NOW READING

Media Sosial dan Digital Lifestyle dari Kacamata Bapak Blogger Indonesia

 1573
+
 1573

Media Sosial dan Digital Lifestyle dari Kacamata Bapak Blogger Indonesia

by The Daily Oktagon

Berawal dari menjadi aktivis saat masih duduk di bangku kuliah Institut Teknologi Bandung, Enda Nasution mulai berkenalan dengan Internet. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil, ia tertarik untuk mempelajari berbagai hal seputar coding HTML. Di masa itu, Enda sudah mulai membuat situs pribadi sendiri, sebelum akhirnya membuat blog.

Pada saat era blogging masih sepi di Indonesia di awal tahun 2000-an, Enda sudah memantapkan diri menjadiblogger. Blog prbadinya pun dikenal luas dan Enda mendapat sebutan Bapak Blogger Indonesia.

Potensi di bidang digital di Indonesia menurut dia sangat besar, salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah media sosial. Berbekal pengetahuan seputar teknologi informasi dan blogging, Enda menilai ada banyak manfaat yang bisa didapat masyarakat dengan media sosial. Kondisi ini yang mengantarkannya mendirikan aplikasi Sebangsa pada November 2014 lalu. aplikasi berbasis media sosial ini bertujuan memudahkan pengguna dalam menjalankan kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan fasilitas publik.

Enda_Nasution_Sebangsa

The Daily Oktagon pun berkesempatan mewawancarai Enda. Yuk, simak ulasan menarik berikut mengenai media sosial dan digital lifestyle dari kacamata Bapak Blogger Indonesia.

Pengetahuan mengenai digital lifestyle juga bisa Anda baca melalui ulasan ini, Bagaimana Perkembangan Transportasi Online Menurut Pakar?

Bagaimana pandangan Anda mengenai media sosial di Indonesia?

Menarik, kita belum melewati masa di mana lebih dari 50 persen populasi Indonesia mengakses media sosial. Ketika sudah sampai di angka itu akan banyak dinamika baru di dunia media sosial, baik bisnis maupun dampaknya ke kehidupan sosial.

Di sisi lain kita sebagai penyedia layanan media sosial juga mulai tidak peduli dengan media sosialnya, tapi apa yang bisa kita lakukan di situ? Kalau dulu di awal sekadar membuat media sosial rasanya sudah keren, sekarang kita mulai fokus ke apakah bisa membantu pekerjaan, lebih menghibur, ada fungsi khusus mungkin untuk beraktifitas lebih efisien, mengumpulkan uang, membangun komunitas, dan banyak lagi yang memberi manfaat bagi pengguna

Apakah pengguna media sosial di Indonesia sudah mulai tergerak untuk menggunakan media sosial buatan lokal?

Sepertinya bukan masalah lokal atau luar, tapi apakah media sosial tertentu membantu pengguna untuk hal spesifik juga. Kalau enggak ada ya maka belum digunakan secara sering dan umum

Sebagai founder Sebangsa, apakah ada rencana untuk melakukan integrasi layanan dengan media sosial lain?

Integrasi dengan layanan media sosial lain belum, saat ini pun di Sebangsa kita bisa melakukan crosspost ke Facebook dan Twitter misalnya. Saat ini kita sedang mengembangkan integrasi laporan publik ke sistem LAPOR pemerintah di bawah Kantor Staff Kepresidenan. Satu yang pasti kita terus masih melakukan perbaikan dan juga nanti di Januari 2016 rencananya kita akan merilis versi 2 Sebangsa

sebangsa

Bicara soal Internet of Things, bagaimana Enda memandang hal ini?

Should be interesting dengan makin turunnya harga sensor ya. Banyak kreativitas baru bisa dilakukan, tapi masalahnya startup hardware di Indonesia masih jarang

Bisa diceritakan peran Sebangsa dalam pengembangan IoT di Indonesia?

Saat ini kita masih merapikan sistem dasarnya Sebangsa, dari API, user profile, dan lain-lain. Ke depan tidak menutup kemungkinan jika ada inovator IoT di Indonesia mengintegrasikan sistemnya sehingga Sebangsa bisa berfungsi sebagai aplikasi yang menampilkan data user.

Sebangsa App

Apakah Anda penggemar produk teknologi seperti smarwatch, drone, atau wearable gadget lainnya?

Penggemar iya, eh tapi drone bukan wearable kali ya? hehe.

Bagaimana menurut Anda perkembangan perangkat seperti itu di Indonesia?

Kayaknya potensinya banyak, pernah pakai movement tracker wrist tapi ternyata tidak terlalu ngaruh ya, akhirnya dilepas. Google Glass juga pernah mencoba tapi untuk keperluan sehari-hari rasanya masih banyak yang harus dikembangkan. Kuncinya untuk wearable device adalah bagaimana bendanya bisa tidak terlihat atau tidak terasa saat dipakai, tapi mampu membuat analisis data dari diri kita.

Untuk aplikasi seperti layanan booking transportasi dan layanan on-demand, apakah Anda menggunakannnya?

Mostly Uber untuk memudahkan bepergian.

Seberapa penting efektivitas aplikasi tersebut di keseharian Enda?

Berjalan dengan efektif hampir di semua kesempatan dan pembayaran yang tidak pakai cash itu kalau buat saya adalah salah satu keunggulannya.

Aplikasi Sebangsa

Maksimalkan digital lifestyle Anda dengan aplikasi yang tepat. Pelajari lewat artikel berikut, Sejalan dengan Digital Lifestyle, KRLmania Bantu Sebarkan informasi

0 comments