NOW READING

Komparasi 3 Action Cam untuk Hiking: GoPro Hero 4 Black vs. Polaroid Cube vs. AgfaPhoto Wild Top

 2843
+
 2843

Komparasi 3 Action Cam untuk Hiking: GoPro Hero 4 Black vs. Polaroid Cube vs. AgfaPhoto Wild Top

by The Daily Oktagon

Saat pergi hiking, Anda tentunya akan membawa sejumlah peralatan. Dewasa ini, action cam menjadi salah satu dari tumpukan barang bawaan para pencinta hiking. Hal itu disebabkan faktor kemudahan yang ditawarkan action cam ketimbang jenis kamera lain: ringkas, tahan banting dan dapat mengambil gambar dari sudut yang bermacam-macam dengan bantuan sejumlah aksesori. Yang paling penting, kebutuhan untuk merekam perjalanan jadi satu hal yang teramat penting dewasa ini.

Sejatinya ada cukup banyak action cam yang populer di komunitas pencinta hiking. Mari kita bahas 3 action camera populer untuk hiking: GoPro Hero4 Black, Polaroid Cube dan AgfaPhoto Wild Top. Ketiganya punya keunikan tersendiri, dan mari bandingkan satu per satu.

gopro-hero4-black

Desain

Sebagai pelopor tren action cam, wujud GoPro Hero4 Black agaknya bisa dibilang cukup generik. Dimensinya cukup ringkas, tepatnya 59 x 41 x 30 mm, dengan bobot 88 gram tanpa casing – tidak jauh berbeda dari ukuran kamera pocket. Total ada tiga tombol di body-nya: tombol power, tombol pengaturan dan tombol shutter.

Polaroid Cube adalah action cam yang paling mencolok soal desain. Bukan karena tubuhnya yang warna-warni, tapi karena ukurannya yang super-mini, dengan bobot sekitar 45,4 gram saja. Seandainya tidak ada lensa yang tampak, kubus berdimensi 35 mm ini bisa Anda salah tanggapi sebagai sebuah speaker Bluetooth mini. Soal tombol, hanya ada satu tombol shutter di permukaan atasnya.

AgfaPhoto Wild Top adalah action cam yang paling bongsor di sini. Dimensinya berkisar 59 x 31 x 44,8 mm, namun bobotnya cukup ringan, yakni 85 gram. Sepintas kamera ini tampak paling rumit pengoperasiannya, sebab ada lima tombol yang berjejer di permukaan atasnya. Kendati demikian, kehadiran layar 1,5 inci di bagian depannya akan disambut dengan tangan terbuka oleh para penggemar selfie.

Tanpa aksesori, Polaroid Cube jelas unggul dalam hal desain. Dimensinya yang amat ringkas jelas akan memudahkan kegiatan merekam sekaligus tidak mengganggu aktivitas hiking Anda.

Ketahanan fisik

Tanpa kelengkapan casing khusus, GoPro Hero4 Black tidak berdaya di dalam air. Namun begitu Anda memasang casing-nya, maka ia bisa menyelam hingga kedalaman 40 meter. Aksesoris ini dijual terpisah, tidak termasuk dalam paket standar ketika membeli kamera ini.

Sama seperti GoPro, Polaroid Cube juga memerlukan casing untuk bisa menyelam hingga 10 meter di bawah air. Juga tidak berbeda, aksesori ini tidak diikutsertakan dalam paket penjualan.

polaroid-cube

Lain cerita dengan Wild Top. AgfaPhoto menyertakan casing tahan air ke dalam paket penjualan action cam andalannya, membuat Wild Top sanggup menyelam hingga kedalaman 50 meter.

Namun demikian, dari ketiga action cam di atas, tampaknya belum ada yang bisa menyaingi ketahanan fisik dari action cam terbaru Garmin, Virb X dan Virb XE, yang sanggup menyelam hingga 50 meter tanpa dibungkus casing sama sekali.

Performa

Soal performa, tampaknya sang pelopor tetap yang paling unggul. GoPro Hero4 Black sanggup merekam video 4K 30 fps. Bagi para pencinta video slow-motion, Hero4 Black juga menyediakan opsi perekaman 120 fps dalam resolusi 1080p; sebuah pencapaian yang belum bisa disaingi kompetitornya. Lensa Hero4 Black dapat menjangkau 170 derajat, dan foto still bisa ia ambil dalam resolusi 12 megapixel.

Di saat yang sama, Polaroid Cube tetap brilian meski berwujud mungil. Jangkauan lensanya memang cuma 124 derajat, akan tetapi ia masih bisa merekam video dalam dua pilihan resolusi: 1080p atau 720p, dalam kecepatan 720 fps – modenya bisa diganti via sebuah tuas yang tersembunyi di bagian belakangnya. Untuk still, Cube hanya bisa menjepret foto 6 megapixel.

Terkait kualitas video, Wild Top sebenarnya tidak jauh berbeda dari Polaroid Cube, dengan resolusi maksimal 1080p 30 fps. Hanya saja, Wild Top juga menawarkan sejumlah opsi perekaman lain, seperti 720p 60 fps atau 480p 60 fps jika space di memory card mulai menipis. Sama seperti GoPro, Wild Top dapat memotret foto still beresolusi 12 megapixel, dengan jangkauan lensa 170 derajat.

Konektivitas

GoPro Hero4 Black adalah satu-satunya action cam di artikel ini yang mengemas sambungan Wi-Fi, membuatnya bisa dikontrol via aplikasi di smartphone – meski fitur ini akan sangat menguras baterainya. Yang cukup menarik, port mini-USB-nya bisa dijadikan sebagai input mikrofon eksternal dengan bantuan adapter 3,5 mm.

Konsekuensi dari tubuh kecil, Polaroid Cube hanya mengusung slot microSD dan port micro USB. Tidak ada Wi-Fi, tidak ada Bluetooth. Sama halnya dengan AgfaPhoto Wild Top. Bedanya, Wild Top disertai sebuah remote control untuk memudahkan pengoperasian.

Baterai

Unggul soal performa, tapi agak lemah soal baterai. Baterai 1.160 mAh milik GoPro Hero4 Black hanya sanggup menemaninya merekam video 4K 30 fps hingga 65 menit saja. Waktu ini memang akan bertambah jika Anda memilih mode perekaman dengan resolusi lebih rendah.

Meski kecil, Polaroid Cube rupanya masih bisa bersaing dalam hal ketahanan baterai. Ia sanggup merekam video hingga 90 menit sebelum akhirnya tewas kehabisan daya.

Sejauh ini, tampaknya belum ada solusi dari ketahanan baterai masing-masing action cam. Demikian pula halnya dengan Wild Top, dimana ia hanya bisa merekam video 1080p hingga 100 menit. Tapi menariknya, baterai Wild Top bisa dilepas-pasang, dan AgfaPhoto turut menyertakan baterai cadangan dalam paket penjualannya.

agfaphoto-wild-top

Aksesori

Kalau bicara soal kelengkapan aksesori, GoPro jelas sangat unggul. Akan tetapi, aksesori yang amat bervariasi tersebut harus Anda beli secara terpisah, yang tentunya akan sangat menguras budget Anda. Demikian juga untuk Polaroid Cube, yang hanya menyertakan kabel USB di dalam boks-nya; sisanya harus Anda beli sendiri.

Tidak demikian dengan Wild Top. Tampaknya AgfaPhoto cukup paham bagaimana cara menarik minat calon konsumen, khususnya para penggemar hiking: mereka tidak cuma menyertakan sejumlah mount dan casing anti-air, tetapi juga sebuah chest strap yang cukup ideal menemani Anda hiking.

Harga

Dengan dana $500 – Rp 7 jutaan di Indonesia – Anda bisa menggaet GoPro Hero4 Black dan memperoleh kualitas video terbaik dari sebuah action cam. Kalau Anda tidak rela mengeluarkan banyak uang dan hanya butuh sebuah kamera berwujud ringkas untuk merekam kegiatan hiking Anda, maka sudah sepantasnya Anda menebus Polaroid Cube seharga $100 (± Rp 1,6 juta).

Terakhir, jika Anda menginginkan action cam yang gampang diajak ber-selfie, serta tidak mau menyediakan dana ekstra untuk aksesori, AgfaPhoto Wild Top bisa dijadikan kandidat action cam pilihan, berkat harganya yang berkisar Rp 2,4 juta.

0 comments