NOW READING

Kabar Drone: Dari Pemain Baru hingga “SPBU” Udara

 1127
+
 1127

Kabar Drone: Dari Pemain Baru hingga “SPBU” Udara

by The Daily Oktagon
  • ​Industri drone terus menggeliat. Kabar baru terus bermunculan.
  • Kompetisi semakin ketat dengan masuknya produsen drone “baru”.
  • Inovasi terus hadir, termasuk rencana stasiun pengisian daya drone.

Dunia drone semakin memperlihatkan dinamikanya. Berbagai perkembangan produk hingga industri yang mendukung teknologi pesawat nirawak ini terus memperlihatkan geliatnya.

Konsumen sepertinya juga semakin terbiasa dalam pengaplikasian drone di berbagai kebutuhannya masing-masing. The Daily Oktagon mencatat beberapa dantaranya.

Kompetisi Semakin Ketat

Setelah nama produsen action camera GoPro diperbincangkan setelah meluncurkan drone Karma, giliran Canon yang menjadi buah bibir. Beberapa waktu lalu produsen asal Jepang yang namanya sudah melegenda di dunia fotografi ini memperlihatkan drone buatan mereka.

Masih bernama “non komersil” yaitu PD6E2000-AW-CJ1, drone dengan enam baling-baling ini lebih ditujukan untuk pemakaian industri dan SAR (Search and Rescue). Hal ini terlihat antara lain dari ukurannya yang besar, terpasang enam rotor dan gimbal 2-axis yang bisa mengangkut beban seberat 10 kg, hingga kemampuan untuk terbang dalam keadaan gelap.

PD6E2000-AW-CJ1

Sebagai produsen kamera, Canon tentu tidak akan melewatkan peluang untuk tetap mempromosikan produk kameranya. Maka sang drone pun terlihat dilengkapi kamera Canon ME20F-SH yang tak kalah canggih menawarkan kemampuan fotografi.

Jika drone baru Canon berbentuk besar dan menyasar pasar industri, kabar terbaru dari DJI menyebut produsen asal Tiongkok ini justru akan meluncurkan drone berukuran sangat kecil yang diberi nama Spark.

Hal ini diketahui dari sebuah situs forum DJI berbahasa China yang menampilkan gambar Spark dan drone DJI yang sebelumnya sudah meluncur, Mavic Pro. Jika melihat perbandingan yang terlihat pada foto tersebut, ukuran Spark relatif setengah lebih kecil daripada Mavic Pro.

Belum banyak informasi lain tentang Spark. Versi informasi lain menyebut drone ini akan masuk dalam kategori balap atau selfie yang tengah marak belakangan ini.

Ada ulasan drone selfie terbaru di sini

“SPBU Udara”

Apa rata-rata kelemahan drone untuk kategir consumer saat ini? Tentu saja durasi terbangnya yang terbatas, tergantung pada kapasitas baterai yang dimiliki. Setiap baterai sudah akan habis, drone pun harus mendarat untuk mengisi ulang daya.

Maka sebuah terobosan menarik coba dilakukan Huawei. Di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 yang berlangsung beberapa waktu lalu, produsen yang dikenal di industri smartphone ini mendemokan rencana membuat “SPBU udara” sehingga drone dapat mengisi baterai di udara tanpa harus mendarat.

(Ilustrasi)

“SPBU” itu sendiri berupa menara charging wireless yang sekaligus dapat berfungsi meningkatkan sinyal GPS sehingga drone dapat terbang lebih baik. Proyek kerjasama Huawei X-Labs dengan China Mobile ini tentu masih dalam tahap pengembangan sehingga belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Simak keseruan komunitas drone di sini

Keseriusan Huawei menghadirkan Menara pengisian baterai ini sendiri bukan tanpa bekal. Sang partner China Mobile sebelumnya sudah bekerjasama dengan Ericsson untuk membuat sebuh drone quadcopter 5G yang digunakan sebagai titik relay hubung antara dua menara seluler, sebagai percobaaan solusi penghubung jaringan.

Maka berharap saja projek menara ini bisa benar-benar hadir di kemudian hari, sehingga berbagai drone, baik yang berukuran besar hingga yang super mini makin bisa leluasa mondar-mandir di angkasa.

0 comments