NOW READING

Mengenal Komunitas Fotokita yang Lahir dari Lomba Foto

 2149
+
 2149

Mengenal Komunitas Fotokita yang Lahir dari Lomba Foto

by The Daily Oktagon

Berawal dari sebuah lomba foto internasional, lahirlah sebuah komunitas fotografer. Demikianlah proses kelahiran komunitas Fotokita.

Pada awalnya, Fotokita merupakan bagian dari laman majalah National Geographic Indonesia. Fotokita ditujukan untuk menampung karya peserta lomba foto internasional yang digelar National Geographic pada 2007. Lomba foto ini digelar di semua negara yang menerbitkan majalah bulanan tersebut.

The Daily Oktagon mengajak Anda mengenal komunitas Fotokita yang lahir dari lomba foto. Yuk, langsung simak artikelnya!

Awal mula

Sebelumnya, aturan lomba ini adalah penyelenggara mewajibkan foto yang dilombakan diunggah dan dipajang di laman National Geographic di masing-masing negara, maka dibuatlah kanal Fotokita. Ternyata foto yang diunggah banyak dan terus mengalir meski lomba sudah berakhir.

“Lama kelamaan membebankan server National Geographic Indonesia, sehingga kami buat laman Fotokita.net,” kata editor dan kurator foto National Geographic Indonesia, Firman Firdaus.

Profil_Firman_FirdausFirman Firdaus

Setelah muncul laman Fotokita pada 2008, foto yang mengalir semakin deras. Sehingga, Fotokita jadi wadah bagi para fotografer, profesional maupun amatir, untuk memajang karya-karyanya. Jumlah anggota Fotokita bertambah karena foto-foto terbaik berpeluang ditampilkan di majalah National Geographic Indonesia dan National Geographic Traveller Indonesia.

Menurut Firman, Fotokita dijadikan sarana bagi para fotografer yang karya-karyanya belum pernah muncul di media massa untuk unjuk kemampuan. Mereka berlomba-lomba membuat foto terbaik dengan harapan karya mereka bisa muncul di majalah National Geographic Indonesia. Dari sinilah kemudian lahir komunitas Fotokita yang anggotanya telah mencapai sekitar seribu orang.

Selain jadi tempat untuk unjuk karya, komunitas Fotokita juga jadi tempat bagi para anggotanya untuk menambah ilmu melalui diskusi dan workshop. “Setidaknya sekali dalam dua bulan kami menggelar diskusi. Tema yang kami angkat bisa apa saja, terutama tentang isu-isu terbaru di dunia fotografi,” ujar Firman.

Diskusi_Fotokita1Suasana Diskusi Fotokita

Untuk menambah ilmu anggotanya, Fotokita juga menggelar kegiatan Geo Avontur. Ini merupakan kegiatan jalan-jalan ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Ambon dan Dieng, sambil memotret obyek indah yang ditemui di sepanjang perjalanan.

Geo Avontur bukan sekedar jalan-jalan biasa, karena di kegiatan ini peserta juga bisa belajar teknik memotret dari mentor yang disediakan National Geographic Indonesia. “Foto-foto yang dipotret juga dinilai oleh mentor, sehingga peserta bisa mengetahui di mana kekurangannya,” kata Firman.

PaPameran_FotokitaPameran Fotokita

Hal menarik lain yang membuat banyak orang berminat bergabung dengan Fotokita adalah bisa memajang foto-foto terbaik mereka di laman Fotokita.net. Tidak semua foto bisa dipajang di laman itu. Hanya foto-foto yang memenuhi syarat saja yang bisa dipajang di galeri umum Fotokita. Adapun foto yang tidak memenuhi syarat akan disimpan di galeri pribadi anggota.

Lalu, apa syarat agar foto bisa dipajang di galeri umum Fotokita? Kata Firman, selain menarik dan unik, foto tidak boleh ada watermark, ditambahi nama pembuatnya, tidak vulgar dan berbau porno, serta obyeknya harus jelas.

Yuk, simak juga Upaya Masyarakat Foto Indonesia Majukan Industri Fotografi Indonesia

Jadi terkenal

Fotokita bukan hanya tempat untuk menambah ilmu dan memajang karya foto. Di sini, anggotanya juga bisa menjadi terkenal karena karyanya. Menurut Firman, tidak sedikit anggota Fotokita yang menjadi ternama setelah karya mereka muncul di majalah National Geographic Indonesia. Salah satunya adalah Iqro Rinaldi, jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid yang kini berprofesi sebagai jurnalis.

Iqro sendiri membantah jika kini dia telah menjadi seorang fotografer ternama, tetapi dia tidak mengelak jika telah mendapatkan banyak ilmu setelah bergabung dengan Fotokita.

Menurut Iqro, pada awalnya dia bergabung dengan Fotokita hanya untuk memajang koleksi fotonya. Belakangan ilmunya semakin bertambah setelah bergabung dengan Fotokita, sehingga ada karyanya yang dianggap layak tampil di National Geographic Indonesia.

Iqro_RinaldiIqro Rinaldi

“Sudah ada tiga foto saya yang tampil di National Geographic Indonesia,” ucap Iqro.

Seiring dengan semakin terkenalnya Fotokita, banyak pihak yang tertarik untuk membeli foto-foto yang dipajang di laman Fotokita. “Kalau ada yang tertarik untuk membeli foto-foto yang ada di Fotokita.net, saya akan minta orang itu untuk menghubungi langsung fotografernya,” kata Firman.

Tidak heran jika banyak yang tertarik bergabung dengan Fotokita, karena anggotanya tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan fotografinya, tetapi juga berpeluang mendapatkan penghasilan dengan menjual karya-karyanya. Anda tertarik bergabung?

Baca juga, Menyimak Serunya Kegiatan Komunitas DSLR Cinematography Indonesia

0 comments