

  • Keamanan Sidik Jari

Jika selama ini produk keamanan rumah dapat dikontrol melalui aplikasi ponsel seperti smartlock dari August, maka sentuhan humanis lewat biometrik sudah dilirik berbagai pihak. Goodix Technology bahkan mendapat dua 2016 CES Innovation Awards sebagai ganjaran mengembangkan produk ini. secara spesifik, perusahaan asal Cina ini mengembangkan teknologi touchscreen yang memungkinkan pindai sidik lewat teknologi biometrik.

  • Tumbuhan “Pintar”

Bukan berarti tumbuhan akan tumbuh sendiri, atau ada mekanisme robot yang bakal menjadi tukang kebun, melainkan produk teknologi sensor yang ditanamkan dekat tumbuhan, yang dapat memonitor tingkat kelembapan maupun sinar matahari yang didapat tumbuhan, kemudian meneruskan data tersebut lewat aplikasi smartphone. Produsen Edyn menjadi salah satu yang sudah mengembangkan produk ini.

edyn-smart-garden-sensor

  • Tidur Semakin Lelap

Ruang tidur akan tambah nyaman dengan bantuan beberapa produk. Ketenangan psikologi lewat hadirnya akuarium ikan misalnya dapat terjaga lewat produk littleBits yang bisa memberi makan ikan peliharaan lewat teknologi jarak jauh.

4.Withings_Aura_relax

Atau Withings Aura untuk diletakkan di samping tempat tidur, sebuah perangkat dengan desain yang cukup gaya untuk mengukur dan meningkatkan kualitas tidur. Sementara itu lewat persaingan teknologi termostat pintar, di masa datang suhu ruangan akan lebih mudah pengaturannya. Google Nest misalnya mendapatkan pesaing Côr Thermostat oleh Carrier, yang juga pemain lama dalam teknologi sistem HVAC (heating, ventilating, and air conditioning).

  • “Ibu” yang Sigap

Dedikasi seorang ibu lekat dengan bergulirnya kehidupan rumah yang baik. Perkembangan produk smarthome masa depan tentu bukan ingin menggantikan peran ibu, atau bahkan mendatangkan sosok robot asisten rumah tangga, namun memastikan semua kebiasaan atau ketentuan dapat berjalan dengan konsisten.

MOTHER_motion_cookie_medication

Mother misalnya; alat sensor berbentuk seperti kue kecil ini dapat ditempelkan di berbagai alat rumah tangga mulai dari tempat obat hingga sikat gigi, sehingga dapat memberikan data ke mobile device, tentang keteraturan minum obat atau aktivitas anak menggosok gigi.

Perkembangan smarthome di masa depan tentu masih sangat dinamis dan bisa pula menimbulkan pro kontra. Terlebih dengan pilihan teknologi yang bakal diterapkan para perusahaan.

Pendiri dan Chief Executive Officer Facebook, Mark Zuckerberg, sudah menulis tantangan pribadinya di 2016 dengan membangun sebuah AI (artificial intelligence) sederhana untuk “menjalankan” rumah dan membantunya dalam pekerjaan. ”Anda dapat menganggapnya seperti Jarvis di Iron Man,” begitu tulis Mark lewat media sosial.

Persoalan platform atau produk yang bakal mendominasi di masa datang pun akan tetap menjadi perdebatan panas. Sebuah laporan terbaru oleh VisionMobile menyatakan perkembangan platform akan menjadi faktor penentu dan pengembang aplikasi masih akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa fungsi tetap menjadi alasan utama untuk investasi.

Di luar perdebatan itu, pada tahun 2022 diperkirakan sebuah rumah rata-rata akan memiliki sebanyak 500 perangkat pintar, mulai dari yang berbentuk sederhana seperti remote control hingga mobil ramah lingkungan yang dapat memarkir sendiri. Akankah angka besar itu benar-benar akan tercapai? Kita tunggu saja ya.

Artikel ini juga wajib Anda simak, Persaingan Smarthome di 2016, Mana yang Terbaik?