NOW READING

Mengurus Pajak Sendiri Sebagai Freelancer

 1872
+
 1872

Mengurus Pajak Sendiri Sebagai Freelancer

by The Daily Oktagon

Menjadi warga negara Indonesia, tentu perlu membayar pajak jika telah memiliki penghasilan sendiri. Tidak terkecuali bagi mereka para pekerja lepas atau freelancer. Namun, para freelancer ini harus mengurus segala keperluan sendiri karena tidak ada ikatan khusus dengan perusahaan klien. Manfaatkan kecanggihan digital untuk membantu melakukan pembayaran pajak.

Sebelum membayar pajak, seseorang perlu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terlebih dahulu. Seorang WNI atau WNA akan dikenakan pajak jika penghasilan dalam satu tahun melebihi PTKP. Di Indonesia, Penghasilan Tidak Kena Pajak sebesar Rp54.000.000 per tahun atau Rp4.500.000 juta per bulan (berlaku sejak Januari 2016). Untuk membuat NPWP, perlu beberapa berkas seperti KTP juga paspor (khusus WNA) yang dipindai. Kemudian, pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan mengakses situs https://ereg.pajak.go.id dan penuhi persyaratan yang diminta.

Setelah paham, langkah selanjutnya adalah membayarkan pajak tersebut tepat waktu. Hal-hal berikut bisa membantu Anda dalam mengurus pajak pribadi seorang diri, tanpa perlu keluar rumah.

 

Foto: Shutterstock.com

Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan penghitungan jumlah pendapatan yang ditambahkan dengan PPh atau PPn. Terdapat daftar tingkat pajak, pengguna juga dapat menambahkan tingkatan sendiri. Pecahan yang digunakan bisa dalam jumlah kecil sehingga penghitungan pajak bisa disesuaikan. Tersedia juga berbagai pilihan tema dan bahasa yang memudahkan pengguna saat pemakaian aplikasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan aplikasi bayar pajak khusus untuk warga Jakarta. Aplikasi ini menampilkan informasi objek pajak yang telah didaftarkan terlebih dahulu di situs http://pajakonline.jakarta.go.id. Pengguna akan mendapatkan notifikasi jatuh tempo, informasi masa pajak, hingga informasi ketetapan pajak. Pembayaran pajak dapat dilakukan melalui mobile banking karena aplikasi dapat mengeluarkan kode pembayaran pajak tersebut.

Tips bekerja di rumah dengan nyaman dapat dilihat di sini.

Sebagai pekerja lepas seperti kontributor media atau industri kreatif lainnya, kendaraan pribadi menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar mobilitas tetap optimal.. Aplikasi ini akan memberikan informasi mengenai pajak kendaraan. Terdapat fitur pengingat sehingga pengguna akan menerima notifikasi saat pajak akan jatuh tempo. Berbagai daerah di pulau Jawa dan wilayah pulau Sumatra bisa mengakses aplikasi ini. Kelengkapan data yang ditampilkan disesuaikan dengan yang diberikan dinas masing-masing daerah.

 

Foto: Shutterstock.com

Pengguna iPad Mini 4 dapat mengunduh aplikasi ini untuk menyusun laporan pajak penghasilan pribadi. Penyusunan dapat dilakukan dengan mengisi formulir yang tersedia. Terdapat dua kategori, penghasilan di atas Rp60.000.000 dan di bawah Rp60.000.000. Formulir ini dapat dikirim dengan format Excel melalui surel dan dicetak untuk disimpan. Pengguna akan diberi edukasi mengenai perpajakan dari tarif pajak pribadi hingga langkah-langkah mengisi form SPT.

Direktorat Jendral Pajak sendiri telah mengeluarkan aplikasi untuk pemakai smartphone Oppo A39. M-Pajak menyediakan informasi terkait perpajakan. Dari berita, tajuk pajak, kurs pajak, dan peraturan lainnya dapat dilihat secara terbuka. Pengguna bisa mengetahui lokasi Pojok Pajak, Kelas Pajak, Kantor Pajak terdekat, dan Payment Point terdekat. Aplikasi ini juga memberikan akses untuk membuka tautan ke aplikasi yang dimiliki oleh DJP, Situs Pajak dan Kring Pajak.

Pemanfaatan aplikasi di atas akan sangat membantu para pekerja lepas untuk mengurus pajak pribadi. Pada awalnya akan terasa rumit, tetapi gunakanlah aplikasi dengan bijak. Agar pembayaran pajak lebih mudah dan praktis ada e-Filing. Anda tidak perlu ke kantor pajak, cukup melaporkannya melalui online dan semua akan tuntas.

Buka tautan ini sebelum mengantre di toko-toko duty free di bandara.

 

0 comments