NOW READING

Jabra Evolve 65, Headphone Wireless untuk Berbagai Aktivitas

 2152
+
 2152

Jabra Evolve 65, Headphone Wireless untuk Berbagai Aktivitas

by The Daily Oktagon

Memilih headphone bisa dianggap sebagai penentuan investasi jangka panjang, dibandingkan device lain. Ada banyak tipe dipasarkan di rentang harga berbeda, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, pencarian tipe yang tepat jadi cukup sulit ketika Anda membutuhkan satu headset untuk beberapa keperluan berbeda. Artikel ini mengajak Anda berkenalan dengan Jabra Evolve 65, Headphone Wireless untuk berbagai aktivitas.

Menjawab permintaan itu, Jabra menyiapkan sebuah jajaran headphone unik bernama Evolve. Sang spesialis produk audio asal Denmark itu percaya, evolusi headphone selanjutnya adalah penggabungan fungsi hiburan dan kerja. Setidaknya ada lima tipe Jabra Evolve, dan Evolve 65 tampak menonjol karena menjanjikan titik temu antara mobilitas model-model yang lebih kecil dengan performa mendekati Evolve 80.

Oktagon_Jabra_Evolve_65_02

Baca dulu artikel menarik berikut ini, Headphone Keren Ini Akan Jadi Teman Mendengarkan Musik yang Seru

Dari segi desain, langsung bisa Anda lihat bahwa Evolve 65 mengutamakan fleksibilitas serta keringkasan penggunaan. Dalam packagingheadphone dibundel bersama pouch hitam, kabel audio detachable USB dan microUSB, serta unit transceiver mungil. Anda dapat menggunakannya langsung secara wired atau via Bluetooth. Satu kekurangan di sini ialah ketiadaan kabel dengan jack 3,5 milimeter, sehingga ia tidak kompatibel ke music player lawas.

Oktagon_Jabra_Evolve_65_03

Evolve 65 merupakan headset berjenis on-ear, ia menempel di daun telinga, tidak menutupi seluruh organ indra pendengaran Anda. Earcup-nya bulat, dengan bantalan dari kulit sintetis dan kain. Cukup nyaman meski tidak terlalu mencengkram kepala. Di sisi positifnya, Evolve 65 tidak terlalu menekan kuping, bersahabat bagi mereka yang harus selalu mengenakan kacamata resep.

Segala konektivitas, tombol, port microUSB dan juga mic berada di area speaker kanan. Mungkin pendekatan tersebut membuatnya sedikit timpang sebelah, tapi memudahkan pengoperasian dengan satu tangan. Di sana ada lampu indikator, termasuk Busy Light, switch power, beserta tombol volume. Evolve 65 didominasi warna hitam dan dibumbui garis merah-jingga. Walaupun produsen membubuhkan cat perak metalik, hal ini tidak bisa menutupi kesan plastik di headphone.

Oktagon_Jabra_Evolve_65_05

Microphone sendiri dapat diputar di porosnya seluas kira-kira 320 derajat ke depan dan belakang, menempel ke headband bermagnet saat tidak dipakai. Pada bagian inilah terdapat fitur unggulan Evolve 65. Berkiblat pada kebutuhan profesional, Jabra mencantumkan teknologi active noise cancelling buat menyingkirkan bunyi-bunyi eksternal mengganggu, memastikan lawan bicara mendengar ucapan Anda dengan jernih. Kemampuan ini cocok untuk video conference kerja atau sekedar bemain game Dota 2.

Kualitas audionya terbilang memuaskan untuk sebuah aksesori pendukung pekerja profesional. Lampu indikator penanda sibuk akan menyala otomatis seandainya Anda sedang melakukan panggilan. Kemampuan Bluetooth Class-nya menjangkau jarak hingga 30 meter dari transceiver, bisa aktif tanpa perlu tersambung ke sumber listrik selama 10 jam.

Keakuratan suara dan performa bas memang masih bisa ditingkatkan. Namun, Evolve tak mempunyai masalah ketika menangani musik-musik akustik dan genre klasik. Untuk memilikinya, Anda harus meorogoh kocek US$ 179,9 atau Rp 2,6 juta.

Bekerja, bermain dan menikmati musik bisa dihadirkan Evolve 65 buat Anda. Jabra memastikan headphone ini fleksibel untuk digunakan dalam segala aktivitas. Tertarik mencobanya?

Pencinta musik wajib baca artikel berikut, Layanan Streaming : Solusi Atau Ancaman Industri Musik Indonesia?

0 comments