NOW READING

Lima Tips Membuat Password Media Sosial yang Aman

 1202
+
 1202

Lima Tips Membuat Password Media Sosial yang Aman

by The Daily Oktagon
  • Maraknya peretasan akun media sosial menjadi indikator bahwa terkadang pengguna internet tidak terlalu paham akan pentingnya sebuah password yang aman.
  • Oleh karena itu, adanya artikel ini diharapkan bisa membantu para pengguna media sosial agar terhindar dari tindak kejahatan tersebut.
  • Jangan remehkan keberadaan password di dunia maya.

Teknologi selalu hadir bak dua mata koin. Di satu sisi kemajuannya membawa manfaat pada ilmu pengetahuan. Tapi di sisi lain, dunia maya juga menjadi tanah subur untuk lahan kejahatan. Begitu pula di ranah media sosial, belum lama ini ada kabar yang mengatakan bahwa seorang hacker telah meretas akun media sosial milik rumah produksi HBO dan memberikan bocoran-bocoran mengenai serial “Game Of Thrones”. Tak hanya itu, di Instagram, pengalaman seorang pengguna membuat akun baru pun cukup sering terdengar. Biasanya alasan bahwa akunnya telah diretas menjadi yang teratas.

Ya, keberadaan media sosial semakin penting dalam kehidupan. Jumlah pengikut menjadi ukuran betapa berharganya akun-akun ini. Karena tidak jarang seseorang bisa menghasilkan jutaan rupiah melalui media sosialnya. Hal ini pun kemudian menarik perhatian beberapa oknum untuk mengambil jalan pintas dengan mencoba membajak akun media sosial tersebut. Pembajakan ini sendiri biasanya dilakukan dengan pembobolan password akun media sosial.

Foto: Shutterstock

Baca juga: Dunia Influencer, Brand, dan Media Sosial yang Makin Dinamis

Ancaman peretasan akun media sosial mengingatkan akan ungkapan yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Dalam hal ini berarti lebih baik membuat password yang aman ketimbang merelakan akun media sosial diretas. Lalu bagaimana membuat password yang aman untuk media sosial? Berikut beberapa tips membuat password yang aman.

1. Gunakan minimal 8 karakter dengan angka, huruf besar, dan simbol

Foto: Shutterstock

Semakin panjang password yang digunakan, semakin sulit akun media sosial untuk diretas. Apalagi jika kode pengaman mengandung unsur angka, huruf besar, dan simbol. Menurut beberapa sumber, password yang memiliki kriteria seperti ini sulit untuk dipecahkan. Setidaknya butuh usaha ekstra dari hacker untuk memecahkan kode-kode tersebut.

Contoh password-password dengan unsur-unsur tersebut adalah menuliskan “Indonesia” dengan “1nDon3si@” atau bisa juga “Oktagons” menjadi “0kt@gon$”.

Tapi perlu diketahui bahwa kata kunci yang digunakan jangan terlalu susah untuk diingat. Takutnya aktivitas mengatur ulang password akan menjadi sering dilakukan. Dan hindari penggunaan kata-kata yang menyangkut data pribadi seperti tanggal lahir atau alamat rumah. Karena password yang menyangkut data-data tersebut mudah untuk ditembus.

2. Gunakan password yang berbeda untuk tiap media sosial

Foto: Shutterstock

Penggunaan kata kunci yang sama untuk semua akun media sosial kerap dilakukan. Penerapan penggunaan password ini dilakukan para pengguna media sosial untuk mempermudah akses. Padahal sebenarnya hal ini justru membuat tingkat keamanan akun media sosial menjadi rendah dan mudah untuk diretas.

Ada baiknya untuk menggunakan satu password untuk setiap media sosial. Tidak perlu berbeda jauh cukup bedakan dengan penggunaan satu karakter lain atau tambahan huruf. Misalnya kata kunci untuk Instagram menggunakan “1Ndon3si@” maka untuk twitter bedakan dengan “1Nd0n3s1@”. Mudah untuk diingat, bukan?

3. Pakailah dua langkah otentikasi

Foto: Shutterstock

Beberapa media sosial hadir dengan sistem keamanan dengan dua langkah otentikasi. Dimana sistem ini akan melindungi akun media sosial ketika diakses dari tempat dan gawai yang tidak biasa digunakan. Sistem ini akan membantu para pemilik media sosial untuk dengan mudah menghindari pembajakan akun.

Biasanya, langkah otentikasi ini dilakukan dengan tidak hanya meminta password saja, melainkan melibatkan proses verifikasi lain melalui ponsel atau email. Sehingga ketika terdeteksi akses media sosial dari lokasi serta gawai lain, permintaan otentikasi juga dikirimkan ke email dan ponsel pemilik.

4. Hati-hati dengan situs/email asing yang meminta data media sosial

Ketika berselancar di dunia maya, kerap muncul situs/email yang memberikan link yang berisi pancingan untuk mengisi data media sosial. Perlu diketahui bahwa situs/email tersebut bisa jadi merupakan salah satu trik phising.

Phising sendiri merupakan sebuah cara untuk mendapatkan informasi pengguna internet mulai dari identitas sampai password media sosial. Data-data tersebut nantinya bisa digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun media sosial seseorang.

Biasanya aksi phising berujung dengan peretas meminta uang tebusan kepada pemilik akun. Seperti pada kasus peretasan iCloud, dimana pemilik akun diminta untuk membayar $50 Bitcoin untuk bisa mengakses komputer dan gawainya kembali.

5. Ganti password sebulan sekali

Foto: Shutterstock

Jika memungkinkan gantilah kode pengaman yang digunakan sebulan sekali. Hal ini akan membuat password tidak mudah dibobol oleh peretas. Terutama oleh para penjahat dunia maya yang sering menerapkan sistem serangan Brute-force untuk membajak media sosial.

Well, mengganti password sebulan sekali memang terdengar menyusahkan, tapi demi keamanan ada baiknya sistem ini diterapkan. Penggantian password media sosial sendiri hanya membutuhkan waktu hingga 5 menit. Jadi, penerapan sistem keamanan ini tidak terlalu merepotkan sebenarnya.

Itu tadi beberapa tips untuk membuat password media sosial yang aman. Jika saat ini terdapat beberapa langkah yang belum diterapkan di media sosial yang digunakan, ada baiknya segera mengubahnya sekarang juga. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Amankan media sosial sebelum diretas dan tak kembali.

Baca juga: Seberapa Aman Berbelanja di Toko Online?

0 comments