NOW READING

Membuat Video Stop Motion Ternyata Tidak Sulit

 3872
+
 3872

Membuat Video Stop Motion Ternyata Tidak Sulit

by The Daily Oktagon

Film stop motion merupakan buah kemajuan teknologi yang disukai banyak orang. Dengan adanya teknologi komputer kita bisa membuat film unik dengan cara stop motion.

Apa, sih, film stop motion itu? Stop motion merupakan film animasi yang menggabungkan gambar demi gambar yang kemudian diputar secara berurutan sehingga terlihat bergerak. Tidak seperti film animasi biasa yang menggabungkan gambar demi gambar, film stop motion menggabungkan foto demi foto. Film stop motion bisa juga diartikan foto berseri yang digerakkan.

Salah satu contoh film stop motion adalah film Shaun the Sheep, film anak-anak tentang biri-biri yang populer di Indonesia beberapa tahun lalu.

Film stop motion akan terlihat bagus jika dibuat dengan kamera canggih, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa membuat film stop motion dengan kamera biasa. Bahkan, kamera di telepon seluler pun bisa digunakan untuk membuat film stop motion. Yang paling penting adalah menjaga konsistensi pencahayaan dan letak kamera agar gerak obyek terlihat halus.

The Daily Oktagon kali ini mengajak Anda berkreasi membuat videoo stop motion. Dengan ulasan menarik ini, sekaligus menambah wawasan Anda bahwa membuat video stop motifon ternyata tidak sulit. Yuk, langsung simak!

Baca juga ulasan menarik ini, Resep Membuat Video Time Lapse

Siapkan cerita

Sebelum membuat film atau video, pastinya Anda harus membuat konsep dan ceritanya. Buatlah konsep dan cerita semenarik mungkin. Setelah memiliki konsep dan cerita, tentukan obyek yang akan difoto.

Usahakan untuk menggunakan obyek yang luwes agar geraknya terlihat alami. Lengkapilah setiap adegan dengan background agar film atau video terlihat semakin cantik.

shutterstock_300297863
Setelah memiliki obyek, siapkan kamera. Kita bisa menggunakan kamera apa saja untuk memotret obyek tersebut. Yang penting pencahayaannya konsisten agar seluruh foto terlihat senada.

Selain pencahayaan, hal yang juga harus konsisten adalah letak kamera. Gunakan tripod atau apapun yang bisa mencegah kamera bergerak atau terguncang saat memotret obyek.

Pindahkan atau geser obyek berdasarkan urut-urutannya, lalu potret satu demi satu obyek tersebut sehingga tercipta adegan demi adegan. Setelah obyek difoto, sortir foto-foto sesuai kebutuhan. Jika ada foto yang buruk, Anda bisa memotret ulang. Kita harus ingat di mana posisi obyek yang akan dipotret ulang agar menghasilkan gerak yang konsisten.

shutterstock_217429480
Langkah selanjutnya adalah editing atau penyuntingan. Anda bisa menyunting foto-foto tadi menggunakan perangkat lunak yang paling umum, yaitu Windows Movie Maker.

Klik “Add videos and photos” untuk mengimpor foto yang telah disortir. Jika foto sudah disortir dengan baik, proses impor akan berlangsung dengan mudah.

Setelah memasukkan semua foto, pilih semua gambar dan pilih durasi munculnya setiap foto, yaitu 0,03 hingga 0,1 detik. Pilih durasi yang agak lama untuk adegan yang dilengkapi dengan tulisan. Untuk menghidupkan suasana, tambahkan musik atau efek-efek suara.

Langkah terakhir adalah membungkus rangkaian foto tadi agar menjadi film. Gerakkan kursor ke tab “Save Movie” kemudian klik “For Computer”. Klik save dan jadilah video stop motion!.

Karena menggunakan Windows Movie Maker maka file yang dihasilkan akan berformat WAV. Jangan khawatir, hampir semua pemutar video bisa membuka file dengan format ini.

Anda juga bisa memilih software lain, yakni FotoMorph, Abrosoft FantaMorph Pro, Aurora Animasi 3D Maker, Pivot Stickfigure, Animator, dan AnimatorDV Simple. Nah, sudah siap menuangkan kreativitas?

Anda ingin lengkapi perlengkapan fotografi canggih? Baca artikel ini, Canon EOS-1D X Mk II, Kamera untuk Videografer Profesional

0 comments