NOW READING

Komunitas IoT ajak Anda Berkenalan dengan Internet of Things

 2288
+
 2288

Komunitas IoT ajak Anda Berkenalan dengan Internet of Things

by The Daily Oktagon

Bagi sebagian orang, Internet of Things (IoT) mungkin masih terdengar asing di telinga. Ternyata, di Indonesia, komunitas IoT sudah cukup berkembang dan sudah banyak pula yang berkarya.

Sebelum membahas komunitasnya, Anda perlu tahu dulu, apa sebenarnya IoT itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, The Daily Oktagon berbincang-bincang dengan Sofian Hadiwijaya yang telah lama berkecimpung di dunia ini untuk berbagi cerita mengenai IoT.

Dijelaskan oleh Sofian, Internet of Things adalah sebuah konsep membuat benda atau objek dengan bantuan perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, dan koneksi internet mampu bertukar data atau informasi. Sehingga benda tersebut bisa saling berinteraksi dan menjadi lebih “pintar.”

“Contoh simpel benda yang menggunakan teknologi ini adalah ATM. Benda ini bisa berinteraksi dengan mesin server melalui internet, sehingga kita bisa menarik uang,” jelas CTO CrazyHackerZ ini.

“Contoh lainnya, pada ATM setor tunai, terdapat sensor yang bisa membedakan besaran uang yang kita setorkan,” tambah Sofian yang mendirikan CrazyHackerZ bersama rekannya Anand Mulani.

Regular_Image_-_Acara_meeting_Komunitas_IoT

Menurut Sofian, IoT merupakan teknologi yang semakin mempermudah aktivitas sehari-hari Anda. Tidak hanya seperti ATM yang tadi dicontohkan, seseorang dapat berinteraksi dan mengontrol benda-benda miliknya dengan memanfaatkan teknologi IoT, di mana pun ia berada. Sofian sendiri sudah menerapkan IoT di kamarnya.

“Karena saya orangnya malas, saya mencoba membuat kamar saya lebih smart. Saya bisa mengontrol lampu dan AC dari internet. Ketika saya pulang, kamar sudah dalam keadaan dingin. Juga, ketika ingin tidur, saya bisa mematikan lampu tanpa harus beranjak dari atas kasur,” imbuhnya.

Dampak positif IoT juga dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Sekarang ini sedang banyak dikembangkan smart city, salah satunya Jakarta. Nah, bayangkan betapa mudahnya hidup di sebuah kota jika kotanya dapat berinteraksi dengan warganya. Dalam sebuah smart city yang memanfaatkan teknologi IoT, Anda bisa mengetahui jalan mana yang macet, efisiensi penggunaan energi lampu jalan, hingga perkiraan cuaca.

Saat ini, komunitas IoT yang getol mengadakan pertemuan adalah Komunitas IoT Bandung. Meski baru didirikan pasca Hackathon IoT pertama di Indonesia, Maret 2015 lalu, komunitas ini sudah mengadakan pertemuan sebanyak 13 kali. Pertemuan terakhir dihelat di Koloni Cafe, Jumat, 3 Juli 2015.

Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan yang dikoordinasi oleh Martin Kurniadi, salah satu pendiri Geeknesia, membahas berbagai topik seputar IoT. Mulai strategi monetasi IoT, kebangkitan developer warga (citizen developer), dan pemanfaatan Raspberry Pi untuk IoT.

“Biasanya kegiatan ketika komunitas IoT ngumpul adalah workshop dan sharing teknologi terbaru,” jelas Sofian yang juga dikenal sebagai Intel IoT Innovator.

Regular_Image_-_Sofian

Sofian Hadiwijaya

 

Komunitas IoT juga kerap mengenalkan teknologi dari Intel lewat beberapa board yang berhubungan dengan IoT, seperti Intel Galileo dan Intel Edison.

Selain perusahaan rintisan milik Sofian dan Geeknesia, sudah banyak juga anggota komunitas yang mempopulerkan IoT. Salah satunya adalah eFishery, perusahaan rintisan yang membantu pembudidayaan ikan dalam bentuk tempat pakan ikan pintar.

“Dengan bantuan alat tersebut, para petani bisa menghemat pemberian pakan karena terdapat sensor yang melacak apakah semua ikan sudah mendapatkan makanan atau belum. Ketika pemberian pakan sudah berjalan secara efisien, ini juga berimbas pada kondisi kolam yang lebih sehat karena tidak ada pakan yang terbuang. Bahkan, ketika pakan habis, alat ini bisa mengirimkan notifikasi ke pemilik kolam,” tambah laki-laki kelahiran Tanjung Raja, 21 Maret 1989 ini.

Ketika ditanya apa saja produk IoT karya yang sudah dikembangkan oleh CrazyHackerZ, Sofian membeberkan beberapa di antaranya; Instaprinter, printer digital yang terhubung dengan media sosial berdasarkan geo lokasi; Instabelly, vending machine yang dapat mengeluarkan permen secara otomatis ketika pengguna melakukan check-in di lokasi tertentu; dan Selfie-o-matic, photobox yang bisa langsung mengirim hasil foto ke surel.

“Produk CrazyHackerZ lebih mengarah ke hiburan,” kata laki-laki yang hobi ngoprek dan baca buku ini.

Bagi Sofian, pasar IoT di Indonesia masih sangat luas dan antusiasme para pengembangnya juga sangat bagus. Ia memprediksi akan terjadi demam perusahaan rintisan IoT berbasis perangkat lunak atau aplikasi.

“Kita bisa melihat dari platform crowdfunding di Amerika Serikat. Di sana banyak sekali benda-benda pintar yang muncul, kemudian sukses,” kata pemenang BlackBerry Jam Hack Jakarta 2012 ini.

Bagi yang tertarik dengan teknologi IoT, dan ingin selalu update dengan perkembangan teknologinya, maka tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas IoT. Komunitas ini sifatnya terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Tidak ada persyaratan khusus, Anda cukup mengunjungi laman komunitasnya di situs Meetup.com untuk mendapatkan info kapan pertemuan berikutnya akan diadakan.

0 comments