NOW READING

Membangkitkan Komik Indonesia Lewat Media Sosial

 1645
+
 1645

Membangkitkan Komik Indonesia Lewat Media Sosial

by The Daily Oktagon
  • Media sosial tidak hanya menjadi ajang eksis saja di kalangan muda tetapi sebagian besar juga sudah memanfaatkannya untuk berkarya, salah satunya lewat komik digital.
  • Komik digital yang memanfaatkan media sosial tenagh populer cara ini menjadi media untuk para komikus berkarya dan menemukan pembacanya
  • Komunitas Komikin Ajah ingin mewadahai para penggiat komik di Tanah Air sehingga dengan berkarya bersama dunia komik Indonesia kembali bergelora dan mendapatkan perhatian serta dukungan bahwa komik Indonesia juga tidak kalah dari komik asing

Rivalitas komik buatan dalam negeri dan luar negeri rasanya tidak akan pernah ada ujungnya. Demi mendapatkan perhatian yang lebih besar terhadap dunia komik Indonesia, komunitas penggiat komik pun mulai bermunculan di Indonesia.

Salah satunya adalah komunitas Komikin Ajah. Menariknya, komunitas ini tidak hanya mewadahi kreator yang mahir menggambar komik, tetapi juga menjadi gerakan yang aktif memanfaatkan teknologi seperti media sosial untuk bisa mempopulerkan komik buatan kreator lokal dan menggelorakan kembali dunia komik di Indonesia.

Nama komunitas Komikin Ajah di media sosial sudah cukup dikenal, mereka menggunakan media sosial Instagram untuk membagikan karya-karya kreator komik lokal sehingga bisa dinikmati oleh pengguna media sosial di Indonesia.

Berawal dari Hobi

Berdasarkan pantauan The Daily Oktagon sampai tulisan ini dibuat, followers akun @komikin_ajah di Instagram tercatat 2 juta pengguna, dan sudah ada 10 ribu unggahan yang dibagikan oleh komunitas tersebut.

“Kami merupakan perkumpulan kreator komik yang berbasis di media sosial. Oleh karena itu, kebanyakan aktivitas yang dilakukan lebih sering terlihat di media sosial. Misalnya dengan mengunggah strip komik. Di luar itu, kami juga sering mengadakan kegiatan gambar bareng,” ungkap Aruga Perbawa, pendiri Komikin Ajah.

Pria yang akrab disapa Aruga ini menuturkan bahwa komunitas ini awalnya diciptakan agar dia bisa menemukan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Namun, dengan melihat jumlah follower-nya yang terus bertambah, akhirnya dia memutuskan membentuk sebuah komunitas sehingga bisa menghasilkan berbagai hal positif yang lebih besar.

Muncul pada tahun 2014, Aruga mengakui komunitas yang dibuatnya ternyata menarik banyak generasi muda yang memiliki hobi yang sama dengannya. Sudah ada 108 kreator yang bergabung dengan komunitas tersebut dan tersebar hingga seluruh penjuru Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.

Misalnya, Rizal Fahmi atau yang di jagat Instagram dikenal dengan akun @banggaber yang bergabung dengan Komikin Ajah di awal komunitas tersebut tercipta. Menurut Rizal, ia pun bergabung di komunitas untuk mencari teman yang memiliki hobi sama sekaligus mengembangkan kegiatan berkomik.

Salah satu komik kreasi dari akun @banggaber

Pada akun Instagram @banggaber terlihat ada 820 unggahan yang dimuat olehnya dan ada 131 ribu followers. Mungkin bagi sebagian orang angka tersebut belum fantastis tapi Anda harus melihat berapa banyak likes yang diperoleh oleh setiap unggahan Rizal Fahmi, ribuan likes selalu berhasil dia kantongi bahkan ada beberapa unggahan yang angka likes-nya mencapai 10 ribu.

Hal-hal Menarik Dari Perhelatan San Diego Comic Con 2017

Kegiatan paling sering yang dilakukan oleh komunitas Komikin Ajah tentu saja kumpul kopi darat sekaligus menggelar kegiatan gambar bersama. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi para kreator komik, tetapi mereka yang hanya bisa menggambar juga diajak untuk mengembangkan kemampuan menjadi kreator komik.

Kegiatan ini pun menular, tidak hanya komunitas Komikin Ajah yang berada di Jakarta menggelar kegiatan ini tetapi juga komunitas serupa yang ada di daerah.

Digitalisasi Industri Komik

Jika dulu sebuah komik harus terlebih dahulu diterima dan dicetak oleh penerbit agar bisa populer kini berkat teknologi media sosial komik bisa hadir dalam media yang tentunya lebih mudah diakses dan ditemukan pembacanya serta menjadi kesempatan bagi kreator komik agar karyanya dikenal.

Tren ini pula yang dilakukan anggota komunitas ini. Rizal mulai ikut menggunakan media sosial sebagai media mengunggah karyanya pada tahun 2013 lantaran melihat beberapa kreator komik yang karyanya bisa lebih dulu dikenal berkat media sosial.

Selain akun media sosial masing-masing, anggota komunitas ini juga rata-rata menggunakan platform komik digital semacan Line Webtoon dan Ciayo untuk mempublikasikan karya. Kedua contoh platform ini menyediakan berbagai pilihan genre komik atau strip komik dan diperbarui dalam kurun waktu tertentu.

Inilah Alasan Remaja Indonesia Begitu Menyukai Webtoon

“Komik bisa diriis di banyak media. Kehadiran komik dalam bentuk digital mempermudah pembaca dan kreator komik untuk saling bertemu,” ungkap Aruga. “Lewat teknologi digital kita juga bisa melihat bahwa Indonesia tidak kekurangan kreator komik. Para kreator juga tidak perlu menunggu karyanya dicetak oleh penerbit, dan bisa menerbitkan komiknya secara indie,” imbuhnya.

Tantangan Sekaligus Harapan

Di sisi lain, Aruga melihat adanya tantangan yang hadir setelah komik di Indonesia mengadopsi media digital. Salah satunya setiap kreator dituntut untuk bisa kreatif dalam berkarya dan meningkatkan kualitasnya karena di satu sisi persaingan antara kreator di dunia komik semakin ketat.

Lewat media digital seperti media sosial, kreator komik dituntut untuk tidak hanya sekadar jago menggambar dan menciptakan cerita, tetapi juga menelisik kebutuhan pembaca, misalnya kesukaan atau hal yang tengah ramai di kalangan pengguna media sosial.

Geliat Industri Kreatif di Bumi Yogyakarta

Lebih lanjut, Aruga dan Rizal berharap lewat komunitas ini talenta kreator komik di Tanah Air mendapatkan panggung sehingga dapat dilihat oleh kalangan industri dan pada akhirnya kreator komik bisa menjadi profesi yang menjanjikan ketimbang hobi saja. “Kini kreator komik bisa mendapatkan penghasilan dari hobinya, misalnya membuat product campaign untuk perusahaan dan instansi pemerintahan,” tutur Rizal.

Aruga juga mengiyakan kondisi tersebut. Kini sudah banyak komik karya kreator lokal yang menjadi mitra resmi dari layanan komik digital atau webtoon sehingga karya mereka bisa menjadi sumber penghasilan tetap. Maju terus kreator komik Indonesia!

0 comments