NOW READING

Isyana Sarasvati dan Kedekatannya dengan Teknologi Digital

 693
+
 693

Isyana Sarasvati dan Kedekatannya dengan Teknologi Digital

by The Daily Oktagon

Foto: Dok. Isyana Sarasvati

  • Dalam menciptakan lagu, Isyana terinspirasi dari pengalaman hidup diri sendiri, orang lain, dan juga imajinasi.
  • Piano menjadi instrumen utama Isyana dalam proses menciptakan sebuah lagu.
  • Selain menggunakan piano, Isyana juga menggunakan software Logic Pro X serta smartphone untuk membantunya menyimpan nada agar tidak terlupa.

Siapa penyanyi muda wanita yang lagunya tengah Anda sukai saat ini? Nama Isyana Sarasvati mungkin menjadi salah satu jawaban yang akan banyak disebut. Lagu-lagunya seperti “Tetap Dalam Jiwa” dan “Kau Adalah” begitu populer di kalangan anak muda.

Terlalu dini memang jika menyebutnya sebagai diva penyanyi Tanah Air. Namun potensi itu dimiliki oleh Isyana. Kehadiran dirinya dalam industri musik Indonesia di 2013, menjadi semacam alternatif pilihan dari warna musik yang umumnya disajikan para musisi kepada khalayak saat itu.

Isyana pun menjadi salah satu idola baru yang tidak hanya menampilkan kecantikan semata, namun juga talenta bernyanyi dan memainkan alat musik yang mumpuni.

Bahkan, dara berusia 23 tahun ini tak ragu untuk menggunakan lagu yang diciptakannya sendiri dalam tiap single dan album perdana Explore yang ia rilis pada akhir 2015 lalu. Kualitas, ya Isyana membawa musik Indonesia kembali kepada kualitas terbaik.

Menghasilkan musik berkualitas tentu memerlukan proses kreatif, hingga dukungan sarana yang memadai. Tak terkecuali dukungan teknologi. Apa dan bagaimana Isyana mampu menciptakan lagu yang baik? Simak perbincangannya bersama The Daily Oktagon.

Bagaimana awalnya kamu tertarik hingga memutuskan untuk memilih karier sebagai penyanyi?

Aku sudah menggeluti bidang musik sejak umur 7 tahun, dan memang awalnya hanya fokus pada electone, piano, dan komposisi lagu. Aku baru mendalami olah vokal itu saat ikut kursus yang serius di usia 10 tahun. Jadi memang aku sudah cinta banget sama musik sejak kecil.

isyana-sarasvati

Apa yang membuat kamu lebih memilih menyanyikan lagu ciptaan sendiri dibanding lagu ciptaan hits maker?

Karena musik itu sudah seperti bahasa aku sendiri, tempat bisa mengekspresikan apapun yang aku rasakan melalui musik. Dari kecil aku sudah senang menciptakan lagu, karena aku mempunyai kesulitan bercerita secara terbuka kepada orang lain,. Musiklah yang selama berbelas tahun ini melengkapi perasaan dan menemani kesendirian aku.

Simak juga kedekatan para pencipta lagu lain dengan teknologi di sini

Lalu apa yang menjadi inspirasi kamu dalam menciptakan lagu, dan bagaimana proses kreatifnya?

Inspirasi aku dapatkan dari berbagai hal, mulai dari pengalaman hidup aku sendiri, orang lain, hingga berbagai imajinasi. Setiap lagu sendiri pasti proses pembuatannya berbeda-beda, karena kebanyakan lagu yang aku compose itu lagu yang apa adanya, sehingga masih dibutuhkan aransemen lagi.

Instrumen apa yang kamu pilih untuk menciptakan nada dalam sebuah lagu?

Instrumen juga tentu tergantung dari jenis musiknya mau seperti apa. Namun untuk mayoritas lagu aku pasti ada piano, karena aku selalu buat demo awal dengan piano dulu.

isyana-sarasvati-2

Apakah kamu membutuhkan pertolongan gadget atau software tertentu untuk membuat lagu?

Yup, lately aku sering lagi pakai software Logic Pro X di laptop. Kadang kalau lagi dapat nada suka aku simpan juga di smartphone, biar enggak lupa.

Seberapa jauh peran teknologi saat ini dalam membantu kamu membuat lagu?

Dulu, selama aku tinggal di Singapore dan London, proses membuat lagi kebanyakan aku lakukan secara manual, dibantu juga dengan software Sibelius. Namun, setelah kembali ke Indonesia, aku baru beralih mencoba menggunakan Logic Pro X.

Berbagai gadget lain untuk aktivitas musik bisa Anda lihat di sini

Lagu apa yang paling sulit kamu ciptakan? Mengapa?

Sejauh ini lagu ‘Wings of Your Shadow’. Lagu yang aku ciptakan saat berusia 15 tahun. Lagu ini terinspirasi oleh kakak aku yang saat itu harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan studinya. Karena aku sangat sangat dekat dengan kakak, aku merasa sangat kehilangan dan butuh 6 bulan untuk menyelesaikan lagu tersebut. Lagu itu masuk 12 besar dari seluruh dunia dan terpilih untuk konser di Jepang tahun 2008.

DSC_8860

Lalu, bagaimana rasanya menjadi salah satu bintang musik Tanah Air saat ini?

Saya selalu bersyukur, bersyukur, dan bersyukur. Karena Tuhan telah mengizinkan aku untuk bisa berkarya tanpa harus menjadi orang lain. Banyak sekali up and down dalam hidupku yang kadang membuahkan karya-karya yang tidak terduga. Dan tentunya bersyukur aku punya keluarga dan pendengar yang begitu suportif dan setia kepada aku.

Dengan kerendahan hati dan usaha kreatif yang dilakukan Isyana, tak heran jika prestasi demi prestasi terus direngkuhnya. Dan predikat “diva” penyanyi Tanah Air pun bukan tak mungkin akan lebih cepat disandangnya.

 

0 comments