NOW READING

Masuk Cabor Di Asian Games 2018, Apa itu E-sport?

 135
+
 135

Masuk Cabor Di Asian Games 2018, Apa itu E-sport?

by The Daily Oktagon

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah event olahraga terbesar se-asia yakni Asian Games 2018. Banyak cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di ajang empat tahun sekali ini. Secara keseluruhan, hampir seluruh cabor sudah banyak dikenal oleh masyarakat antara lain, sepakbola, bola basket, bulutangkis, dan lain-lain. Tapi dengan kemajuan teknologi telah dimasukkan cabor baru yakni e-Sport pada perhelatan Asian Games 2018 kali ini. Meski baru, E-sport yang dipertandingkan hanya bersifat eksibisi atau medali yang diperebutkan tidak dihitung.

Tapi kalian tahu apa itu e-Sport? Bagi sebagian penggemar game konsol mungkin tidak asing dengan nama e-sport.  E-sport atau electronic sport secara umum diketahui sebagai permainan yang menyuguhkan kompetisi layaknya olahraga pada sebuah video game. E-sport adalah sebuah permainan tanpa mengandalkan fisik pemainnya langsung seperti olahraga pada umumnya, tetapi hanya melalui layar yang terhubung dengan internet. Beberapa gim e-sport yang banyak dikenal antara lain, Nascar, FIFA Football, Dota, dan NBA. Untuk event Asian Games 2018 kali ini ada 4 gim e-sport yang dipertandingkan yakni Arena Of Valor, Pro Evolution Soccer, League Of Legends, Clash Royale, dan Heartstone.

Baca juga : Mau jadi Atlet eSports? Baca Dulu ini!

E-sport sudah banyak digandrungi dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Meski menyajikan permainan olahraga, tetapi masih banyak orang yang menganggap e-sport bukanlah olahraga sungguhan melaiknkan sekedar gaming atau permainan hiburan dalam video game. Seperti dikutip dari laman indogamers.com, e-sport sudah lama masuk di indonesia. E-sport sendiri diakui dan telah mendapat dukungan dari ieSPA (Indonesia e-sport Association) sebagai cabang olahraga elektronik.

E-sport juga dianggap memiliki struktur dan tingkatan pertandingan sama seperti pada cabang olahraga lainnya. Namun yang membedakan adalah para atlet e-sport tidak bertanding secara fisik tapi lebih berkonsentrasi pada strategi dan dipertandingkan secara online melalui komputer. Untuk diketahui, ieSPA merupakan bagian dari FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) yang telah diakui oleh Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), maupun KOI (Komite Olahraga Indonesia).

Di sisi lain, bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI), olahraga memiliki pengertian sebagai n gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh (seperti sepak bola, berenang, lempar lembing). Dari definisi ini, sudah jelas bahwa olahraga semestinya menggunakan bagian tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan orang yang melakukan olahraga itu sendiri.

Baca juga : 9 Tanda Kalau Kamu Memang Gamer Sejati

E-sport sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan dari berbagai hal. Pada kelebihannya, e-sport menghadirkan hadiah yang menggiurkan padahal hanya sekedar untuk bermain game. Selain itu, pemain e-sport bisa mudah terkenal melalui dunia maya dan kebanyakan memiliki sumber penghasilan dari profesi ini dengan menjadi seorang youtuber gamer. Sementara melihat kekurangannya, e-sport jelas sangat mengandalkan otak dibanding fisik secara langsung. Pemain e-sport justru harus lebih sering berolahraga supaya tidak terserang penyakit karena biasanya hanya duduk dalam waktu lama untuk bermain game.

Perdebatan apakah e-sport boleh dimasukkan sebagai kategori olahraga atau bukan semestinya lebih melihat tujuan dan manfaat olahraga itu sendiri. E-sport boleh dianggap bisa memunculkan kompetisi dalam permainnya, namun tidak mempertunjukkan olah tubuh dengan tujuan kebugaran atau mengajak masyarakat menjaga kesehatan melalui olahraga. Selain itu, olahraga juga semestinya menjadi kampanye sportifitas dan perdamaian bukan mengajak orang ramai-ramai melototi layar.

0 comments