NOW READING

Mengintip Evolusi Industri Game Mobile Lokal

 1733
+
 1733

Mengintip Evolusi Industri Game Mobile Lokal

by The Daily Oktagon
  • Developer game mobile Indonesia sukses mengguncang industri game Tanah Air dengan produk game-nya yang tak kalah keren. Apa yang membuat mereka berevolusi dengan percaya diri, berani ‘menantang’para developer asing di luar sana?
  • Ternyata, evolusi industri game mobile disebabkan oleh perubahan ekosistem yang drastis. Salah satunya adalah hadirnya sistem operasi platform mobile seperti iOS dan Android yang kian digandrungi
  • Selain itu, pengemasan konten dan lokalisasi gameplay juga dirasa penting untuk menggarap game mobile yang dapat diminati pemain lokal. Menariknya lagi, kesuksesan game mobile itu sendiri dapat membawa keuntungan bisnis yang besar!

Industri game di dunia kini tengah bergerilya. Para publisher dan developer berlomba-lomba mengarak produknya ke pasar global, mencari ‘bongkahan berlian’ dari buah tangan jerih payah mereka.

Fenomena ini mencerminkan bahwa gairah para pengembang game terus terbakar, berinovasi lagi dan lagi menciptakan permainan digital dengan konsep menarik dan tentunya menguntungkan.

Melejitnya industri game global ternyata dilatarbelakangi oleh adopsi permainan digital di perangkat smartphone. Ya, euforia game mobile juga tak kalah sengitnya dengan game konsol.

Di era berkembangnya teknologi yang begitu pesat seperti sekarang ini, smartphone yang dulunya dianggap benda ajaib, menjelma menjadi perangkat mobile yang bisa memainkan game dengan berbagai genre.

Sebetulnya, jauh sebelum sistem operasi iOS dan Android mencuat ke permukaan, eksistensi game mobile sudah hadir di era sistem operasi Symbian, lewat perangkat yang (mungkin) sempat kita gunakan, seperti Nokia, Sony Ericsson dan masih banyak lagi.

Padahal pada zaman dulu—jauh sebelum permainan ponsel hadir—video game sejatinya hanya bisa dimainkan di konsol seperti Sega, Nintendo dan PlayStation, atau mesin permainan Arcade besar yang sering kita sebut “Ding Dong”.

Baca juga tentang game mobile yang mencuat tahun ini, Pokemon GO, sampai menelurkan komunitas yang solid

Di Indonesia sendiri, adopsi game mobile sudah terbilang tinggi. Buktinya, dalam waktu tiga tahun terakhir, perkembangannya cukup masif.

Awalnya, game-game (khususnya game mobile) buatan developer dalam negeri sempat dipandang sebelah mata. Mengingat industri game merupakan ranah baru di Indonesia, dan kebanyakan jenis permainan digital di Tanah Air didominasi oleh buatan developer asing.

Karenanya, para pemain memilih untuk memainkan game-game asing, yang kalau dilihat dari kualitas gameplay dan konten lain di dalamnya, bisa diimbangi oleh kemampuan para pengembang lokal di Indonesia.

Waktu-waktu ‘kelam’ tersebut ternyata telah usai. Kini, developer game mobile Indonesia telah sukses mengguncang industri game Tanah Air dengan produk game-nya yang tak kalah keren. Apa yang membuat mereka berevolusi dengan percaya diri, berani ‘menantang’para developer asing di luar sana?

Perubahan Ekosistem Platform

Evolusi industri game mobile disebabkan oleh perubahan ekosistem yang drastis. Menurut Board Director of GemuGemu, Ihsan Wahab, munculnya banyak developer game mobile asal Indonesia juga dikarenakan oleh pecahnya stigma di mata developer: membuat game mobile itu sulit, apalagi memasarkannya di Indonesia.

“Kini, semuanya berubah. Stigma tersebut sudah hilang. Sekarang ada ekosistem platform baru, dan kita tidak bicara soal konsol, tapi permainan mobile. Ada tiga poin penting yang menandakan perubahan ekosistem platform dan membuat game mobile bisa semakin mudah digarap di sini,” kata Ihsan kepada The Daily Oktagon.

ihsan wahab game mobile indonesia

Ihsan Wahab dari mobile game publisher GemuGemu.

Yang pertama adalah sistem operasi platform mobile yang kian digandrungi. Menurut Ihsan, hadirnya sistem operasi mobile iOS dan Android merupakan awal evolusi game mobile bisa berkembang.

“iOS dan Android, sistem operasi yang sangat menarik. Developer bisa membuat game yang lebih terkonsep pada dua OS itu,” tutur Ihsan menjelaskan.

Sementara, poin berikutnya adalah platform game online yang di-port ke perangkat mobile. “Bayangkan, game online yang tadinya bisa dimainkan di PC sekarang diboyong ke smartphone, ini jelas membawa perubahan ekosistem yang lebih baik. Belum lagi poin berikutnya, game-game mobile online menawarkan distribusi digital yang mudah dan cepat,” kata pria lulusan Universitas Padjajaran ini.

Kemasan Konten

Berubahnya ekosistem platform sehingga banyak game mobile besutan anak bangsa bermunculan, dirasa Ilham ternyata tidak cukup.

Ia mengatakan, tantangan terbesar para developer game mobile lokal adalah mengemas konten yang bisa ‘sampai’ ke para pemainnya.

Game mobile jelas berbeda dengan game-game PS atau Xbox. Konten game mobile lebih compact. Jika game konsol itu gedung pencakar langit, kita (game mobile) cuma miniaturnya saja. Meski begitu, membuat konten untuk game mobile itu susah-susah gampang,” ia memaparkan.

Apa yang dimaksud Ilham adalah membuat konten yang tidak sembarangan. Jika kontennya jelas, maka pemain akan tertarik dan memiliki kontinuitas untuk melanjutkan permainan.

Simak pula pilihan smartphone kelas menengah untuk device kita memainkan game mobile

Lokalisasi Gameplay

Jika mau dihitung, sudah banyak developer game mobile lokal yang menawarkan produknya dengan konten menarik dan bahkan gameplay-nya telah dilokalisasi. Sebut saja Touchten, developer game mobile Indonesia yang kini eksistensinya diperhitungkan.

Beberapa judul game buatan developer yang berbasis di Jakarta ini sempat merajai daftar game terpopuler baik di App Store dan Google Play Store.

game mobile touchten

Warung Chain, salah satu game mobile dari Touchten yang populer.

Bahkan, mereka telah sukses memproduksi sekitar 20 judul game dengan jumlah unduhan lebih dari 10 juta pengguna. Tentu, semua tak bisa lepas berkat kreativitas konten dan gameplay yang mereka tawarkan.

Dari beberapa judul game mobile buatan Touchten yang melejit di pasaran, ada yang gameplay-nya ternyata mengadopsi tradisi dan kultur lokal, seperti Warung Chain, Teka Teki Saku, SI JUKI: Kerokan Master Legend, hingga yang terbaru Tap Koruptor.

“Konten memang poin krusial saat menggarap game, tapi kita juga harus jago selipkan unsur lokal agar tetap ‘ngena’ ke pemain kita. Nggak sampai di situ, beberapa judul game mobile dengan konten lokal juga bisa dirasakan pemain luar. Secara nggak langsung kan kita memperkenalkan Indonesia dari scope yang berbeda, dalam hal ini ya game itu sendiri,” kata Anton Soeharyo, CEO Touchten.

si juki game mobile

Satu game Touchten yang melejit di pasaran adalah Warung Chain. Game yang mengadopsi suasana warteg tersebut sempat bertengger di posisi ketiga setelah Clash of Clans di Google Play Store. “Ini tentu menandakan bahwa game kita (karya developer lokal) sudah diminati banyak orang,” tambah Anton.

Developer yang Menuai Untung

Sekadar informasi, Touchten merupakan developer game mobile dengan nilai omzet yang tidak main-main. Omzet dari satu judul game saja sudah menyentuh angka US$ 10.000 per bulan.

Jadi, bisa dihitung omzet keseluruhan dari 20 judul game bisa mencapai US$ 200.000 atau setara dengan Rp 2 miliar per bulan! Sedangkan pada 2013 lalu, mereka juga mendapatkan pendanaan investor Jepang, Cyber Agent Ventures dan beberapa investor lainnya.

“Saya yakin kita (para developer game lokal) dan industri game di sini (Indonesia) bakal punya masa depan yang cerah. Apalagi di zaman seperti ini, di mana teknologi sudah blended, penggarapan game pasti bakal berjalan dengan smooth dan adopsinya cepat,” tutur Anton yang juga lulusan Waseda University, Tokyo tersebut.

game mobile touchten

Anton Soeharyo, CEO Touchten.

Kisah Anton dan Touchten tentu menjadi salah satu bukti bahwa developer game Indonesia benar-benar sukses, menuai untung besar karena kreativitas dan inovasi menggarap konten yang menarik, serta gameplay yang familiar di para pemainnya.

Dengan begitu, industri game mobile diharap dapat berkembang seiring animo para pemain terus meningkat dengan ragam permainan yang ditawarkan.

“Kuncinya buat para developer, kalau kita ingin terus maju meroket sampai dapat untung, selain konten, fokus juga ke etos kerja, team work. Dan jangan lupa terus bermain,” pungkasnya.

Tiga smartphone ini bisa jadi pilihan Anda untuk menjajal berbagai game mobile lokal

0 comments