NOW READING

Menghargai Game Orisinal Bersama Komunitas Origami

 865
+
 865

Menghargai Game Orisinal Bersama Komunitas Origami

by The Daily Oktagon
  • Origami (Original Gamers Indonesia) adalah komunitas gamer yang “setia” pada game orisinal.
  • Misinya sederhana, ingin mengemban pesan ke gamer yang suka main game bajakan untuk segera hijrah ke game orisinal.
  • Komunitas menilai, masih banyaknya fenomena permainan bajakan di Indonesia bukan disebabkan faktor daya beli yang melemah. Justru, mental para gamer yang masih ingin yang “gratisan”.

Industri digital seolah tak pernah lepas dari yang sebuah masalah klasik: pembajakan. Mulai dari kepingan cakram VCD, DVD, hingga untuk keperluan game console. Meski kini kepingan fisik bajakan tak lagi digunakan banyak orang, game bajakan nyatanya tetap merajalela di ranah digital.

Orang-orang bisa dengan mudah mengunduh file bajakan di situs-situs peer-to-peer. Dalam hitungan beberapa jam, game yang seharusnya dijual dengan harga ratusan ribu rupiah, bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Mirisnya, fenomena pelik ini sudah mendarah daging di industri game Indonesia sejak lama. Semua tak lain disebabkan oleh tingginya harga game orisinal yang dijual di pasaran. Game orisinal baru besutan pengembang kenamaan biasanya bisa dijual di kisaran Rp 800 hingga 1 jutaan.

Namun walau game bajakan kini masih banyak digunakan oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab, Indonesia ternyata masih memiliki kesadaran untuk menghargai game orisinal. Salah satu wadah penyalurannya dibuktikan oleh komunitas Original Gamers Indonesia, atau disebut Origami.

Origami sendiri adalah kumpulan gamer lokal yang ingin menyampaikan aspirasi ke dunia game Indonesia untuk menghargai karya orisinal. Apa saja aksi dan tujuan yang ingin diusung oleh komunitas tersebut? Simak ulasannya bersama The Daily Oktagon berikut ini.

Berawal dari Diskon

Origami pertama kali berdiri pada akhir 2013. Adalah Adwin Wijaya, inisiator Origami saat itu. Sebelumnya, Adwin bergabung di forum Kaskus kategori Steam User. Steam merupakan platform distributor digital resmi permainan PC orisinal.

Adwin mengatakan bahwa awal mula berdirinya Origami dikarenakan oleh diskon. Saat itu, anggota forum Kaskus Steam User yang notabene merupakan kalangan gamer PC kerap berbagi informasi seputar diskon game-game PC yang dijual via Steam.

“Ya biasanya sih share diskon game PC apa yang lagi happening. Kita juga sering ngobrol-ngobrol tentang game kok. Segmentasinya nggak cuma PC, namun juga konsol seperti PlayStation dan Xbox,” kata Adwin.

Origami di Steam

Barulah saat itu Adwin memutuskan untuk membuat forum yang sama di Facebook. Dari situ, forum yang dibentuk memiliki nama Origami. “Kalau di forum kan ngobrolnya banyak banget dan ngalor ngidul. Nah saya kepikiran, kenapa nggak kalau kita juga bikin grup di Facebook. Namun saat itu TS-nya nggak setuju, barulah dibentuk Origami,” ia menjelaskan.

Baca di sini untuk komunitas permainan yang lain: drone

Menariknya, Adwin mengaku ia juga sempat menjadi pemain game bajakan. Lantas, pekerjaannya sebagai developer software membuatnya berpikir bahwa game adalah karya intelektual yang patut diapresiasi.

“Pekerjaan saya menuntut bahwa karya digital itu sangat memakan waktu. Sangat disayangkan, hasil jerih payah developer justru kita sia-siakan dengan membeli yang bajakan. Mereka kan jadinya tidak dapat untung,” tandasnya.

Adwin menjelaskan bahwa komunitas tersebut lebih aktif di Facebook dan jarang bertatap muka. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, pekerja hingga pengusaha. “Banyak juga yang berusia di atas 35 tahun. Nggak pandang umur sih, yang penting gamer dan betul-betul main yang asli,” terang Adwin.

Di Origami sendiri, anggota akan mendapatkan sejumlah informasi seputar dunia game, seperti game terbaru, toko-toko yang menjual game atau aksesori konsol, dan tentunya diskon yang menggiurkan. “Untuk sekarang, kami sih jarang gathering. Namun sering berbagi informasi seputar diskon yang nggak hanya di komputer, namun juga lintas platform,” ia melanjutkan.

Tak sedikit juga anggota komunitas mendapatkan tips dan trik bagaimana menyelesaikan suatu tantangan di game tertentu. “Biasanya, pemain gamer multiplayer juga lebih aktif karena permainan mereka bersifat continuing dan tantangannya nggak habis-habis,” ungkapnya.

Mental “Gratisan”

Bicara tentang masih banyaknya pembajakan game di Indonesia, lanjut Adwin relatif bukan disebabkan faktor daya beli yang melemah. Justru, mental para pemain di Indonesia masih dinilai ingin yang gratisan.

“Mereka itu selalu ingin game-game baru dan keren, tapi tidak ada niat. Mengeluarkan uang saja enggan. Apalagi kalau sudah dibisikin temannya yang suka main game bajakan, selesai deh,” kelakar Adwin.

Karena itu, komunitas ingin membawa pesan bahwa tidak semua game asli itu mahal. Menurut Adwin, memanfaatkan diskon adalah alternatif paling pas agar setidaknya gamer lokal bisa menghargai game orisinal.

Main game di dua smartphone ini bakal asyik, karena audionya mantap

“Di komunitas kami kadang-kadang juga suka adakan Steam Giveaway. Itu juga bisa jadi salah satu cara untuk mendapatkan game orisinal,” jelasnya. Saat ini, Origami pun menggandeng lebih dari 2.300 anggota di laman Facebook-nya untuk terus peduli terhadap game orisinil.

Jika kamu mengaku gamer namun masih menggunakan game bajakan, sebaiknya pikir dua kali dan tak ada salahnya bergabung dengan Origami. Selain mendapatkan teman baru, Anda pasti akan mendapatkan banyak informasi seputar diskon game terbaru.

0 comments