NOW READING

Laga Laptop Gaming Alienware, Razer, dan Acer

 1579
+
 1579

Laga Laptop Gaming Alienware, Razer, dan Acer

by The Daily Oktagon
  • Laptop gaming memadukan unsur mobilitas sebuah laptop dengan kemampuan setara komputer desktop untuk memainkan game
  • Memasuki era virtual reality (VR) umumnya prosesor serta grafis laptop gaming saat ini sudah siap mendukung game dengan konsep VR
  • Meskipun mampu menawarkan kemampuan gaming yang gahar setara PC desktop namun ada beberapa konsekuensi yang perlu dipertimbangkan saat memilih laptop gaming

Siapa yang tidak suka bermain game? Laptop karena sifatnya yang mobile pun sudah hadir dengan spesifikasi yang diperuntukkan khusus untuk gaming. Jadi bermain game bisa dimana saja!

Tentu yang dimaksud adalah laptop gaming. Mengingat kemampuan perangkat ini memadukan kinerja layaknya komputer desktop untuk memainkan game ringan hingga berat, dan juga unsur mobilitas dari laptop makanya harganya terbilang mahal.

Harga yang mahal ini tentu jangan sampai membuat kita “beli kucing dalam karung”. Berikut ini The Daily Oktagon tunjukkan perbandingan tiga buah laptop gaming dari brand yang memang terkenal dengan lini laptop gaming, yaitu Alienware 13 R3, Razer Blade Pro, dan Acer Predator 17 X.

Impresi Awal Desain

Lumrah jika laptop gaming memiliki desain yang mencolok ketimbang laptop di segmen yang biasa, ini jadi daya tarik bagi para gamer, terlihat gahar dan berbeda dengan yang lain.

Alienware identik dengan desain layaknya sebuah pesawat luar angkasa. Begitu pun Alienware 13 R3 yang memiliki layar 15 inci memiliki desain yang menarik di mata namun cukup tebal dimensi bodinya.

Laptop ini berimensi 13 x 10,6 inci dengan ketebalan 0,87 inci. Soal ketebalan laptop gaming tentu disebabkan ukuran kipas yang berfungsi mengusir udara panas saat laptop bermain game dalam waktu yang lama.

Beralih ke Razer Blade Pro dengan ukuran layar 17,3 inci ini justru berpenampilan profesional. Perangkat ini menunjukkan bahwa laptop gaming bisa tampil slim dan elegan. Boleh dibilang ketika melihatnya akan sangat terasa nuansa MacBook. Dimensi Razer Blade Pro 16,8 x 10,9 inci dengan ketebalan 0,88 inci.

Acer Predator 17 X

Di antara kedua perangkat yang sudah disebutkan, Acer Predator 17 X bisa dibilang yang tertebal. Mengusung layar yang sama dengan Razer Blade Pro, Acer Predator 17 X memiliki ukuran bodi 16,65 x 12,66 inci dengan ketebalan 1,77 inci.

Desainnya terbilang simpel hanya tidak lebih elegan dari Razer Blade Pro, sebab lubang kipas laptop ini berada di belakang layar terlihat sangat mencolok karena ukurannya yang besar dan memanjang.

Bobot dari Laptop Gaming

Ukuran dimensi tentu menentukan bobot. Ukuran dimensi atau bodi didukung dengan material serta arsitektur susunan mesin di dalamnya, sebisa mungkin harus menghasilkan bobot yang ringan sebab siapa yang mau mengalami sakit punggung atau pegal-pegal karena menggendong.

Alienware 13 R3 memiliki bobot 2,6kg lalu Razer Blade Pro seberat 3,07kg dan Acer Predator 17 X bobotnya 4,67kg. Untuk perangkat yang pertama disebutkan menjadi yang teringan sebab hanya memiliki layar berukuran 13 inci. Sementara Acer Predator 17 X menjadi terberat karena tersedia built-in speaker.

Bobot yang berat kerap beralasan karena dapur pacu perangkatnya yang gahar, misalnya tersedia beberapa memori penyimpanan atau kartu grafis, namun tetap saja laptop gaming harus tetap seperti laptop yang bisa ditenteng kemana saja dan bukan malah seperti menggendong komputer desktop.

Mari Bermain!

Ketiga laptop ini memiliki dapur pacu yang mumpuni untuk bermain game dengan grafis yang luar biasa memanjakan mata sekaligus membuat kinerja laptop gaming lebih berat ketimbang laptop biasanya.

Ketiga laptop ini memiliki backlit keyboard alias lampu yang menyala dibalik tiap tuts sehingga kita dapat tetap dapat bermain dengan jelas di ruangan minim penerangan.

Baik Alienware 13 R3 dan Acer Predator 17 X memiliki desain kibor yang umum, yakni berukuran lebar agar jemari terasa lega saat bermain dengan trackpad di bagian bawah keyboard.

Razer Blade Pro

Namun Razer Blade Pro lebih memahami gamer rupanya karena meletakkan posisi trackpad sejajar dengan papan kibor yakni di sisi kiri sehingga posisi menggunakannya serupa saat kita bermain menggunakan perangkat mouse.

Lanjut ke dapur pacunya ketia laptop ini berhasil menjalankan game seperti The Division dan GTA V dengan resolusi 1080p serta pengaturan kualitas grafis tinggi dengan sangat lancar.

Perlu diperhatikan bahwa prosesor, kartu grafis, serta kapasitas memori penyimpanan sangat penting untuk sebuah laptop gaming saat ini sebab game yang digemari belangan benar-benar membutuhkan spesifikasi perangkat yang semakin gahar serta kapasitas memori yang rakus.

Mau tahu laptop gaming favorit Giring Nidji? Intip di sini

Alienware 13 R3 yang memiliki layar OLED sehingga grafisnya sangat memukau didukung dapur pacu berisi prosesor 2,6GHz Intel Core i7-6700HQ dengan fitur Turbo Boost untuk meningkatkan performanya saat dibutuhkan.

Menggunakan dua kartu grafis, Nvidia GeForce GTX 1060 dan Intel HD Graphics 530serta memori grafis 6GB DDR5 sehingga mampu memainkan game dengan pengaturan kualitas grafis rata kanan alias ultra. RAM yang disediakan juga sebesar 16GB DDR4 sehingga bisa digunakan untuk multitasking sembari bermain game. Memori penyimpanannya menggunakan SSD berkapasitas 512GB

Razer Blade Pro dan Acer Predator 17 X dalam hal grafis sedikit lebih mumpuni dari Alienware 13 R3, tidak hanya layar yang lebih besar tetapi juga mendukung resolusi 4K tetapi hanya AcerPredator 17 X tidak mendukung fitur layar sentuh.

Razer Blade Pro memiliki dapur pacu berisi 2,6GHz Intel Core i7-6700HQ dengan dua kartu grafis yaitu Nvidia GeForce GTX 1080 dan Intel HD Graphics 530 yang memori grafisnya berkapasitas 8GB. Untuk RAM perangkat ini memiliki kapsitas yang lebih besar yaitu 32GB DDR4. Lalu memori penyimpanannya berkapasitas 1TB SSD.

Beralih ke Acer Predator 17 X yang dapur pacunya menggunakan 2,7GHz Intel Core i7-6820HK dengan dukungan hanya satu kartu grafis, yaitu Nvidia GeForce GTX 980 yang kapasitas memorinya 8GB. RAM yang diberikan sebesar 32GB. Meski menggunakan kartu grafis yang lebih rendah dibanding keduanya tetapi perangkat ini dipasangkan dua jenis memori penyimpanan, 512GB SSD dan 1TB SATA.

Baterai dan Harga

Sebelum masuk ke harga, ada satu hal penting yang perlu dilihat dari ketiga perangkat ini. Baterai! Laptop gaming sangat bergantung pada baterai karena performanya gahar tentu akan sangat rakus mengkonsumsi baterai. Itu sudah jadi hukum alam. Umumnya sulit bagi laptop gaming bertahan hingga durasi 5 jam.

Alienware 13 R3

Kalau Anda mencari laptop atau tablet hybrid terbaru, cek di sini

Alienware 13 R3 aktif bertahan hingga durasi kisaran 3 jam 15 menit, lalu Razer Blade Pro selama kisaran 3 jam 52 menit, dan Acer Predator 17 X hanya 2 jam 40 menit. Jelas yang bisa tahan lebih lama yang terbaik, meskipun Anda merendahkan resolusi atau meringankan kinerja perangkat tetap saja tidak akan bisa menambah banyak durasi daya laptop tersebut.

Nah, soal harga tentu laptop gaming tidak pernah dibanderol murah. Di awal perilisannya ke pasar, Alienware 13 R3 dihargai Rp23 jutaan. Untuk Razer Blade Pro yang bisa dibilang terbaik ketimbang dua lainnya dipasang harga Rp48 juta dan terakhir Acer Predator 17 X dilepas dengan harga Rp41 juta. Bagaimana, sudah menemukan “pencerahan” dari perbandingan ini?

0 comments