NOW READING

Kiat Komunitas Mobil untuk Mudik Nyaman dengan Teknologi

 354
+
 354

Kiat Komunitas Mobil untuk Mudik Nyaman dengan Teknologi

by The Daily Oktagon
  • Mudik dengan mobil bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan aman dengan bantuan teknologi.
  • Pemanfaatan teknologi bukan hanya saat berkendara saja tetapi juga untuk mendokumentasikan kegiatan perjalanan.
  • Pemanfaatan teknologi saat berkendara tidak selalu berbahaya asal tahu cara dan waktu yang tepat menggunakannya.

Lebaran sebentar lagi. Salah satu agenda Anda bersama keluarga mungkin saja mudik ke kampung halaman menggunakan mobil. Baik hanya menggunakan satu mobil, atau pun jika keluarga besar, menggunakan lebih dari satu mobil dan berjalan beriringan di jalan raya.

Tentu saja kegiatan itu memerlukan persiapan yang cukup baik sehingga bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Nah Anda bisa mengintip yang biasanya dilakukan klub otomotif, yaitu kegiatan touring yakni melakukan perjalanan ke destinasi tertentu bersama-sama dengan anggota komunitas lain.

Komunitas otomotif seperti kendaraan roda empat atau mobil terbilang yang paling aktif melakukan touring sebab jenis kendaraan ini sangat mumpuni dipergunakan untuk melakukan perjalanan jauh atau touring.

Kegiatan touring di Indonesia pun sebetulnya bukan hal baru, bahkan beberapa komunitas tersebut juga mengadakan mudik bareng yang dilakukan bersama dengan anggota komunitas yang kebetulan menuju lokasi yang sama.

The Daily Oktagon kali ini akan membahas keseruan melakukan touring dan menariknya teknologi justru bisa membuat kegiatan touring lebih mudah dan seru.

Komunikasi dan Navigasi

Berkonvoi dengan mobil tentu memerlukan kemampuan berkendara secara teratur selama di jalan dan pastinya sesuai dengan rangkaian acara touring yang sudah disusun, jangan sampai kegiatan touring berantakan.

Dua hal yang menurut Budi Ngudiono, anggota komunitas Toyota Agya Club penting untuk menjaga kondisi keteraturan tadi adalah dengan menjaga komunikasi tiap kendaraan anggota kegiatan touring, termasuk navigasi agar waktu menuju tiap lokasi sesuai dengan susunan rangkaian acara.

Komunitas Toyota Agya Club (dok. Komunitas)

Dua hal inilah yang menurut Budi merupakan pemanfaatan teknologi di kegiatan touring. “Komunikasi itu penting sekali, supaya kegiatan dan perjalanan teratur. Biasanya sih kita pakai handy talkie ketimbang smartphone.

Smartphone juga tidak bisa lepas juga karena banyak aplikasi di dalamnya yang terpakai sekali saat perjalanan. “Saat sedang santai jalannya juga, kita pakai smartphone juga,” jelas tutur Budi yang menyebutkan bahwa klub tempatnya bernaung memiliki 1600-an anggota yang tersebar di berbagai daerah.

Hal senada datang dari Tommy Winata, anggota komunitas Toyota Fortuner Club of Indonesia. Menurutnya handy talkie memiliki jangkauan dan kualitas komunikasi yang lebih baik ketimbang smartphone.

Mau lebaran sudah punya smartwatch baru? Simak ulasannya di sini

“Satu, kita kan terus bergerak kalau smartphone pasti kualitas sinyal suka naik turun dan kita lebih membutuhkan komunikasi suara. Jadi handy talkie lebih pas. Dua, daya tahan baterai pun juga lebih awet ketimbang smartphone. Loud speaker dari handy talkie lebih nyaman ketimbang smartphone, soalnya kan dilarang berkendara sambil menggunakan telepon genggam. Ya solusinya pakai handy talkie,” beber Tommy.

Soal navigasi, keduanya sepakat menggunakan teknologi GPS yang ada pada smartphone. Alasannya, kalau perangkat GPS misalnya Garmin sendiri harganya relatif lebih mahal. Lagi pula teknologi navigasi smartphone mampu menyediakan banyak informasi karena terhubung dengan internet.

Toyota Fortuner Club of Indonesia (Dok. Komunitas)

Tetapi keunggulannya, navigasi yang diberikan perangkat khusus GPS lebih presisi sedangkan GPS smartphone tergantung kualitas koneksi internet di area yang kita lewati selama perjalanan. Makanya Anda harus menyiapkan kartu operator tambahan sebagai alternatif apabila di suatu lokasi kualitas layanan salah satu operator kurang bagus.

“Teman-teman biasanya pakai aplikasi Google Maps dan Waze, saya sih lebih pilih Google Maps karena bisa menyediakan informasi lebih lengkap seperti titik penting lokasi pengisian bahan bakar, rumah sakit, rumah makan dan lain-lain. Tampilannya juga lebih simple, beda dengan Waze itu kadang kasih rute jalan yang singkat tapi ternyata masuk gang,” tutur Tommy yang menggunakan iPhone 7.

Untuk perangkat untuk navigasi, Budi memilih menggunakan smartphone dengan beberapa opsi. Misalnya memakai smartphone yang ukuran layarnya lebar, atau menggunakan tablet sehingga lebih mudah menggunakannya sambil berkendara. “Kalau ukuran 5 inci itu pas buat smartphone. Kalau tablet bisa lebih lebar lagi” ujar pengguna Asus Zenfone Max ini.

Cari smartphone berlayar besar terbaru? Coba Samsung Galaxy C9 Pro. 

Dokumentasi Serunya Mudik

Saat touring, baik pengendara maupun penumpang sebelah pengendara, harus fokus memegang kendali setir dan memperhatikan perjalanan. Namun bukan berarti kegiatan touring hanya dinikmati ketika kita sampai di lokasi tujuan.

Dengan menggunakan perangkat teknologi dan internet, kita bisa membuat kegiatan touring lebih seru, yakni mendokumentasikan seluruh kegiatan touring dan mengunggahnya ke media sosial.

Budi menyebut biasanya banyak anggota yang menggunakan action cam selama touring berlangsung, baik saat kendaraan melaju, rehat, hingga sampai di tempat tujuan.

Konvoi mobil (Dok. Toyota Fortuner Club of Indonesia)

“Kalau saat perjalanan tentu saja rekan kita yang pakai kalau pengemudi paling pasang di dashboard atau kaca mobil dengan tambahan bracket. Kebanyakan sih pakai GoPro tapi kalau terlalu mahal atau yang masih amatir ya pakai yang lebih murah misalnya Xiaomi Yi Action Cam yang ditambah monopod,” jelas Budi.

Menurutnya pakai kamera seperti DSLR kualitasnya bisa jauh lebih bagus namun tidak banyak yang gunakan karena butuh pemahaman agar hasilnya maksimal. Alternatifnya menggunakan action cam dan smartphone. Smartphone bisa lebih canggih untuk merekam video dengan menggunakan aksesoris tambahan seperti monopod atau yang lebih keren lagi dengan DJI Osmo.

Kalau mau foto makanan buka puasa terlihat menggiurkan, simak tipsnya di sini

Sedikit berbeda dengan Tommy, dia menceritakan bahwa klubnya juga menggunakan perangkat yang serupa dengan yang dilihat oleh Budi tetapi dengan tambahan perangkat drone.

“Ya, kadang kita sengaja melaju pelan supaya bisa buat video dokumentasi kegiatan touring dari udara. Jadi ada anggota yang khusus handle kendali drone buat dokumentasi. Tidak cukup kalau dokumentasi gambar saja, video juga lebih menarik. Kalau tidak salah drone yang dipakai itu DJI Phantom yang memang sudah terkenal jelas kualitasnya,” ungkap Budi.

Berbagai bekal pengetahuan dari anggota komunitas otomotif ini, rasanya perjalanan mudik nanti bisa semakin nyaman dan menyenangkan.

0 comments