NOW READING

Menjadi Teknopreneur ala Microsoft di Era Digital

 1408
+
 1408

Menjadi Teknopreneur ala Microsoft di Era Digital

by The Daily Oktagon

Menjadi tenknopreneur atau melakukan inovasi lewat teknologi tentu bukan hal mudah. Namun, bukan berarti mustahil. Ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan inovasi yang sudah diimpikan.

The Daily Oktagon kali ini mengajak Anda untuk menjadi teknopreneur ala Microsoft di era digital. Raksasa software asal Amerika Serikat ini secara konsisten mengajak anak muda untuk berkaya. Simak ulasan berikut.

“Kami ingin mengembangkan sebuah sistem terintegrasi untuk menjawab permasalahan tuberkulosis (TB) yang kami beri nama TB DeCare (Tuberculosis Detect and Care). Pertama, integrasi dengan alat pendeteksi otomatis menggunakan pengelolaan citra digital (digital image processing) dari sputum (dahak) pasien. Kedua, agar alat pendeteksi TB dapat terjangkau di derah-daerah terpencil, maka kami mengembangkan mikroskop portable dengan menggunakan ponsel”.

Itulah salah satu presentasi yang disampaikan salah satu peserta dalam ajang Microsoft Imagine Cup 2016, yang berlangsung di @America, Pacific Place Jakarta pada 6 April. Selama 10 menit, grup peserta bernama Garuda45 ini harus meyakinkan para juri yang berada di depannya, bahwa aplikasi TB DeCare yang mereka ciptakan merupakan terobosan teknologi yang jitu.

Microsoft Imagine Cup tahun ini merupakan kali ke-6 acara ini diselenggarakan. Acara ini menurut pihak Microsoft Indonesia merupakan dukungan pihaknya kepada generasi muda dalam mewujudkan ide aplikasi bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ini program tahunan, untuk menghasilkan pelaku start up technopreneurship Indonesia,” ujar Andreas Diantoro, Presiden Direktur Microsoft Indonesia.

andreas_diantoro_president_director_microsoft_indonesia Andreas Diantoro – Presiden Direktur Microsoft Indonesia

Andreas kemudian membeberkan bahwa data penetrasi Internet di Indonesia sudah mencapai 88 juta orang, dengan 79 juta diantarannya sudah menggunakan media sosial. Sementara jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sangat hebat 58 juta yang berkontribusi pada Gross Domestic Product (GDP) Indonesia hingga 59 persen.

“Itu jadi pasar besar bagi kami untuk berkiprah, sekaligus membantu program pemerintah untuk menghasilkan 1000 teknoprenuer di 2020”, kata Andreas. Untuk mendukung menghasilkan teknopreneur itu pula, Microsoft Indonesia pada tahun ini khusus menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra.

Lebih lanjut Andreas menyatakan, pola berpikir generasi muda kini telah semakin kreatif dan solutif, yang merupakan dua fondasi kuat untuk menjadi entrepreneur masa depan. Ditambah dengan penguasaan teknologi di era yang serba digital, kami yakin kelak generasi muda pun dapat menjadi technopreneur handal yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,” ucap dia.

Baca artikel menarik berikut, Kesempatan Berbisnis Melalui Internet of Things

Acara tahun ini diikuti 9 tim developer muda dari 118 proyek yang terkumpul pada tahap seleksi awal yang bersaing ketat untuk membuktikan kehebatan berbagai aplikasi ciptaan yang terbagi dalam tiga kategori yaitu, Games, Innovation, dan World Citizenship. Kemudian hanya tiga tim developer muda terbaik yang berhak mewakili Indonesia di semifinal Imagine Cup 2016 tingkat dunia.

Jumlah 118 proyek yang masuk pada tahun ini sendiri merupakan rekor tersendiri. “Tahun ini bahkan sudah ada yang sekolah S3 tapi ikut kompetisi. Sementara juara tahun lalu juga mengirimkan adik-adik universitasnya,” ujar Andreas.

suasana_presentasiSuasana presentasi salah seorang peserta

Microsoft Indonesia sendiri menilai tingginya animo peserta menjadi parameter kompetisi yang mereka adakan terus membuktikan bahwa aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh para developer muda dapat menghadirkan solusi nyata bermanfaat yang mampu menangani berbagai tantangan masyarakat saat ini. “Oleh karena itu, kami coba terus membina dan mendukung para developer muda di Indonesia melalui ajang ini agar dapat meningkatkan kapasitas diri serta jiwa kewirausahaan mereka,” ujar Anthonius Henricus, Developer Experience and Evangelism Director, Microsoft Indonesia.

Aplikasi-aplikasi yang ditampilkan pada Imagine Cup 2016 begitu beragam. Mulai dari aplikasi IMS+ yang mampu memonitor pasien rawat inap rumah sakit dengan mendeteksi cairan infus dan mengingatkan jadwal minum obat, kemudian aplikasi Froggy the Pesticide, sebuah game interaktif yang mengajarkan pengguna tentang bahaya pestisida dan manfaat biopestisida, hingga aplikasi TaniHub, sebuah platform e-commerce yang memudahkan para pengguna untuk berbelanja sayur dan buah-buahan segar dengan menghubungkan pengguna langsung kepada para petani.

Penyelenggaraan Imagine Cup sebelumnya sendiri sudah menelurkan beberapa contoh finalis sekaligus alumnus yang sukses mengembangkan aplikasi mereka. CAKRA yang merupakan pemenang Imagine Cup Indonesia 2014 kategori world citizenship misalnya, sukses mengembangkan aplikasi terapi autis dengan teknologi interaktif. “Aplikasi ini telah digunakan oleh kurang lebih 2.000 pengguna yang berasal dari 78 kota di Indonesia dan 6 negara lainnya,” ungkap Nurul Ummah, perwakilan tim Cakra.

dsc02822_rzLogo Imagine Cup Indonesia 2016

Sementara Radya Labs merupakan pemenang Imagine Cup Indonesia 2010 kategori software design yang juga sukses menjadi sebuah startup di bidang pengembangan perangkat lunak mobile. Radya Labs berhasil membuat beragam aplikasi untuk startup maupun korporasi besar seperti Telkom, Indosat, Telkomsel, Java Jazz Festival, dan D’COST Seafood Restaurant. Puja Pramudya, Co founder Radya Labs menjelaskan, kesempatan mereka mengikuti final dunia Pada 2010 memungkinkan mereka mendapat insight tentang peluang bisnis perangkat lunak mobile di Tanah Air.

Dan Imagine Cup tahun ini akhirnya menghasilkan tiga pemenang yaitu None Developers dari Universitas Trunojoyo Madura dengan proyek Froggy & The Pesticide menjadi pemenang kategori Games. Kemudian Garuda45 dari University of Edinburgh, University College London, dan King’s College London dengan proyek TB DeCare menjadi pemenang kategori World Citizenship. Sementara Hoome Studio dari Institut Teknologi Bandung dan Telkom University dengan proyek Hoome menjadi pemenang untuk kategori kategori Innovation.

Tiga tim yang menjadi pemenang babak final tingkat nasional Imagine Cup 2016 tersebut berhak mewakili Indonesia di tahap semifinal tingkat dunia serta memperebutkan tiket ke Seattle untuk mengikuti tahap final Imagine Cup 2016 tingkat dunia dan bersaing dengan para pemenang dari negara-negara lainnya. “Semoga kita bisa terus mencetak ‘Bill Gates-Bill Gates’ dari Indonesia,” ucap Andreas dengan bersemangat. Semoga apa yang diungkapkan Andreas dan kerja keras para teknopreneur muda dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis tenknologi global.

Simak juga, Mengenal Coworking Space Sebagai Tempat Bernaung Startup

0 comments