NOW READING

Membuat Potret Keluarga yang Kreatif dan Melekat di Ingatan

 6535
+
 6535

Membuat Potret Keluarga yang Kreatif dan Melekat di Ingatan

by The Daily Oktagon

Foto menyimpan kenangan yang tidak bisa dibeli dengan uang, karena seiring berjalannya waktu, momentum itu tak bisa diulang lagi. Maka itu foto keluarga bukan sekadar penghias dinding rumah, tapi juga bukti otentik perjalanan hidup sebuah keluarga.”

Pernyataan itu dilontarkan Dewi Motik dan tertuang dalam bentuk tulisan di selebaran promosi Tarzan Photo, penyedia jasa fotografi yang mengabadikan foto keluarga perempuan yang dikenal aktif di berbagai kegiatan bisnis dan sosial itu.

Si penyedia jasa, Tarzan Photo sendiri, sebelumnya lebih dikenal sebagai bridal and wedding photography service. Namun kini, usaha fotografi yang berdiri sejak 1948 itu mulai melebarkan sayap ke wilayah foto wisuda dan keluarga.

Karena ingin menggali lebih dalam tentang foto keluarga, kami pun menemui Jimmy Iskandar, pewaris usaha Tarzan Photo untuk berbincang seputar penggarapan foto keluarga agar hasilnya istimewa.

“Menurut saya, foto keluarga merupakan pengikat keharmonisan keluarga. Kini, foto keluarga bisa digarap lebih kreatif dan tidak perlu terlalu formal,” ujarnya membuka obrolan.

008

Diungkapkan Jimmy, dulu sekali memotret keluarga ada aturan baku seperti: Orang tua harus duduk dan anak-anaknya berdiri. Sementara sekarang ini, sudah banyak foto keluarga yang konsepnya lebih santai dan kreatif.

“Siapa bilang dengan celana jeans dan baju kemeja tidak bisa dapat foto yang bagus?” tandas lelaki yang juga pernah menggarap foto keluarga mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri itu.

Melanjutkan perbincangan, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatian saat menggarap foto keluarga dari Jimmy Iskandar:

Mengenali keluarga yang akan dipotret
Kita perlu mengenal keluarga yang akan dipotret. Perdalam relasi dengan para anggota keluarga, hingga (kalau bisa) kita pun terkoneksi secara personal. Dari situ konsep foto bisa dibangun lebih kuat, sesuai keunikan dari masing-masing keluarga. Ngobrol dengan klien menjadi kunci.

Selain itu, kita perlu juga menekankan pada detail. “Dalam penggarapan foto keluarga yang biasa kami lakukan, biasanya kami mengirim konseptor ke rumah klien untuk melihat bentuk rumahnya, mengamati area tempat foto kelak akan diletakkan. Semua dilakukan untuk menata konsep yang tepat, bahkan sampai bingkai yang akan dipakai,” kata Jimmy menerangkan.

Melayani kebutuhan klien dengan maksimal
“Fotografi merupakan usaha jasa, dan tugas kita adalam memuaskan klien dengan kualitas foto yang diambil. Jika klien sangat menghargai kualitas, biasanya mereka tidak akan hitung-hitungan,” ungkap Jimmy.

Layanan yang mumpuni dan kualitas bagus itu pula yang membedakan setiap jasa fotografi. Pelayanan yang maksimal bisa bikin pelanggan loyal dan jadi elemen promosi tersendiri untuk para pelaku bisnis fotografi.

Memahami bahwa lokasi yang “wah” bukan segalanya
Penentuan lokasi foto lazimnya disesuaikan dengan keinginan klien, termasuk soal mau di luar atau di dalam studio. Jimmy menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menuntut lokasi secara spesifik (misal: mewah), karena justru lokasi yang kadang biasa saja bisa membuat sebuah foto jadi lebih menarik.

Regular_Image_-__KEL_031_60x80_KV_KEL_ARI_UNTUNG_SELIMUT_MERAH-2

“Saya pernah dapat klien memotret di Kota Tua. Ada satu lokasi yang kotor dan bau sekali. Saya bersihkan dulu, siram air dan karbol, lalu baru mulai memotret,” ujar Jimmy.

Kunci dari hasil sebuah foto bukan hanya soal lokasi aktualnya, tapi juga dukungan blocking dan pencahayaan yang baik. Soal ini kerap disayangkan Jimmy, karena banyak fotografer yang hanya bisa di luar ruangan saja, tapi begitu di dalam studio tidak tahu bagaimana menata cahaya yang tepat.

“Hal itu bisa jadi masalah pada hasil akhirnya. Misal memotret gaun serba putih; pencahayaan tepat bisa membuat detail gaun pada foto tetap terlihat. Atau jika memotret dengan background gelap, kita perlu tahu bagaimana mengatur cahaya agar detail rambut juga tetap terlihat. Tidak semua fotografer bisa melakukannya, walau kita memegang kamera yang sama,” kata Jimmy menjelaskan.

Featured_Image_-_Original_Size

Membimbing klien agar tidak perlu pusing soal kostum
Urusan kostum ini termasuk yang paling banyak dipikirkan klien sebelum berfoto. Padahal menurut Jimmy, kostum sebenarnya tidak melulu soal baju serba formil atau senada warnanya.

“Apalagi perempuan, padahal sudah punya baju satu lemari, tetap saja keluhannya tidak punya baju. Kalau menurut saya, tidak perlu membebani klien untuk buat baju dengan mengeluarkan budget besar. Kostum paling kasual pun bisa, misalnya menggunakan kemeja putih dan celana jeans. Kalau punya yang formal ya lebih bagus, tapi harus selalu ada alternatif bagi yang tidak punya baju formal,” ungkap Jimmy.

Piawai memancing ekspresi seluruh anggota keluarga yang dipotret
Ekspresi bisa jadi hal paling penting dalam foto keluarga. Diuraikan Jimmy Iskandar, bahwa seorang fotografer harus mampu menangkap ekspresi wajah yang menyenangkan dari tiap individu dari keluarga yang dipotret.

Hal itu pun diakui Jimmy sebagai tantangan tersulit dalam memotret keluarga. Foto model atau pranikah bisa jadi lebih maksimal karena hanya dua orang yang perlu diatur. Sementara dalam foto keluarga, semua anggota keluarga harus punya ekspresi wajah yang bagus. Tantangan utama mulai terasa saat berhadapan dengan anak-anak.

“Mengatur ekspresi anak itu paling sulit. Saran saya, bila berhadapan dengan model anak-anak, ambil foto sebanyak-banyaknya agar kita tidak kehilangan ekspresi bagus si anak,” jelas Jimmy.

Menunjukkan hasil foto pada klien sebelum lanjut ke proses berikutnya
Salah satu hal penting yang diterapkan Jimmy pada seluruh fotografer di Tarzan Photo adalah memperlihatkan hasil foto di awal, sebelum dilanjutkan ke proses produksi berikutnya.

Reagular_Image_-__KEL_016__80x100_KV_KEL_FADLI__BOLA

Tujuannya untuk memastikan bahwa klien tak hanya menyukai sudut pandang pengambilan fotonya, tapi juga tata rias, tata rambut dan sebagainya, sebelum kelak foto itu dicetak. Langkah pratinjau ini berguna untuk menghindari klien yang komplain setelah foto dicetak.

0 comments