NOW READING

Ketika Gamers Profesional Dikalahkan oleh Artificial Intelligence (AI)

 90
+
 90

Ketika Gamers Profesional Dikalahkan oleh Artificial Intelligence (AI)

by The Daily Oktagon
  • Sebuah robot Artificial Intelligence (AI) berhasil mengalahkan gamers profesional.
  • Kejadian tersebut berlangsung dalam ajang The International 7 pada pertengahan Agustus lalu.
  • OpenAI mampu berkembang pesat dengan melakukan latihan selama dua minggu bermain Dota 2.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin hari semakin ‘mengerikan’. Sebagai contoh, AI yang dikembangkan oleh perusahaan startup non-profit, OpenAI telah mampu mengalahkan seorang gamers profesional untuk pertarungan 1-vs-1 dalam sebuah game kompetitif: Dota 2. Hal menarik tersebut terjadi dalam kompetisi The International pada tanggal 12 Agustus 2017 kemarin, di KeyArena, Seattle, Amerika Serikat.

OpenAI berkembang pesat karena didesain untuk bisa berlatih melawan dirinya sendiri, tanpa meniru atau menggunakan coding yang rumit. Bot tersebut memprediksi banyak hal yang terjadi di dalam game dan mengubahnya menjadi sebuah peluang yang digunakan untuk memenangkan pertarungan.

Foto: Shutterstock

Seeing AI dari Microsoft, aplikasi untuk melihat dunia dengan mata smartphone

Dalam event The International 7 (TI7), dilansir dari laman resmi OpenAI, Danil “Dendi” Ishutin menjadi penantang terbaru untuk melawan bot super pintar itu. Sebelumnya, OpenAI telah berhasil mengalahkan pemain profesional lainnya, seperti Syed “Suma1L” Hassan, Artour “Arteezy” Babaev dalam pertarungan 1-vs-1 yang sama.

Para pemain hanya diperbolehkan menggunakan 1 hero, Shadow Fiend dengan beberapa peraturan lainnya. Hasilnya pun cukup mengejutkan, di mana para pemain profesional itu tak mampu mengalahkan OpenAI meskipun mereka sudah terlatih selama ribuan jam memainkan game Dota 2. Sedangkan bot tersebut hanya melakukan latihan selama dua minggu terakhir saja. Selain itu, OpenAI juga mampu menguasai basic kontrol dari permainan Dota 2 dalam waktu 1 jam saja.

Foto: Shutterstock

Pertarungan 1-vs-1 Dota 2 sebenarnya memiliki peraturan serta strategi yang cukup kompleks, karena pemain harus bisa memprediksi gerakan lawan serta menjalankan strategi dengan baik, tapi tetap saja, OpenAI mampu menjalankan itu semua dan mengalahkan seorang manusia yang disebut sebagai ‘specialist’ dalam game Dota 2.

Fenomena kecerdasan buatan milik Facebook, haruskah ditakuti?

Foto: Shutterstock

Dendi yang menyerah setelah dikalahkan dengan skor 2-0 oleh OpenAI pun menyatakan keterkejutannya. Ia merasa bahwa bot yang ia lawan dalam pertarungan tersebut sudah ‘terasa’ seperti manusia, meskipun ada yang berbeda. Tak berhenti sampai di situ aja, OpenAI akan terus dikembangkan agar bisa bertarung dalam pertarungan bot 5-vs-5 Dota 2, ataupun gabungan antara pemain dan juga bot di tahun yang akan datang.

Perkembangan AI di dunia game ini membuktikan bahwa perkembangan AI dalam kehidupan sehari-hari tentu bisa sangat membantu manusia. Namun, di sisi yang lain, perkembangan yang sangat signifikan bahkan bisa melebihi kemampuan manusia tentu bisa berbahaya jika tak dikontrol dan disalahgunakan, seperti di film The Terminator. Semoga AI digunakan untuk kepentingan umat manusia.

0 comments