NOW READING

Mengintip Bobroknya Microsoft Windows Store

 1192
+
 1192

Mengintip Bobroknya Microsoft Windows Store

by The Daily Oktagon
  • Seperti halnya Play Store (Google) dan iTunes (Apple), Microsoft juga memiliki ‘store‘ sendiri.
  • Namun, Microsoft tampaknya tak terlalu memedulikan pengembangan store mereka.
  • Terdapat banyak aplikasi piracy yang masuk ke Windows Store.

Setiap sistem operasi perangkat pasti memiliki toko aplikasi masing-masing. Seperti Android yang memiliki Google Play Store, iOS dengan iTunes-nya, dan Windows Phone dengan Windows Store-nya.

Ketiga toko aplikasi tersebut diperuntukkan agar para pengguna smartphone bisa mengunduh berbagai aplikasi. Aplikasi yang bisa diunduh di dalam Google Play Store, iTunes, dan Windows Store tentu bukan sembarang aplikasi. Pasalnya, para pengembang harus mendapatkan izin dan juga persetujuan terlebih dahulu sebelum dipasarkan dan bisa diunduh pengguna.

foto : shutterstock

Microsoft hololens, pelopor mixed reality.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, hal yang berbeda justru terlihat di Windows Store. Toko aplikasi ini terlihat lebih ‘bobrok’ dibandingkan Google Play Store dan iTunes. Windows Store kini banyak diisi dengan berbagai aplikasi piracy (pembajakan) dan streaming ilegal. Seperti dilansir dari Theverge.com, aplikasi tersebut bisa dengan mudah ditemukan dalam pencarian trending apps di Windows Store (baik versi US maupun Indonesia).

Pada kolom pencarian tersebut, pengguna bisa langsung menemukan aplikasi seperti Free Movies Online, Free Movies Unlimited 2020, HD Movies Online 2019, dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa penyaringan aplikasi di Windows Store terbilang buruk. Dan parahnya lagi aplikasi seperti itu bisa masuk ke dalam trending apps.

Beberapa pengembang aplikasi film bajakan tersebut menggunakan film-film terbaru seperti Wonder Woman atau Guardians of the Galaxy Vol. 2 untuk menarik minat para pengguna. Meskipun belum bisa dipastikan apakah aplikasi ini mengandung malware di dalamnya atau tidak, tapi orang-orang jahat di luar sana bisa saja menyusupkan virus ke dalam aplikasi-aplikasi tersebut.

foto : shutterstock

Bahayanya lagi aplikasi piracy yang saat ini berada di Windows Store ternyata bisa digunakan secara cross-platform, yaitu PC, mobile, dan bahkan Xbox One. Tak berhenti pada film-film yang bisa ditonton secara ilegal saja, pembajakan tersebut juga merambah ke aplikasi musik yang didapatkan secara ilegal.

Microsoft sebagai pembuatnya sebenarnya sudah berusaha untuk meningkatkan kualitas Windows Store dalam beberapa tahun terakhir ini. Mereka mencoba memfokuskan diri untuk pengembangan dan penambahan aplikasi untuk desktop di dalam store tersebut. Dan terkait konten bajakan, sebagai langkah awal memeranginya, Microsoft sudah memblokir emulator game yang ada di Windows Store. Mereka pun berjanji akan menghapus berbagai konten ilegal lainnya, serta memperbaiki sistem filter-nya.

Apa Anda Mengetahui Fakta dan Fitur Cortana, Si Asisten Digital Windows?

Saat ini sistem operasi Windows Phone sudah ditinggalkan oleh para vendor smartphone. Kalah bersaing dengan Android dan iOS. Bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi smartphone terbaru yang mengadopsi sistem operasi buatan Microsoft ini. Jika pun masih ada yang menikmatinya, bisa dipastikan mereka adalah pengguna smartpone Windows Phone tipe lama.

0 comments