NOW READING

‘Mengintip’ Masa Depan melalui Virtual Reality is The Future

 202
+
 202

‘Mengintip’ Masa Depan melalui Virtual Reality is The Future

by The Daily Oktagon
  • Perkembangan Virtual Reality di Indonesia memiliki prospek yang cukup baik.
  • Praktisi VR berbagi ilmu dengan membahas bahasa pemograman untuk VR.
  • Peserta juga bisa merasakan langsung sensasi menggunakan VR di acara tersebut.

Penggunaan Virtual Reality di dunia sudah mulai dieksplorasi ke tingkat yang lebih tinggi. Besarnya peluang Virtual Reality atau VR untuk berkembang di Indonesia ternyata memicu para penggiat teknologi. Mereka berlomba-lomba untuk membuat piranti lunak yang kompatibel dengan teknologi Virtual Reality untuk berbagai macam fungsi.

Melihat hal ini, Purwadhika Startup and Coding School menggelar sebuah acara yang bertajuk Virtual Reality is The Future untuk para penggemar VR. Pembahasan utama dari event ini adalah untuk memperlihatkan kesempatan bisnis di industri Vitual Reality. Selain itu, acara ini juga membuka kesempatan karir untuk mereka yang ingin ikut terlibat dalam mengembangkan teknologi baru ini.

Praktisi Virtual Reality

Pembicara dari acara yang berlangsung di Green Office Park 9, BSD City ini merupakan orang yang terjun langsung kedalam industri tersebut.

Patrick Effendy, CEO dari Visual Expert membagikan pengalamannya kepada peserta yang hadir bagaimana dirinya bisa masuk ke dalam dunia Virtual Reality. Selain itu, ia memaparkan kemajuan VR dan kesiapan masyarakat Indonesia untuk menerima teknologi ini.

Rasakan sensasi masuk ke dunia lain dengan menggunakan VR di taman hiburan lewat tautan ini.

Selain Patrick, Ivan Handojo, dan Andew Willis, selaku Co-CEO Visual Expert juga menjadi pembicara mengenai teknis dan pengetahuan dasar tentang hal-hal yang berkaitan dengan VR. Penjelasan mengenai VR dijelaskan dengan penggambaran yang cukup detail sehingga informasi dapat diterima dengan baik oleh para 60 peserta yang datang.

Tidak hanya pengenalan dasar mengenai VR, di acara tersebut juga dibahas mengenai bahasa pemrograman yang digunakan seperti Javascript, Python dan lainnya. Selain itu, piranti lunak yang dipakai untuk membuat game seperti Unity dan Unreal menjadi salah satu materi yang disampaikan. Hal ini menjadikan pengetahuan mengenai VR untuk para peserta semakin bertambah.

Menerawang Prospek Virtual Reality di Indonesia

Pembahasan kemajuan Virtual Reality di Indonesia merupakan salah satu poin utama yang menjadi konsentrasi acara yang diadakan pada 26 Juli 2017 tersebut. Peluang VR di Indonesia sangatlah besar karena masih banyak lahan yang belum terjamah oleh teknologi ini. Namun, hal ini terkendala dengan ketidakseimbangan produksi antara piranti lunak dan keras.

Progres VR di Indonesia juga sudah dapat dilihat dari faktor tersebut. “Di Indonesia, VR belum ada kemajuan yang pesat karena software yang belum siap dan kuat untuk di-launch ke mana-mana,” tutur Ivan saat memberikan penjelasan kepada peserta. Ivan juga menambahkan, “masih sedikit konten yang engage dengan VR, jadi belum menyangkut ke publik.”

Selain itu, sampai saat ini masih belum ada perusahaan yang memiliki standar yang pasti untuk VR. Pengembangan VR terkendala dengan pemakaian bahasa pemrograman yang berbeda. Sehingga ini bisa menjadi salah satu penyebab VR jatuh dan dijauhi oleh masyarakat. Namun masalah ini sudah mulai diselesaikan dengan adanya perusahaan seperti Open Source Virtual Reality, Virtual Reality Peripheral Network, dan Middle VR yang mencoba membuat strandar untuk teknologi ini.

Banyak Kegiatan Seru Lainnya

Setelah mini seminar, terdapat sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta dengan pembicara. Pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta seputar pipe line yang digunakan untuk Virtual Reality. Selain itu Visual Expert juga memperkenalkan proyek terbaru mereka yang akan dilaksanakan bulan September yang akan datang.

Tidak hanya diskusi, para peserta yang datang bisa juga langsung mencoba langsung VR yang sudah diciptakan oleh Visual Expert. Alat yang digunakan untuk mencoba VR di acara tersebut adalah Samsung Gear VR. Penggunaan alat ini merupakan alat yang kompatibel dengan piranti lunak yang sudah dibuat. Setelah itu, kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan juga pembicara.

Nikmati serunya bermain VR menggunakan Samsung Gear di sini.

Ternyata lahan yang bisa ditelusuri dan dikembangkan untuk virtual Reality sangatlah besar. Indonesia juga memiliki potensi yang besar sebagai pasar dan pengembang teknologi yang dapat dibilang baru ini. Oleh karena itu, pengembangan Virtual Reality harus dilaksanakan secara serius agar bisa digunakan untuk meningkatkan penggunaan teknologi di Indonesia.

0 comments