NOW READING

Kejahatan Cyber Dan Kecelakaan, Inggris Perketat Keamanan Mobil Otonom

 829
+
 829

Kejahatan Cyber Dan Kecelakaan, Inggris Perketat Keamanan Mobil Otonom

by The Daily Oktagon
  • Peretas bisa menggunakan mobil pintar melalui data pribadi sang pengguna.
  • Pemerintah Inggris memberlakukan peraturan baru untuk meminimalisir kejahatan cyber.
  • Selain keamanan, mobil otonom juga bermasalah dalam hal asuransi.

Pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan baru yang meminta produsen kendaraan terhubung dengan internet untuk memperketat perlindungan siber agar mobil terlindung dari peretas. Tak hanya itu, pemerintah Inggris juga merencanakan undang-undang baru yang mengatur asuransi untuk mobil otonom.

Otoritas negeri Elizabeth merasa perlu melakukan langkah tersebut karena kekhawatiran mereka akan fungsi kendaraan pintar. Mobil autonomous memungkinkan pengguna untuk mengakses peta perjalanan maupun informasi pribadi sehingga menjadi target para peretas. Mereka akan mengakses data pribadi, mencuri mobil yang memakai sistem kunci digital atau memanfaatkan teknologi kendaraan itu untuk perbuatan tak menyenangkan lainnya.

Foto: Shutterstock

“Terlepas kita akan mengubah mobil menjadi terkoneksi WiFi atau jutaan kode dan sensor agar menjadi otomatis, hal paling penting adalah mobil harus dilindungi dari serangan cyber,” ujar Menteri Transportasi Inggris Martin Callanan dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya baca artikel ini, Ini Deretan Gadget Yang Tepat Untuk Berkendara

Peraturan Baru Inggris Untuk Mobil Otonom

Peraturan terbaru ini akan meminta para teknisi untuk menunjukkan keamanan cyber kepada pemerintah Inggris begitu mereka mengembangkan kendaraan terbaru. Peraturan tersebut meliputi pembuatan sistem yang dapat mengatasi perintah atau data yang tidak benar, rusak maupun jahat serta mengizinkan pengguna untuk menghapus data informasi pribadi yang tersimpan di sistem mobil.

Foto: Shutterstock

Produsen yang bersangkutan juga diharuskan untuk membuat perencanaan bagimana mempertahankan dan dukungan mobil pintar dan pertanggungjawaban keamanan produk. Dalam hal ini, pabrikan mobil otonom harus membuat rencana untuk memberikan dukungan keamanan seumur hidup kendaraan dan akuntabilitas pribadi yang dipertimbangkan oleh otoritas yang terkait.

Selain masalah keamanan dari serangan pelaku cyber, pemerintah Inggris tengah membuat perencanaan jangka panjang untuk asuransi mobil swakemudi. Seperti yang diketahui, Mobil otonom, swakemudi dan otomatis memungkinkan mobil memiliki kemampuan untuk berkendara tanpa dikendalikan oleh manusia. Dengan serangkaian sensor yang tersebar di seluruh badan mobil, membuat mobil ini bisa melaju layaknya dikendalikan oleh manusia secara otomatis.

Hal tersebut yang menjadi polemik besar pihak asuransi maupun regulator untuk merumuskan asuransi bila terjadinya musibah. Siapa yang harus bertanggungjawab saat terjadi kecelakaan, pemilik mobil atau produsen yang harus disalahkan? Meskipun kendaraan swakemudi telah melakukan berbagai pengujian dilakukan agar tidak mengalami masalah, namun faktor non teknis akan tetap ada dan menghantui para pemilik mobil otonom.

Dunia sempat dikejutkan dengan kasus yang melibatkan perusahaan teknologi, Tesla Motors Inc. Produknya yakni Tesla Model S menjadi penyebab utama kecelakaan yang terjadi di wilayah Williston, Florida, pada bulan Mei kemarin. Seorang pria meninggal dunia setelah bertabrakan dengan sebuah truk ketika menggunakan fitur autonomous.

Kasus Tesla menjadi perhatian pemerintah AS karena adanya dugaan teknologi kendaraan swakemudi yang tidak diimbangi dengan fitur keamanan pendukung atas risiko kecelakaan yang lebih besar. Dalam hal ini sistem otonom Tesla Model S telah gagal mendeteksi truk yang tengah melintas di depan mobil korban.

Asuransi Untuk Mobil Otonom Belum Jelas?

CEO Thatcham Research, Peter Shaw mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan masalah utama yang harus dipecahkan oleh otoritas pemerintah, pihak asuransi dan manufaktur mobil otonom. Sehingga konsumen tidak dibingungkan oleh minimnya informasi mengenai asuransi kendaraan.

Foto: Shutterstock

“Regulasi asuransi mobil otonom pada masa mendatang harus diberlakukan untuk melindungi konsumen. Bila terjadi musibah, pihak yang bertanggung jawab bisa segera ditentukan. Apakah itu kesalahan pengemudi atau kegagalan sistem otomatis mobil? Hal tersebut bisa diketahui jika perusahaan asuransi mobil memiliki akses untuk melihat data penting tentang kecelakaan,” ujar Shaw.

“Kami ingin melihat manufaktur dan otoritas pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak asuransi dalam pengembangan rencana kerja untuk membuat hal ini terjadi,” pungkasnya.

Imbas dari regulasi tersebut, industri asuransi di Inggris kini meminta standar data yang disepakati di tingkat internasional. Standar data yang diminta adalah data-data saat kendaraan otonom beroperasi bila terjadi musibah, apakah tengah dikendalikan oleh pengguna ata sedang melaju dalam mode otomatis. Sehingga perusahaan asuransi bisa membuat keputusan yang cepat bila mobil swakemudi mengalami kecelakaan.

Yuk, baca artikel menarik ini, Mau Nyaman di Jalan? Coba Tiga Aplikasi Berkendara Baru Ini

0 comments