NOW READING

Joko Anwar Sutradara Film yang Sangat Peduli dengan Kualitas Konten Asli Indonesia

 505
+
 505

Joko Anwar Sutradara Film yang Sangat Peduli dengan Kualitas Konten Asli Indonesia

by The Daily Oktagon
  • Joko Anwar menilai masih sedikitnya kreator yang pandai bercerita di dalam kontennya.
  • Menurutnya, teknologi sudah sangat berkembang dan memudahkan orang-orang dalam membuat sebuah konten digital, sayangnya masih belum banyak dimanfaatkan
  • Munculnya sebuah gadget berupa storyboard canggih yang bisa langsung menceritakan semua idenya kepada orang-orang merupakan impian terbesarnya di dunia teknologi.

Teknologi yang semakin berkembang juga semakin memudahkan moviemaker dalam melakukan tugasnya. Dengan satu atau dua gadget saja, sekarang orang-orang sudah bisa membuat konten digital bahkan membuat sebuah film yang melibatkan banyak orang di dalamnya. Sayang, sutradara sekaligus penulis naskah, Joko Anwar, masih belum merasakan kemudahan itu digunakan dengan baik oleh orang-orang Indonesia.

The Daily Oktagon mendapat kesempatan untuk mengobrol dengan Joko Anwar tentang pandangannya terhadap perkembangan konten digital dan pengaruhnya terhadap dunia perfilman. Selain untuk film, dia pun banyak memanfaatkan teknologi untuk melakukan hal-hal lain di sela-sela waktu sibuknya.

Bagaimana Anda melihat perkembangan konten digital di Indonesia?

Saya rasa konten digital di Indonesia sudah banyak, tapi yang bisa bercerita dengan baik masih sangat kurang. Orang lupa kalau konten audio visual juga harus didukung dengan story yang baik juga. Semua orang masih sibuk dengan style, masih memikirkan look yang dianggap keren untuk konten mereka. Padahal, sebagai negara yang jumlah SDM yang kuat di dunia, kita masih kurang dalam hal ini. Coba kita lihat di beberapa negara. Banyak kreator konten yang sudah membuat konten yang bisa crossover atau konten-konten yang bisa dinikmati oleh orang-orang di negara lain. Kalau kita, masih terlalu lokal. Lokal di sini bukan berarti karena cinta Tanah Air, tapi lokal karena tidak bisa dinikmati oleh kalangan yang lebih luas dari negara-negara lain.

Apa pendapat Anda tentang semakin mudahnya moviemaker untuk membuat film dalam kemajuan teknologi sekarang?

Cukup bagus karena teknologi sudah sangat berkembang. Sayangnya, masih sedikit orang yang memanfaatkan kemudahan itu. Sekarang sudah semakin banyak orang yang membuat film pakai kamera saku atau smartphone, tapi setiap kali saya jadi juri di pencarian bakat perfilman, peserta yang ikut masih sedikit sekali dan jauh dari ekspektasi. Bisa jadi karena kita nggak cukup kreatif, bisa jadi juga karena kita yang malas. Malas itu yang biasa terjadi. Kalau kita malas membuat film atau produksi konten, kita hanya akan jadi konsumen dan penikmat konten-konten dari luar. Nantinya, kita yang akan dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang mau menjual kontennya di sini.

Mari berkenalan dengan Rini Sugianto, animator asal Indonesia yang telah berkarya di Hollywood.

Seberapa penting sih teknologi untuk Anda sendiri?

Pertama itu kita memang harus tahu ilmu dan estetikanya. Keduanya ini kita dapat dari pengalaman sehari-hari dalam hidup dan ada juga yang harus dipelajari di sekolah. Teknologi ini yang mendukung semuanya bisa terwujud. Teknologi buat kita melakukan yang dulu nggak mungkin sekarang jadi mungkin. Jadi, teknologi itu penting sekali dalam hidup saya.

Lalu, Bagaimana Anda memanfaatkan perkembangan teknologi itu sendiri?

Sebagai sutradara dan penulis naskah, saya dituntut harus update segala macam berita dan ide-ide cerita. Paling gampangnya, saya selalu cari referensinya pakai news aggregator buat cari-cari ide-ide itu. Sekarang juga gadget sudah semakin kecil dan laptop pun sudah semakin portable. Jadi, saya bisa langsung menuangkan ide-ide dari kepala langsung ke dalam tulisan.

joko anwar

Kalau boleh tahu, gadget apa saja yang Anda pakai untuk keperluan sehari-hari?

Sekarang saya pakai Samsung Galaxy Note 8. Smartphone ini sangat membantu untuk bikin catatan langsung pakai stylus waktu layarnya terkunci. Untuk keperluan pengambilan gambar di lokasi shooting, biasanya saya juga pakai GoPro Hero 6. Sekarang saya juga lagi hobi street photography sambil sekalian survei lokasi. Saya punya tiga kamera andalan, Fujifilm X-T2Ricoh GR II, dan Sony RX 100 V.

Simak juga penuturan penerapan teknologi dalam dunia balap dari kacamata Alexandra Asmasoebrata.

Punya hobi lain dengan teknologi?

Main game. Namun, saya bukan pemain game di layar kecil kayak smartphone dan laptop. Saya cuma bisa main game Playstation 4 di TV besar. Saya punya beberapa game favorit, seperti Last of UsHeavy Rain, dan yang terakhir itu Resident Evil 7 yang pakai Virtual Reality. Hobi lain lagi sebagai sutradara pastinya nonton film. Saya berlangganan semua layaran streaming video, mulai dari lokal sampai yang dari luar negeri. You name it, saya ada. Saya langganan Netflix, iFlix, Viu, Hooq, Falconcam, UC TV, Amazon Prime Video, FilmStruck, Shudder, Starz, Fandago, Popcornflix, masih banyak lagi yang lain. Yang paling sering saya pakai Filmstruck dan Shudder untuk film horor.

joko anwar

Apa Anda punya harapan untuk perkembangan teknologi di dunia nantinya?

Setiap sutradara pasti punya kesulitan, salah satunya ngasih tahu semua ide-idenya dia ke kru film. Saya ingin nanti ada aplikasi atau gadget semacam storyboard yang bisa dibuat pakai stylus seadanya, tapi semuanya bisa kegambar di sana. Itu sih mimpi dari dulu. Kalau untuk teknologi secara umum, saya ingin ada wearable smartphone dan smartcar yang bisa mencari jalan sendiri.

Intip juga opini Anggun Adi alisa MasGoen terkait peran teknologi dalam membuat konten digital di sini.

Punya pesan terakhir untuk orang-orang yang berkecimpung di industri perfilman Indonesia?

Saya harap semua orang di film, termasuk saya juga, selalu memakai standar tinggi. Jadi, nggak cuma asal buat konten yang banyak, tapi standarnya harus ditingkatkan terus setiap hari.

Perkembangan konten digital di Indonesia saat ini sudah berkembangan dengan pesat hanya saja menurut Joko Anwar masih kurang dalam sisi ceritanya. Selain soal visual dan audio yang baik, story dari konten tersebut juga harus kuat agar nantinya bisa juga dinikmati oleh penonton dari negara-negara lain. Sebuah catatan yang menarik dari sutradara yang terkenal dengan film-film misteri dan thriller-nya ini.

0 comments