NOW READING

Membedakan Sistem Kamera Ganda di Smartphone

 3089
+
 3089

Membedakan Sistem Kamera Ganda di Smartphone

by The Daily Oktagon
  • Banyak smartphone kini memiliki fitur dual camera
  • Memahami sistem dual camera di smartphone
  • Ada empat perbedaan sistem dual camera saat ini

Fitur dual camera sebenarnya bukan fitur yang baru di sebuah smartphone. Fitur ini sejatinya sudah ada pada beberapa tahun lalu. Jika Anda ingat ada sistem kamera 3D pada smartphone HTC EVO 3D. Pada waktu itu HTC sudah menerapkan fitur dual camera pada smartphone-nya, yang digunakan untuk menerapkan kamera 3D. Setelah itu HTC kembali memperkenalkan fitur ini pada HTC One M8.

LG sempat memutuskan untuk menggunakan dua lensa kamera dengan sistem wide angle pada LG G5, sedangkan Apple memiliki sistem yang berbeda , yakni menggunakan sistem lensa telephoto pada iPhone 7 Plus. Huawei memiliki sistem yang berbeda. Menggandeng vendor lensa kenamaan, Leica,Huawei mengunakansistem kamera ganda monochrome pada smartphone Huawei P9.

Dari empat perbedaan yang ada, apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pengguna smartphone saat ini? Berikut adalah penjelasan dari keempat sistem dual camera di atas.

Baca juga : Mana Smartphone Kamera Ganda Murah Andalan Anda?

foto : amazon

1. Depth Sensor

Kamera ganda yang digunakan HTC EVO 3D dan HTC One M8 ​memiliki fungsi memetakan tampilan tiga dimensi (3D) di depan kamera. Kamera ganda ini akan menangkap dua obyek dengan jarak yang berbeda, sehingga mampu menghasilkan gambar seperti 3 dimensi.

Fungsi kedua lensa tersebut adalah mengambil gambar obyek dengan perspektif yang sedikit berbeda, sehingga mampu menangkap kedalaman jarak suatu obyek dengan obyek lainnya. Melalui kamera kedua, sistem ini akan memetakan kira-kira seberapa jauh benda-benda di depannya saling berkaitan satu sama lain. Informasi ini kemudian digunakan untuk memisahkan latar depan dan latar belakang.

Sayangnya, gambar 3D yang dihasilkan pada sistem dual camera ini hanya dapat dilihat melalui layar smartphone HTC EVO 3D dan HTC One M8. Saat ditransfer ke smartphone atau perangkat lain, gambar hanya diterjemahkan dengan dua gambar yang ditangkap oleh masing-masing lensa.

2. Monochrome

Implementasi dual camera pada sistem sedikit lebih populer dibandingkan dual kamera smartphone lainnya salah satu smartphone yang menggunakan sistem ini adalah smartphone Huawei P9. Dalam metode ini, kamera utama yang disertai kamera sekunder hampir identik. Kedua kamera biasanya memiliki sensor, lubang, lensa dan sistem fokus yang identik. Perbedaan utama dan biasanya hanya terdapat pada sensor kedua yang tidak memiliki filter warna RGB. Ini berarti sensor tidak bisa menangkap informasi warna, dengan begitu kamera monokrom bisa menangkap lebih banyak cahaya sehingga pengambilan pada kondisi low light bisa lebih maksimal.

Setiap pengambilan foto, sistem kamera akan menggabungkan output kedua kamera dan melapisinya sehingga menjadi satu gambar. Secara teori, kedua gambar bila digabungkan akan memiliki detail lebih tinggi dan noise yang berkurang. Pengunanya juga bisa memotret dari kamera monokrom dan mendapatkan kualitas gambar yang sedikit lebih baik dengan mengorbankan semua warna menjadi warna monokrom.

foto : apple

3. Wide-Angle

Memulai debutnya tahun lalu, LG G5 membawa dual kamera dengan sistem wide-angle. Smartphone ini memiliki kamera utama 16 megapiksel 29mm, setara dengan f1.8 dan kamera kedua 8 megapiksel 12mm, yang setara dengan f2.4. Panjang fokus 12mm memberikan kamera kedua bidang yang leibh lebar, sehingga memungkinkan pengguna menangkap area objek yang lebih luas tanpa harus mundur.

Sistem ini masih memiliki kelemahan. Di LG G5 dan V20, kualitas gambar lensa ultra wide angle tidak jauh berbeda dari kamera utamanya dan memiliki distorsi barrel yang cukup signifikan, sehingga membuatnya terlihat seperti lensa GoPro dengan lensa fish eye. Namun begitu, LG telah memperbaiki sistem ini di seri V30, lensa sekunder tidak hanya memiliki kualitas gambar yang sangat bagus tapi namun juga secara signifikan mengurangi distorsi di sekitar tepi, membuatnya jauh lebih baik.

Sistem dual camera ini juga banyak digunakan pada beberapa smartphone saat ini. Sebut saja Asus Zenfone 4, dan Asus Zefone 4 Max yang menggunakan sistem dual camera pada bagian belakang yang memungkinkan Anda mendapatkan foto dengan kamera wide angle 120 derajat, sehingga peggunanya dapat mengambil foto pemandangan dan obyek dengan jangkauan yang tidak dapat Anda temui di smartphone pada umumnya.

Bahkan akhir-akhir ini smartphone seperti Oppo F3 dan Vivo V7+ menggunakan sistem dual camera ini pada kamera depannya. Hasilnya kedua smartphone yang menjagokan fitur selfie ini banyak disukai pada pengguna karena dapat menangkap banyak obyek saat melakukan selfie atau wefie.

Baca juga : Smartphone Kamera Ganda untuk Kebutuhan yang Berbeda

4. Telephoto Camera

Ada juga sistem dual camera telephoto, yang saat ini digunakan oleh iPhone 7 plus. Sistem ini mengunakan kamera utama yang dipasangkan dengan kamera kedua yang memiliki lensa tele. Sistem ini sebenarnya kebalikan dari sistem kamera sudut lebar (wide-angle), di mana sebenarnya Anda dapat memperbesar obyek untuk lebih dekat.

Di iPhone 7 Plus, Apple sudah mengunakan sistem ini. Lensa sekunder ini memiliki dua kali panjang fokus lensa utama, sehingga mampu yang memberi zoom optik 2x lebih instan.

Ada banyak keuntungan dari sistem ini. Pertama adalah di mana pengguna akan mendapatkan 2x lossless optical zoom. Zoom pada smartphone sebagian besar saat ini adalah zoom secara digital, tapi dengan sistem dual camera ini pengguna dapat dengan cepat bergerak 2x mendekati obyek Anda dengan tanpa kehilangan kualitas, tapi tetap saja dilakukan secara digital sehingga hasilnya jelas masih lebih baik mengunakan optical zoom. Namun begitu dengan sistem ini digital zoom yang digunakan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan digital zoom tanpa sistem dual camera.

Kelebihan dari lensa tele pada sistem dual kamera ini adalah lebih cocok untuk pengambilan secara portrait daripada sudut lebar karena memiliki distorsi yang sedikit.

Saat ini beberapa produsen smartphone mengembangkan sistem ini dengan menerapkan efek blur pada latar belakang yang dengan kombinasi lensa tele dan background blur memberikan hasil yang jauh lebih dan unggul daripada sekedar mengaplikasikan background blur pada gambar wide-angle.

iPhone 7 Plus diluncurkan tahun lalu, smartphone ini memiliki aperture yang jauh lebih kecil (f2.8) dibandingkan dengan kamera utama (f1.8) dan tidak ada OIS pada sensor sekunder. Lalu pada iPhone 8 Plus dilengkapi dengan susunan yang serupa (meskipun sensornya lebih baik tahun ini) dan bahkan iPhone X masih memiliki f2.4 untuk kamera kedua (walaupun memang memiliki OIS). Berbeda dengan iPhone Samsung Galaxy Note8 menjadi ponsel pertama dengan kamera tele yang memiliki OIS.

Itulah empat perbedaan sistem dual camera yang sudah tersedia di smartphone saat ini. Semoga ke depannya sistem dual kamera terus berkembang menjadi lebih daik dan memunculkan fitur yang lebih lengkap. Jadi, yang mana sistem dual camera yang lebih baik? Tentu semua diserahkan pada setiap pengguna sesuai kebutuhan.

0 comments