NOW READING

Malam Anugerah Fotografi Bandung 2016: Memupuk Visi dan Harapan

 1946
+
 1946

Malam Anugerah Fotografi Bandung 2016: Memupuk Visi dan Harapan

by The Daily Oktagon
  • Sebagai kota yang dikenal luas lewat kreativitasnya, Program Studi Fotografi dan Film Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan, Bandung, menggelar acara penghargaan untuk fotografer sebagia bentuk apresiasi atas karya dan kontribusi di dunia fotografi.
  • Visi dan harapan akan berkembangnya dunia fotografi di Kota Kembang menjadi pesan utama dari penghargaan dan para pengisi acara Malam Anugerah Fotografi Bandung 2016 ini.
  • Salah satu pondasi visi dan harapan itu adalah memahami eratnya hubungan fotografi dan teknologi, seperti yang disampaikan The Daily Oktagon dan penerima penghargaan Lifetime Achievement, H Komar Hanafi.

Bandung, kota sejuta kreativitas yang tak pernah padam. Beragam ide kreatif dan inovasi kerap muncul dari para pemuda di Kota Kembang ini. Salah satu yang bidang pekerjaan kreatif yang berkembang di Bandung adalah fotografi. Terkait hal itu, Program Studi Fotografi dan Film Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan pun mengadakan “Bandung Photography Month”.

Awalnya, kegiatan ini diadakan sebagai peringatan 17 tahun berdirinya Program Studi Fotografi dan Film di kampus tersebut, tapi kemudian berkembang menjadi kegiatan rutin taunan yang disebut juga sebagai “The Annual Bandung Photography Month”.

Pada 2016 ini, acara yang singkatnya dikenal sebagai Bandung Photography Month ini diisi berbagai kegiatan fotografi yang padat nilai pendidikan, seperti Photography Book Show, Old Photo Process Exhibition dan workshop-nya, Artist Talk scorPHiOTO Photography Exhibition, Workshop Ethno Photography, dan ditutup dengan Malam Anugerah Fotografi Bandung.

Simak juga cerita tentang spontanitas Komunitas Street Photography Indonesia di sini

Malam puncak bertajuk “Dari Bandung Untuk Fotografi Indonesia” itu diadakan pada 16 Desember 2016 di Kampus IV Universitas Pasundan, Jalan Setiabudi 193 Bandung. Acara yang dihadiri setidaknya 50 orang itu dibuka pada pukul 16.30 WIB lewat penampilan akustik mahasiswa dan sambutan ketua program Studi Fotografi dan Film sekaligus salah satu dewan yang menentukan calon penerima penghargaan fotografi 2016, Harry Reinaldi, atau dikenal dengan julukan Pak Harsos.

Dalam sambutannya itu, Pak Harsis menyampaikan harapan kalau gelaran “The Annual Bandung Photography Month” mesti diadakan secara konsisten. “Penghargaan ini bukan buat bukti kemenangan, tapi apresiasi untuk para fotografer yang sudah memberikan kontribusi pada dunia fotografi. Kami harap dengan adanya anugerah ini, peran kita makin nyata di kancah fotografi nasional,” ujarnya.

Selain itu, Dekan FISS Universitas Pasundan, Ibu Dr. Hj. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd yang juga mewakili rektor tak melewatkan kesempatan memberikan sambutannya, “Saya sangat bangga dengan kegiatan ini. Meski slogannya dari Bandung untuk fotografi Indonesia, tapi nyatanya sudah melanglang buana juga,” katanya. Ia juga menyatakan rasa terima kasih pada Asosiasi Profesi Fotografer Indonesia (APFI) yang mendukung kegiatan ini.

Terkait APFI ini, memang kebetulan banyak pengurus inti APFI berlokasi di Bandung, jadi dukungan memang otomatis jadi bagian dari aktivitas dan semangat berkarya lewat fotografi yang ingin mereka kembangkan dan tularkan di Bandung.

Usah rangkaian sambutan, acara pemberian penghargaan pun berlangsung. Mulai dari pembacaan penerima penghargaan kategori fotografi penerbit yang kemudian diberikan pada Galeri Foto Jurnalistik Antara; lalu kategori fotografi jurnalistik yang penghargaannya diberikan pada Pewarta Foto Indonesia. Yang tak kalah menarik juga adalah presentasi dari The Daily Oktagon yang juga salah satu sponsor acara Malam Anugerah Fotografer Bandung 2016.

The Daily Oktagon kerap mendukung berbagai kegiatan fotografi lainnya, seperti pada kontes foto superhero di Jakarta yang juga berlangsung baru-baru ini. Baca selengkapnya di sini

Perwakilan The Daily Oktagon, Mochammad Lanrega Hafiz menyampaikan tentang keunikan dan manfaat yang bisa didapatkan pembaca dari situs ini. “Kami memang ingin mendekatkan teknologi pada para pembaca, dengan harapan kita semua makin melek teknologi. Bukan sekadar ter-update dengan inovasi terkini, tapi juga memahami teknologi yang dibutuhkan oleh diri sendiri,” ujarnya.

Keriaan acara malam itu pun kembali dilanjutkan dengan pembacaan para penerima penghargaan dari kategori pendidikan fotografi, fotografi dokumenter, dan fotografi komersial. Para penerima deretan penghargaan itu adalah: Anton Ismael (pendidikan fotografi), Don Hasman (fotografi dokumenter), Roy Genggam (fotografi komersial).

Selain lima penghargaan yang diberikan, ada dua lagi kategori khusus yang disediakan pada malam itu, yaitu penghargaan khusus APFI yang diberikan pada Ferry Ardianto, serta penghargaan Lifetime Achievement yang diberikan pada H Komar Hanafi.

Dalam komentarnya, Komar menceritakan bagaimana pentingnya memahami perkembangan dunia sampai sekitar lima puluh tahun ke depan. Saat itu, katanya, pada 1978, Komar menghadiri seminar yang mengatakan kalau dunia akan menghadapi gelombang perkembangan teknologi yang sangat canggih dari tumbuhnya inovasi di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Karena itu, pada 1996, dengan keberanian ia pun mendirikan program studi fotografi dengan harapan ke depan bahwa kelak para fotografer bisa menjawab tantangan perkembangan teknologi.

“Baru saja kita dengar dari paparan The Daily Oktagon, serta APFI, bahwa teknologi dan fotografi itu berhubungan erat. Karena itu, fotografi makin mudah, sekaligus makin dibutuhkan masyarakat luas. Saya ingin, ke depannya para mahasiswa lebih berani terjun langsung ke lapangan, dan tidak hanya mengandalkan materi dari kampus. Hingga, setelah lulus nanti, bisa langsung memberikan kontribusi nyata dalam profesinya sebagai fotografer,” tandas Komar.

Dan akhirnya, acara Malam Anugerah Fotografi Bandung 2016 itupun ditutup lagi dengan penampilan mahasiswa dan acara foto bersama dengan para penerima penghargaan. Semoga dunia fotografi di Bandung kian berkembang, dan sampai jumpa tahun depan!

Baca juga Insights terbaru tentang media sosial dan kodratnya yang tak lagi sama dengan saat awal popularitasnya, di sini

0 comments