NOW READING

Kebutuhan Asisten Virtual Bagi Pelajar dan Mahasiswa

 229
+
 229

Kebutuhan Asisten Virtual Bagi Pelajar dan Mahasiswa

by The Daily Oktagon

Semua orang pasti memiliki perangkat teknologi dengan kecanggihan teknologi tambahan seperti asisten virtual. Pelajar dan mahasiswa pun dapat memanfaatkannya untuk keperluan belajar meski harus digunakan secara bijak.

Memiliki gaya hidup digital membuat pelakunya ingin selalu memanfaatkan perangkat yang berkembang di zaman teknologi ini. Tak terkecuali para pelajar baik yang bersekolah maupun kuliah. Bagi mereka, penggunaan gadget menjadi rutinitas biasa meski hanya sekadar mengecek media sosial. Salah satu fitur smartphone terkini adalah virtual assistant (asisten virtual). Melalui basis artificial intelligence (AI), fitur ini mampu mempermudah kegiatan digital pengguna.

Namun, apakah penggunaan asisten virtual bisa diterapkan untuk pelajar hingga mahasiswa? Berikut ulasannya.

 

Foto: Shutterstock.com

Teknologi Asisten Tanpa Tubuh

Asisten virtual adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), yang membuat pengguna dapat menggunakan mikrofon smartphone untuk memberikan suatu perintah. Teknologi ini bersinergi dengan perangkat lunak lainnya pada smartphone. Ketika asisten virtual bekerja, teknologi seperti pengenalan suara, analisis bahasa, dan pengolahan bahasa alami juga ikut aktif. Pengaktifan perangkat merupakan kombinasi dari perangkat mobile dengan application programming interface (API). Oleh karena itu, pemberian perintah kepada asisten virtual biasanya dilakukan dengan perintah suara.

Selain telepon pintar, asisten virtual juga bisa berbentuk speaker yang memiliki voice activated. Misalnya, Google Home yang dapat membantu pengguna mengatur suatu ruangan di rumah melalui perangkat yang terkoneksi ke wi-fi. Saat pengguna memberi perintah pada asisten virtual, kecerdasan buatan akan mengonversi bahasa lisan pengguna menjadi data yang dapat dianalisis.

Perintah dari pengguna akan dibandingkan dengan riwayat permintaan berdasarkan informasi databaseperangkat lunak. Pencarian informasi ini perlu menggunakan jaringan koneksi internet yang andal. Dengan begitu, asisten virtual akan merumuskan respon dengan baik dan cepat sesuai dengan yang diperintahkan pengguna.

 

Foto: Shutterstock.com

Kaitan Belajar dan Teknologi

Menurut pengamat teknologi, Chi-Hua Chien (Co-Founder dan Managing Partner di Goodwater Capital), asisten virtual dapat membantu melakukan hal-hal sederhana tetapi cukup penting. Berbagai hal seperti mengatur jadwal dan memonitor kesehatan pengguna dapat dilakukan oleh teknologi ini. Hal tersebut jelas dapat membantu dalam menjalani keseharian yang lebih teratur. Semua pemilik smartphone, baik pekerja maupun pelajar tentu dapat menggunakannya.

Bagi pelajar sendiri, penggunaan asisten virtual dapat membantu dalam pengerjaan tugas. Mereka dapat langsung memberikan perintah pada Google Now atau Cortana untuk mencarikan materi pembelajaran. Nantinya akan terlihat pilihan situs yang bisa dibuka dan jadi referensi bagi mereka. Selain itu, penggunaan asisten virtual juga untuk membuka aplikasi yang ada pada smartphone. Misalnya Siri, kita hanya perlu berkata “Open calculator, please.” Maka aplikasi kalkulator akan terbuka dengan sendirinya.

Untuk menggunakan asisten pribadi, pemakaian bahasa harus diperhatikan. Untuk Google Now, pengguna bisa memberikan perintah dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Namun untuk Siri dan Cortana, pemakaian bahasa Inggris menjadi hal utama karena tidak tersedia layanan berbahasa Indonesia di dalamnya.

 

Foto: Shutterstock.com

Pro dan Kontra Asisten Virtual

Hadirnya asisten virtual membuat kita merasa memiliki asisten pribadi di mana pun berada. Asisten virtual memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mencari informasi apa pun. Namun, bukan berarti teknologi ini diterima semua orang. Pro dan kontra terhadap penggunaan asisten virtual masih menjadi perbincangan di kalangan pelaku gaya hidup digital.

Bagi pelajar dan juga mahasiswa, kehadiran asisten virtual sangat mempermudah mereka dalam berbagai hal. Baik mencari bahan untuk tugas atau sekadar meminta untuk membuka sebuah aplikasi. Sebagai kaum muda, penggunaan asisten virtual juga bisa mencari informasi hiburan, diantaranya mencari jadwal film di bioskop, tempat liburan seru untuk musim liburan, dan lainnya.

Namun, hal tersebut juga perlu menjadi salah satu perhatian orang tua. Mereka takut jika anak-anak menjadi pemalas karena pemanfaatan teknologi yang sembarangan. Kehadiran asisten virtual, ditakutkan akan membuat anak akan jarang mencari dan membaca buku di perpustakaan. Segala kebutuhan sudah tersedia pada smartphone dan semakin lengkap dengan adanya asisten virtual. Oleh karena itu, pengawasan orang tua juga perlu dilakukan agar penggunaan asisten virtual menjadi lebih aman dan terkontrol.

Sebagai pelajar, tugas utama adalah belajar dengan dibantu teknologi digital saat ini. Penggunaan asisten virtual memang bisa membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Namun, dengan penggunaan yang bijak tentu akan semakin terasa manfaatnya. Buatlah teknologi menjadi teman bekerja sama dan bukan malah membuatnya mengerjakan tugas-tugas kita.

0 comments