NOW READING

Kamu Gamer? Inilah Sekolah yang Cocok untuk Kamu.

 1428
+
 1428

Kamu Gamer? Inilah Sekolah yang Cocok untuk Kamu.

by The Daily Oktagon

Kata siapa game hanya buang-buang waktu dan tak ada korelasinya dengan pendidikan? Bila Anda penyuka game dan ingin mengembangkan diri tanpa mengabaikan faktor pendidikan formal, maka ada kabar gembira untuk Anda. Di sekolah-sekolah ini game menjadi dasar pengembangan klub, komunitas, bahkan sistem pendidikan yang diutamakan. The Daily Oktagon akan membaginya untuk Anda.

Foto: Tero Vesalainen (Pixabay.com)

Technology Magnet High School, New London

Untuk jenjang SMA, Anda bisa melihat sekolah Technology Magnet High School di New London yang memiliki satu klub video game sebagai sarana belajar mereka. Clint Kennedy, penemu metode ini, ingin membuat siswanya mampu menganalisis, membangun, dan mengembangkan sesuatu dari cara mereka memainkan game. Menurut Kennedy, bermain game membantu Anda untuk dapat berinteraksi dengan orang lain yang bahkan belum pernah Anda temui sebelumnya.

Para siswa di sana pun merasa puas dengan klub ini, karena mereka bisa berkompetisi dengan tim lain di negara bagian yang sama melalui kompetisi video game tersebut. Kennedy menyusun kurikulum tersebut untuk menekankan agar siswa lebih mampu berkomunikasi, bekerjasama, dan berkreativitas. Anda harus berkoordinasi dalam tim secara kompak, agar nantinya tim Anda menang seperti seperti yang diharapkan.

University of Washington (UW), AS

Bagi pemain game yang baru lulus SMA dan ingin meneruskan kuliah dan masuk ke jurusan game, ada beberapa universitas yang menyediakan jurusan ini, baik di dalam maupun di luar negeri. Di luar negeri, terdapat University of Washington (UW). Sudah banyak mahasiswa, lulusan, bahkan profesor yang membentuk komunitas Critical Gaming Project di UW.

Jadi, terbukti bahwa ‘game’ dan ‘belajar’ dapat berkolaborasi dalam mempromosikan acara game lokal, membuat sebuah tempat kursus untuk gamer atau creator, dan melakukan penelitian yang dikhususkan untuk video game. Kelompok-kelompok seperti “Bioshock: Cyborg Morality and Posthuman Choice” dan “Satan’s Game: The Cultural Roots and Impact of Dungeons and Dragon” memang terdengar keren dan hanya ada di UW. Pendiri Critical Gaming Project, Terrence Schenold menjelaskan bahwa UW berada di posisi terbesar kedua yang menjadi pasar industri game setelah California. Jadi, jika Anda ingin berkarir dengan membuat video game, University of Washington bisa menjadi salah satu pilihan Anda.

Foto: Lalesh Aldarwish (Stocksnap.io)

Bina Nusantara, Jakarta

Untuk di Indonesia sendiri, salah satu universitas yang menyediakan jurusan game adalah Bina Nusantara (Binus). Program S1 untuk jurusan game yang masuk fakultas komputer ini telah dibuka sejak Agustus 2011  lalu. Hal-hal yang dipelajari dari jurusan ini di antaranya game art, game design, dan game programming, yang tentunya dibawakan oleh para pengajar yang kompeten.

Dengan struktur pengajaran tersebut, diharapkan mahasiswanya dapat meningkatkan nilai pengalaman mereka dalam membuat suatu sistem software dan juga mengaplikasikan ilmu mereka dalam dunia desain untuk game kreatif. Jenjang karir yang dapat Anda lakukan nantinya pun beragam, seperti game engineer, game content provider, dan game consultant. Bahkan Binus sudah berhasil mencetak satu game developer sukses, yakni Toge Production yang terkenal dengan game flash-nya. Anda pun tidak akan kecewa dan pastinya dapat mengembangkan diri Anda sesuai dengan hobi Anda dalam bermain game.

Tentunya kita harus melakukan apa yang kita sukai, dan menyukai apa yang kita kerjakan seperti quote “Do What You Love, and Love What You Do”. Jangan sampai Anda merasa tidak nyaman dengan apa yang Anda lakukan nantinya. Beberapa pilihan sekolah ini dapat menjadi referensi Anda dalam mencapai cita-cita sebagai gamer yang mampu membuat game ciptaannya sendiri.

Foto: Pexels.com

0 comments