NOW READING

Komunitas Fotografi Hijab, Bukan Sekedar Memotret Model

 8033
+
 8033

Komunitas Fotografi Hijab, Bukan Sekedar Memotret Model

by The Daily Oktagon

Mengarahkan model di dalam sebuah pemotretan merupakan pekerjaan yang sulit. Terkadang terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak. Mereka yang sudah biasa, pasti lebih mudah ketimbang para pemula.

Fotografi model berkembang pesat. Ada beberapa bidang baru yang muncul secara spesifik mengikuti permintaan pasar. Salah satunya adalah foto model berhijab. Ada tantangan nyata ketika melakukan pemotretan dengan gaya yang seperti ini. Pendekatan yang bisa digunakan sedikit berbeda karena ada sejumlah aturan yang berbeda.

Fotografi_Hijab_1

Pada eksekusinya pun, ada beberapa cara yang bisa dipilih. Ada beberapa model profesional yang memang menggunakan hijab hanya untuk sekali pemotretan, tapi ada juga yang memang dipilih karena mereka dalam kesehariannya sudah berhijab. Sayangnya, tidak jarang mereka ini belum terbiasa dipotret secara profesional.

Kami berhasil menghubungi Komunitas Fotografi Hijab asal Banten. Komunitas yang berdiri dari Desember 2014 ini kini rutin mengadakan kegiatan foto model hijab dengan berbagai tema, salah satunya yang baru saja mereka lakukan adalah fotografi hijab dengan tema “Casual and Hijab Gothic Modern.”

“Kami lebih memilih model yang dalam kesehariannya memang berhijab. Biasanya sebelum pemotretan, kami kasih pembekalan dulu soal pose di depan kamera,” ungkap Dziki Oktomauliyadi, wakil ketua dari komunitas tersebut.

Dziki mengungkapkan bahwa fotografi hijab sedikit berbeda dengan memotret model. Walaupun keduanya sama-sama memotret orang, tapi hasil akhirnya lah yang membuat keduanya berbeda.

Fotografi_Hijab_2

“Memotret model itu yang ditonjolkan adalah modelnya, tapi kalau fotografi hijab harus fokus terhadap hijabnya. Buat saya dan anggota komunitas, bukan wajah cantik yang kami cari, tapi model yang bisa merepresentasikan gaya berhijab,” jelas Dziki.

Fokus terhadap hijab ternyata punya tantangan yang lebih sulit, salah satunya mencari background yang sesuai dengan hijab yang akan digunakan.

“Pernah merasa salah pilih background karena hijabnya jadi tidak ter-highlight dengan baik. Kita biasanya harus tahu dulu kira-kira hijab seperti apa yang akan digunakan si model sehingga mencari latar belakang yang cocok dengan gayanya dan juga warnanya,” ungkap Dziki.

Bukan hanya soal pemilihan latar belakang, tapi model berhijab juga terkadang membutuhkan arahan khusus. Kembali lagi, fotografi hijab fokus terhadap hijabnya, si model hanya sebagai pendukung agar hijab terepresentasikan dengan baik.

Menurut Dziki, yang paling penting dari fotografi hijab adalah bagaimana membuat model tidak boleh terlihat terlalu menggoda. Begitu pun dengan lekuk tubuh si model.

Fotografi_Hijab_4

“Saya tidak bilang lekuk tubuh harus dihindari. Karena, bagi sebagian orang, pakaian dan hijab memang hanya memerlukan sedikit lekuk tubuh untuk membuatnya lebih bagus. Hanya saja kita harus pandai mengatur bagaimana lekuk tubuh itu tidak berlebihan. Intinya sih bagaimana mencari angle agar si model terlihat bagus,” jelasnya.

Dziki juga berkisah bahwa fotografi hijab sebenarnya merupakan dukungan terhadap tren hijab yang ada. Sebagaimana kita tahu, beberapa tahun belakangan busana hijab dengan muncul secara kreatif sehingga bisa digunakan oleh banyak orang.

Fotografi_Hijab_3

“Kami sebenarnya hanya mencoba mengekspos hijab agar lebih banyak diminati. Kalau trennya mungkin memang sudah banyak diperbincangkan, tapi masih jarang komunitas fotografi yang mengabadikannya. Harapannya, kedepannya fotografi hijab ini bisa setara dengan foto model lainnya,” tutup Dziki.

Tertarik mencoba dan berkecimpung di dunia ini? Anda bisa bergabung dengan mengunjungi laman Facebook Page Komunitas Ffotografi Hijab di sini atau menghubungi Dziki Oktomauliyadi (Wakil Ketua Komunitas Fotografi Hijab) lewat nomor telepon 085711514849.

Sumber foto: Komunitas Fotografi Hijab Facebook Page

1 comments
tio siswo
tio siswo 5pts

Keren Insya Allah kedepanya akan lebih sukses lagi