NOW READING

Memajukan Pendidikan Indonesia Bersama EdTech

 755
+
 755

Memajukan Pendidikan Indonesia Bersama EdTech

by The Daily Oktagon

Foto utama: Shutterstock

  • Startup (perusahaan rintisan) bertema edukasi berbasis teknologi semakin banyak bermunculan di Tanah Air.
  • EdTech berdiri sebagai komunitas yang bergerak merangkul startup-startup pendidikan.
  • Selain kolaborasi antar startup, komunitas ini telah menggarap kurikulum konten digital.

Pendidikan dan teknologi adalah dua dari sejumlah instrumen vital untuk memajukan Tanah Air. Hal ini tentu tidak hanya dilambangkan oleh murid sekolah yang sudah membawa laptop ringkas maupun kencangnya kecepatan internet di sekolah.

Banyak startup (perusahaan rintisan) kini mengusung tema edukasi berbasis teknologi sebagai benang merahnya. Startup-startup tersebut, kini sudah cukup menjamur di Indonesia. Misi mereka ibarat pepatah “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, yakni ingin menunjang pembelajaran berbasis mobile dan internet lebih merata di seluruh Indonesia.

Karena itu, perlu wadah khusus agar bisa melestarikan ekosistemnya, agar para startup ini terus bisa eksis dan membawa dampak sosial yang baik bagi generasi muda.

Gagasan tersebut menjadi alasan utama EdTech Indonesia didirikan, sebagai komunitas yang bergerak merangkul startup-startup pendidikan agar terus bisa memajukan visi dan misinya demi masa depan pendidikan Indonesia.

EdTech Indonesia sendiri adalah ‘asuhan’ dari EdTech Asia, yang juga mempunyai misi memajukan pendidikan di seluruh Asia dengan lebih masif dan agresif.

Seperti apa kiprah EdTech dalam mendongkrak citra startup pendidikan di Indonesia? Bagaimana cara mereka membawa startup-startup ini ke level yang lebih tinggi? Simak ulasannya.

Tak hanya pendidikan, komunitas IoT (Internet of Things) bermunculan. Salah satunya di sini

Kunci Kolaborasi 

Kepada The Daily Oktagon, inisiator EdTech Indonesia Herry Fahrur Rizal mengatakan, selain berperan sebagai wadah yang menjembatani antar startup pendidikan Indonesia, komunitas yang didirikan sejak Maret 2014 ini juga menjadi media penyedia konten, serta penghubung yang bisa mempertemukan siapa pun dalam bidang pendidikan formal mau pun informal.

“Kami ingin semua berkolaborasi. Caranya adalah membantu (startup-startup pendidikan) mengembangkan sayap bisnisnya dan bergerak untuk membawa dampak perubahan yang besar, khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia,” kata Herry.

EdTech Indonesia berpartisipasi pada EdTech Asia Summit 2016 (dok: EdTech Indonesia)

Ada sejumlah inisiatif yang tengah dilakukan di dalam komunitas. Herry memaparkan, para pelaku startup kerap diundang untuk menghadiri workshop. Mereka dapat berkonsultasi, bertukar informasi, hingga melakukan riset pasar startup pendidikan di seluruh dunia.

Hingga kini, EdTech Indonesia sudah berkolaborasi dengan beberapa startup pendidikan di Indonesia seperti Kakatu, RuangGuru, Zanius, HarukaEdu, SquLine. Ke depan, EdTech Indonesia akan tetap membuka pintu lebar bagi siapa pun yang ingin bergabung.

Industri fintech (financial technology) juga menggeliat. Simak profil pelakunya di sini

Selangkah Lebih Maju

Tak hanya ingin mengkolaborasikan startup-startup pendidikan di Indonesia, Herry juga menuturkan jika komunitas ingin membawa pendidikan di Indonesia selangkah lebih maju dan menyamai dengan yang ada di negara-negara lain.

Ia menuturkan, hingga kini tahap pembelajaran di Indonesia itu baru masuk ke konsep School 2.0, konsep yang sebetulnya sudah tidak lagi digunakan negara-negara lain. “Mereka (negara lain) bahkan sudah menerapkan sistem School 3.0 dan 4.0, dengan bahan ajar digital,” jelas Herry.

School 2.0 adalah konsep engagement intra dan inter personal yang menyatukan peserta didik ke aktivitas pembelajaran yang lebih luas, seperti belajar dengan cara virtual (connecting), menciptakan pola pembelajaran sendiri (creating), serta menyumbangkannya sebagai ilmu (contributing).

Sementara School 3.0 dan 4.0 adalah ekosistem pembelajaran dengan basis teknologi yang hampir menyeluruh. “Jadi, guru tidak hanya menjadi satu-satunya sumber bagi siswa. Setidaknya, peran teknologi sudah mulai diadopsi sebagai sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar,” ungkap Herry.

Sebagian partisipan EdTech Indonesia (dok: EdTech Indonesia)

Karena itu, komunitas ini ingin pendidikan Indonesia bisa lebih digital dan dapat digunakan secara friendly. “Peran startup pendidikan dapat menjadi salah satu instrumen besar agar generasi mudah tak menganggap proses pembelajaran bukan lagi sebagai sesuatu yang ‘berat’, namun menjadi fun dan menyenangkan karena sudah berbaur dengan teknologi,” jelasnya.

Maka selain kolaborasi antar startup, Herry mengungkap, EdTech Indonesia juga telah menggarap kurikulum konten digital untuk semua mata pelajaran sekolah. Selain itu, komunitas ini bahkan menyediakan peralatan sekolah ke sejumlah daerah. Langkah-langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak seperti CloudKilat dari Intel Software, Google Educator Groups West Jakarta, dan Indigo Accelerator.

Teknologi juga berperan dalam membantu ibadah. Simak ulasannya di artikel ini

Titik Terang Perubahan

Yang menjadi perhatian Herry, dalam tiga tahun terakhir ia melihat startup pendidikan di Indonesia sudah mulai menunjukkan kebolehannya. Setidaknya dengan bukti adanya pendanaan dari para investor.

“Terlepas dari tujuan yang mereka ciptakan, mereka ternyata sudah mendapatkan pendanaan. Ini jelas memperlihatkan bahwa para investor sudah mulai melirik (mereka) yang bergerak di bidang ini,” tutur pria lulusan Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Sekadar informasi, ada tiga startup pendidikan yang mengantongi suntikan dana dari sejumlah investor. Mereka adalah HarukaEdu yang mendapat pendanaan dari CyberAgent Ventures, RuangGuru dari East Ventures, dan Kelase yang mendapatkan seed funding dari PT Insight Investments.

Dengan gerakan yang dibuat Ed Tech, hingga mulai diliriknya para startup pendidikan ini, semoga saja dapat berdampak besar bagi kemajuan pendidikan dan penyerapan teknologi yang lebih cepat di Indonesia.

0 comments