NOW READING

Membuka Peluang Baru dengan Teknologi 3D Printing di Era Digital Lifestyle

 2802
+
 2802

Membuka Peluang Baru dengan Teknologi 3D Printing di Era Digital Lifestyle

by The Daily Oktagon

Beberapa dekade lalu, bagi masyarakat awam, kata ‘printing’ dan ‘printer’ mungkin hanya diasosiakan pada kegiatan mencetak di atas lembaran kertas. Namun, satu dekade berikutnya, pengertian kata-kata ini telah meluas. Printer tak lagi hanya bisa mencetak dalam bentuk dua dimensi saja, tapi telah berkembang sehingga bisa mencetak benda tiga dimensi.

Sebenarnya, cikal bakal teknologi printer 3D telah ada sejak tahun 1980-an untuk membuat purwa rupa atau prototype dengan tujuan memudahkan review terhadap sebuah barang yang tengah dikembangkan. Namun, baru sekitar di akhir tahun 2000-an printer 3D mulai diperkenalkan untuk pasar komersial. The Daily Oktagon sudah menyiapkan ulasan mengenai bagaimana membuka peluang baru dengan teknologi 3D printing di era digital lifestyle. Langsung saja simak.

Sebelum Anda lanjut membaca, simak ulasan terbaru tentang digital lifestyle berikut, Ehang, Pelopor Virtual Reality serta Quadcopter Tanpa Pilot

Pada 2007 misalnya, 3D Systems merilis perangkat printer 3D yang harganya cukup fantastis, mencapai US$ 10 ribu atau Rp 138 juta. Kini harga printer 3D telah dapat ditekan jauh, hingga bisa mencapai sekitar seperlimanya saja. Beberapa contohnya adalah 3D Systems meluncurkan Cube 3D Printer dengan harga US$ 1.299 (Rp 18 juta), Ultimaker 2 Extended yang dilepas pada kisaran US$ 3 ribu (Rp 41 juta), bahkan ada pula Micro 3D Printer dari M3D yang dibandrol seharga US$ 449 (Rp 62 juta) saja.

shutterstock_276362378

Artinya, dengan harga yang lebih terjangkau ini, 3D printer memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa industri yang bernilai US$ 11 miliar pada tahun lalu ini, akan melonjak menjadi US$ 26,7 miliar pada 2019. Dalam laporan yang sama, IDC juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Asia, dan Eropa Barat akan menjadi wilayah yang dominan dalam pembelanjaan teknologi 3D printing.

Tak hanya industri 3D printer yang akan jauh lebih besar dan berkembang, akses publik terhadap teknologi ini pun makin terbuka. Tak hanya satu-dua kelompok, banyak kalangan yang bisa mengeksplorasi kemungkinan baru dalam bidangnya, berkat teknologi baru ini.

Arsitek maupun desainer misalnya, dapat memanfaatkan teknologi ini untuk membuat maket yang lebih rumit dan menarik. Hobiist seperti kolektor mainan, juga dapat mendesain sendiri aksesoris yang ingn mereka miliki.

Seniman pun dapat mengeksplorasi ide-ide mereka lewat media baru. Salah satu contohnya adalah dua artis Nick dan Rob Carter yang mengkonstruksi ulang lukisan ikonik Van Gogh, Sunflower, menjadi sebuah karya seni instalasi.

Tak hanya itu, printer 3D bahkan dapat memberikan dorongan yang signifikan dalam kemajuan medis dan kesehatan. Ahli medis saat ini tengah mengembangkan kemampuan printer 3D untuk membuat jaringan kulit hingga tempurung kepala. Tak hanya itu, muncul gagasan untuk menghadirkan printer ini di tempat terpencil maupun negara miskin, agar ahli medis di lokasi tersebut dapat mengakses perangkat medis dengan lebih mudah.

oxford-performance-materials-3D-printed-skull-implant

Tak hanya kalangan profesional, saat ini pelajar dan masyarakat awam juga sudah mulai memanfaatkan teknologi ini. Sebuah sekolah di Nebraska misalnya, memanfaatkan perangkat ini untuk mata pelajaran arsitektur.

Bila ke depannya Anda ingin meminang teknologi ini, baik untuk kepentingan pribadi maupun pekerjaan, ada satu hal krusial yang mesti Anda pertimbangkan. Yaitu, pemilihan printer 3D didasarkan pada kebutuhan Anda.

shutterstock_259191602

Untuk konsumen rumah tangga atau sekolah, pastikan bahwa model yang Anda gunakan mudah dipasang dan digunakan dan tidak memerlukan banyak perawatan. Kalangan hobiist atau seniman, mungkin akan membutuhkan printer 3D dengan spesifikasi yang lebih baik, seperti mampu mencetak obyek dengan beberapa warna sekaligus.

Adapun mereka yang menggunakan printer 3D untuk menunjang kegiatan profesional—apalagi untuk tujuan memukau calon konsumen klien—sebaiknya menggunakan perangkat dengan resolusi tinggi. Buat Anda yang berminat, selamat mencoba!

Simak juga artikel menarik berikut, Uji Coba Blue Origin, Rocket Reusable untuk Traveling

0 comments