NOW READING

Kreasi Pencipta Musik dengan Teknologi Digital

 1837
+
 1837

Kreasi Pencipta Musik dengan Teknologi Digital

by The Daily Oktagon
  • Selain instrumen, kemajuan teknologi lewat hardware dan software dapat menjadi peranan yang penting dalam pembuatan sebuah musik.
  • Kemampuan musisi dalam “mengulik” sebuah sound lewat kemajuan teknologi menurut Winky Wiryawan mutlak diperlukan agar bisa terus update terhadap inovasi.
  • Menurut Nikita Dompas, semua teknologi yang berkaitan dengan fungsi merekam sangat dibutuhkan oleh para musisi dalam berkarya.

Lewat perkembangan teknologi, proses penciptaan sebuah lagu atau komposisi musik saat ini tak hanya bergantung pada instrumen musik saja.

Bicara proses kreatif penciptaan lagu kini juga akan bicara penggunaan inovasi teknologi, baik hardware pun software. Urusan hardware dapat berupa aneka gadget yang bisa digunakan untuk menciptakan nada, sementara software bisa berupa program-program yang digunakan untuk menciptakan nada dan menggabungkannya menjadi sebuah komposisi.

The Daily Oktagon berbincang dengan dua musisi yang juga pencipta lagu, tentang proses mereka dalam membuat lagu, dan “campur tangan” teknologi di dalam proses tersebut.

Winky Wiryawan – “Mengulik” Dalam untuk Update Teknologi

Sebelum menjadi aktor, nama Winky Wiryawan dikenal sebagai disk jockey. Namanya telah malang melintang di nightlife scene sejak tahun 2000-an awal dan identik dengan musik EDM (Electronic Dance Music).

Bergelut dengan musik elektronik tentunya Winky cukup banyak mengandalkan teknologi dalam bermusik. Ia sudah mencoba menggunakan berbagai software untuk membuat lagu sejak awal tahun 2000-an.

Ia mengaku pertama kali memakai Reason (digital audio workstation software), beralih ke Cubase, sampai akhirnya berlabuh di Ableton. “Perkembangan teknologi musik ini sangat maju, semuanya menjadi lebih sederhana dan memudahkan musisi untuk berkreasi saat menciptakan sebuah lagu,” kata Winky.

Winky Wiryawan

Winky Wiryawan

Pengalamannya dengan berbagai software ini membuat Winky paham akan wilayah penggunaannya. Misalnya untuk urusan piranti lunak audio unit, Winky mengandalkan Serum. Tapi karena ia sekarang sedang memproduksi musik sebuah band metal, software untuk sound-sound elektronik seperti ini tidak terpakai dulu.

Simak profil Bottlesmoker, duo musisi yang juga identik dengan electronic music

Winky mengaku bisa menciptakan musik di mana saja, modalnya hanya Macbook Pro yang telah terpasang Ableton Live 9. Smartphone juga menurut Winky memegang peranan yang cukup penting dalam proses pembuatan lagu. “Terkadang saya suka humming nada-nada pas lagi di luar, lalu direkam lewat fitur voice memo yang ada di iPhone terus sampai rumah baru dikembangkan,” ungkap Winky.

Sementara untuk urusan mendengarkan musik lewat headphone, saat ini Winky mengandalkan Focal Spirit Classic. “Saya suka headphone ini karena dinamika suaranya yang warm, tidak menusuk di telinga saya,” ungkapnya.

Tentang perkembangan teknologi di bidang musik yang sangat dinamis, Winky berpandangan seorang musisi harus memiliki kemauan dan waktu luang yang cukup untuk bisa mendapatkan berbagai suara yang diinginkan.

Baginya tidak ada tips yang lebih baik selain menjadi “nerd” untuk teknologi dan mengeksplorasi sound-sound yang bisa dihasilkan. “Terkadang teknologi musik bahkan bisa menjadi subsitusi yang solutif bagi orang yang tidak pandai menemukan chord yang sesuai. Mereka bisa lebih dimudahkan dalam menemukan keluarga chord,” sambungnya.

Berbicara tentang harapan Winky tentang teknologi musik yang bisa diciptakan pada masa mendatang, ia menyebutkan satu hal, “Saya ingin ada yang bisa menciptakan gadget musik digital, meskipun susah ya, yang bisa menghasilkan suara-suara analog,” tutupnya.

Bermusik makin asyik dengan berbagai gadget terbaru berikut ini

Nikita Dompas – Semua Teknologi Perekam Sangat Membantu 

Musisi jazz yang satu ini menyadari bahwa perkembangan teknologi sangat membantu para pencipta pagu dalam proses berkarya. “Salah satu contoh yang paling mendasar adalah lewat smartphone kita. Lewat smartphone kita bisa mengarsip ide-ide yang ada untuk menjadi sebuah lagu,” terang Nikita.

Ia menyebutkan semua teknologi yang berkaitan dengan gadget perekam sangat bermanfaat baginya dalam menciptakan sebuah lagu. “Gadget yang saya gunakan selain instrumen adalah iPhone 6, tempat saya merekam semua ide awal dari lagu-lagu yang saya ciptakan,” ungkapnya.

Nikita Dompas

Nikita Dompas

Lalu setelah diarsipkan, ia pindahkan ke MacBook dengan menggunakan software Logic X untuk kemudian beralih ke membuat aransemen dasar. “Setelah itu baru menuju ke studio untuk direkam bersama session musicians,” jelasnya. Untuk dapat mendengarkan secara detail sound-sound yang dihasilkan, Nikita memercayakan kemampuan ini kepada headphone besutan Audio Technica.

Ulasan earphone gahar lain juga bisa dibaca di artikel ini

Berbicara tentang update teknologi musik yang berkembang pesat ini, Nikita mengaku tak mengalami kesulitan yang cukup berarti untuk mengikutinya. Sebuah teknologi yang baru muncul dengan segera sudah ada tutorialnya yang bisa dicari sendiri di internet, atau menonton videonya di YouTube. “Hampir semua teknologi yang dibayangkan sudah terjadi, Untuk cloning amplifier kurang dari tiga menit saja sudah ada,” ungkap Nikita.

Teknologi memang diciptakan untuk membantu manusia dalam menjalani aktivitasnya. Kedua musisi ini telah merasakan manfaatnya. Sekarang tinggal bagaimana para musisi menyikapi perkembangan ini untuk dapat membuat mereka lebih kreatif dalam menciptakan sebuah karya.

0 comments