NOW READING

Mengupas Fitur Kamera Mirorless Fujifilm X-Pro3, Apa Bedanya dengan X-Pro2?

 204
+
 204

Mengupas Fitur Kamera Mirorless Fujifilm X-Pro3, Apa Bedanya dengan X-Pro2?

by The Daily Oktagon

November lalu, Fujifilm Indonesia hadirkan generasi baru X-series, FUJIFILM X-Pro3 di Indonesia. Fujifilm X-Pro3 merupakan kamera dengan bodi kamera yang paling tahan lama

Fujifilm X-Pro3 memiliki bentukan yang mirip kamera pendahulunya. Kamera ini didesain jadul dengan beberapa perubahan dibandingkan X-Pro2.

Dari sisi desain Fujifilm X-Pro3 sendiri memiliki keunggulan pada bodi kamera yang paling tahan lama berkat penggunaan titanium untuk bagian eksterior, memiliki rasio kekuatan mumpuni terhadap berat.

Dua variasi warna yang akan tersedia dengan tambahan teknologi pengerasan permukaan DuratectTM untuk memberikan ketangguhan ekstra dan hasil akhir yang membuat kamera terlihat semakin premium.

fujifilm X-Pro3 5

Baca juga: Mau Beli Tas Kamera? Yuk, Baca Tipsnya

Dibandingkan seri pendahulunya X-Pro2, Perbedaan yang paling kelihatan adalah layar kecil di bagian belakang. Layar seluas 1,28 inci ini berfungsi menampilkan sejumlah informasi pemotretan layaknya LCD kedua yang biasanya ada diatas kamera DSLR. Namun layar ini lebih kecil yang bisa menampilkan gambar ilustrasi. Dengan layar ini maka tampilannya jadi mirip kamera film jadul.

X-Pro3 sejatinya memiliki layar LCD touchscreen yang disembunyikan di balik layar kecil, dan bisa diakses dengan cara menekuk ke bawah. Pengguna bisa menekuknya satu arah 180 derajat ke bawah, sehingga layar sentuh hanya ideal dipakai untuk membidik low-angle dan eye-level.

Perubahan desain lainnya adalah pada tombol navigasi D-pad yang menghilang. Jadi untuk menjelajah menu, pengguna X-Pro3 bisa terlebih dulu membuka layar LCD, lalu menggunakan input sentuhan untuk bernavigasi.

Viewfinder X-Pro3 masih menggunakan model hybrid, menggabungkan optical viewfinder ala rangefinder dan electronic viewfinder. Hanya saja magnifikasinya kini sudah ditetapkan menjadi 0,52x, tak bisa dipilih antara 0,36x atau 0,60x seperti pendahulunya. Di bagian atas ada knop untuk mengatur kecepatan rana dan exposure compensation seperti sebelumnya.

fujifilm X-Pro3 45

Baca juga: Sony Alpha 9 II Kameranya Para Fotografer Profesional, Apa Kelebihannya?

Untuk urusan jeroan X-Pro3 memiliki spesifikasi yang modern. Fujifilm X-Pro3 menggunakan sensor 26.1MP “X-TransTM*2 CMOS 4″ dan mesin pemrosesan gambar “X-Processor 4”, prosesor ini untuk memastikan tingkat kinerja dan kualitas gambar yang tajam.

Dengan menggunakan kombinasi ini dan firmware baru, AF phase detection bekerja dengan pencahayaan -6EV, yang berarti kamera mampu bekerja dalam keadaan yang hampir gelap.

Dengan Hybrid Viewfinder lanjutan yang terdapat dalam Fujifilm X-Pro3 menggunakan panel EL organik beresolusi tinggi 3,69 juta titik, serta memiliki pencahayaan tinggi dan juga reproduksi warna yang canggih.

Hal ini untuk memperkuat pengalaman serta menjawab tantangan para fotografer akan esensi fotografi memotret melalui viewfinder. Kamera X-Pro3 juga menghadirkan CLASSIC Neg Film Simulation yang mensimulasikan film warna negatif yang biasanya digunakan untuk foto sehari-hari.

Baca juga: Tips Memilih Lensa Kamera Sesuai Peruntukannya

Kamera Fujifilm X-Pro3 juga dilengkapi berbagai aksesoris opsional seperti BLC-XPRO3 leather case dan MHG-XPRO3 hand grip. BLC-XPRO3 leather case memamerkan desain klasik X-Pro3 yang elegan sambil melindungi tubuh kamera.

Salah satu keunikannya adalah fotografer tetap dapat mengganti baterai sekalipun saat casing terpasang ke kamera. Sedangkan MHG-XPRO3 hand grip meningkatkan handling kamera, terutama saat menggunakan lensa aperture yang lebih besar. Sama seperti BLC-XPRO3 leather case, fotografer tetap dapat mengganti baterai atau kartu SD tanpa harus melepaskan grip ini.

Fujifilm X-Pro3 sendiri dijual dengan banderol harga dikisaran Rp 29 juta.

0 comments