NOW READING

Memadukan Fashion dan Digital Lifestyle ala Cotton Ink

 4110
+
 4110

Memadukan Fashion dan Digital Lifestyle ala Cotton Ink

by The Daily Oktagon

Perjalanan dua sahabat Carline Darjanto dan Ria Sarwono dalam membangun Cotton Ink sudah dimulai pada 2008. Namun, baru selang dua tahun kemudian, merek busana ini berani meluncurkan webstore mereka. Sebagai sebuah merek lokal, meluncurkan sebuah webstore pada tahun tersebut tentu menjadi langkah cukup berani, apalagi melihat usia Cotton Ink yang masih muda.

Awalnya pun, pelanggan mereka hanyalah teman-teman dekat. Namun perlahan, diiringi gencarnya memperkenalkan brand melalui social media, pelanggan baru berdatangan dalam waktu yang cukup cepat. Strategi pemasaran lewat webstore terbukti jitu, karena sejak saat itu persentase penjualannya, diakui Carline, jauh lebih besar daripada offline store.

Berbagai apresiasi penghargaan pun perlahan mulai didapatkan merek ini, Di 2010, mereka meraih Most Favorite Brand di Brightspot Market, dan The Most Innovative Brand di Cleo Fashion Award (Jakarta Fashion Week).

cottonink2
Carline Darjanto dan Ria Sarwono

Apalagi, webstore identik dengan peningkatan penggunaan Internet di Indonesia. Berikut perbincangan The Daily Oktagon dengan Carline Darjanto mengenai bagaimana memadukan fashion dan digital lifestyle ala Cotton Ink.

Mengapa pada awalnya Anda memilih jalur webstore dibandingkan berjualan langsung?

Karena melalui webstore, jangkauan customer kami mencakup seluruh dunia. Hal yang perlu kami lakukan hanyalah bagaimana caranya untuk mengkomunikasikan brand kami dengan baik ke target market. Banyak tantangan saat pertama kali kami memulai Cotton Ink, mulai dari produksi sampai pembagian tugas antara kami berdua.

Tahun lalu Cotton Ink membuka store perdana, setelah sekitar lima tahun dengan webstore. Apa pemikiran dibalik pembukaan toko non virtual perdana?

Dengan adanya toko sendiri, kami ingin customer kami melihat dan merasakan seperti apa Cotton Ink jika memiliki toko. It’s good for our branding and our customer experience. Store kami di bilangan Kemang memiliki konsep yang sama dengan produk-produk kami, casual with a twist. Kami membuat suasana store kami minimalist dan homey, sehingga para customer merasa nyaman ketika berbelanja.

Dengan pembukaan toko perdana, apakah Anda mulai meninggalkan webstore?

Tentu saja tidak. Internet sangat berperan besar pada Cotton Ink, karena sejak pertama kami muncul, perbincangan dari dunia online yang membawa buzz brand kami jadi semakin besar. Sampai dengan sekarang website merupakan main sales kami, baru kemudian Store.

Dari segi teknis teknologi, apa saja yang menjadi concern Anda dalam menjalankan sebuah webstore?

Koneksi Internet di Indonesia yang masih sangat kurang stabil terkadang menjadi bottleneck tim kami dalam input data dan juga menjadi hambatan bagi customer kami dalam berbelanja.

cotton_ink4
Fashion Show Cotton Ink

cotton_ink3
Para Model Memperagakan Koleksi Cotton Ink

Sebelum lanjut, baca juga artikel menarik ini, Masa Depan Asisten Virtual Menurut Penggagas YesBoss

Di tengah fashion webstore yang masih menjamur, apa strategi Anda agar dapat tetap eksis?

Kami selalu melakukan research dan mengikuti tren yang sedang ada serta yang akan ada agar terus mengikuti jaman. Kami juga banyak melakukan brainstorming dengan CottonInkgirls serta bertanya pada para customer untuk merealisasikan apa yang mereka impikan terhadap sebuah brand fashion.

Tantangan baru yang Anda hadapi belakangan ini?

Tantangan yang kami hadapi belakangan ini adalah bagaimana mempertahankan dan mengembangkan brand kami di saat dimana banyak brand-brand baru bermunculan.

Bagaimana Anda melihat perilaku konsumen fashion online di Indonesia saat ini?

Kami melihat bahwa konsumen fashion online di Indonesia, khususnya perempuan, sangat impulsive dalam berbelanja. Selain itu, yang diinginkan konsumen fashion online di Indonesia adalah order dapat tiba di rumah on time, dan fast response dalam menanggapi complaints.

GO_Cottonink_01

Cotton Ink dalam Sebuah Acara

Bagaimana Anda melihat hubungan perkembangan Internet of Things (IoT) saat ini, dengan potensi semakin berkembangnya fashion webstore?

Menurut kami, semakin lama semua orang akan semakin mudah untuk mendapatkan hal apapun yang mereka inginkan di dunia ini. Karena semakin hari, akses kita untuk banyak hal hanya a click away. Jadi dengan kemudahan tersebut membuat bisnis fashion online semakin berkembang.

Terkait IoT, tentu Anda menggunakan aplikasi e-money?

Ya, saya menggunakan Paypal. Karena mempermudah online transactions.

Setelah lima tahun menjalankan usaha bersama, bagaimana Anda berdua menjaga kekompakan?

Kuncinya adalah saling percaya dan pembagian kerja. Dua kepribadian harus saling tenggang rasa untuk kemajuan Cotton Ink. Seiring dengan berjalannya waktu, dan tentu saja cat fight di antara itu semua, menjadikan kami lebih dewasa, dan menjadikan Cotton Ink lebih matang.

Hal apa yang biasanya Anda lakukan bersama saat menelusuri Internet?

Membaca artikel bisnis mengenai fashion dan juga mengecek tren apa yg akan terjadi sehingga mengantisipasi ke depannya. Kami juga sering mengupdate diri dengan website internasional maupun lokal agar mengerti mengenai apa yg sedang terjadi.

Apa Aplikasi smartphone favorit Anda berdua? Alasannya?

Snapchat! Karena it’s really fun to share what we do everyday to others dan juga melihat keseharian teman-teman terdekat kami.

Aplikasi apa lagi selain Snapchat yang menurut Anda menarik?

Saya aktif menggunakan Instagram. Karena bisa lihat foto-foto yang di-share teman-teman terdekat, bisa lihat foto-foto dari berbagai brand dan majalah yang disukai juga. Keduanya relatif user friendly, jadi enak digunakannya.

Pastikan juga Anda menyimak ulasan menarik berikut, Media Sosial dan Digital Lifestyle Menurut Bapak Blogger Indonesia

0 comments