NOW READING

IoT for Bandung: Agar Internet of Things Makin Cepat Merakyat

 1207
+
 1207

IoT for Bandung: Agar Internet of Things Makin Cepat Merakyat

by The Daily Oktagon

Sumber foto: IoT for Bandung

  • Meski awalnya cukup sulit diterima masyarakat Indonesia, IoT (Internet of Things) perlahan mulai mendapat tempat.
  • Terbentuknya IoT for Bandung didasari alasan ingin membuat konsep IoT bisa mengalir secara ‘familiar’ di pelaku teknologi dalam skala luas di Indonesia.
  • Anggota komunitas tidak hanya berasal dari luar Bandung, dan kerap mengadakan gathering.

Apa kabar perkembangan Internet of Things (IoT) di dunia? Berbagai kota sudah menggunakannya walau dalam tingkat yang berbeda-beda. Bahkan berita terbaru datang dari Kigali yang akan mulai membuat blueprint penggunaan IoT untuk inisiatif smart city mereka.

Kigali adalah ibukota negara Rwanda, negara terkecil di daratan Afrika yang sempat mengalami peristiwa genosida yang mengerikan pada 1994.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? The Daily Oktagon pernah menulis artikel tentang prospek penggunaan IoT di Indonesia pada awal tahun ini.

IoT sendiri adalah teknologi berbasis internet yang menghubungkan sejumlah perangkat, seperti elektronik, perangkat lunak, sensor, dan komponen lain yang membuatnya bisa ‘berkomunikasi’ dengan cara bertukar data dan informasi. Secara tak langsung, perangkat-perangkat ini bisa disebut sebagai perangkat pintar (smart device).

Meski awalnya cukup sulit diterima masyarakat Indonesia, IoT perlahan mulai mendapat tempat. Sebagai bukti, komunitas yang menyokong kemajuan teknologi ini di Tanah Air sudah cukup berkembang, IoT for Bandung salah satunya. Simak ulasan kami berikut ini.

IoT yang “Merakyat”

IoT for Bandung sendiri dibentuk setelah gelaran Hackathon IoT pertama di Indonesia yang berlangsung pada Maret 2015. Hingga kini, anggota antar komunitas yang menariknya, juga kebanyakan berasal dari luar Bandung, seperti Jabodetabek dan wilayah Jawa Barat, kerap mengadakan gathering.

Upaya yang dilakukan komunitas ini jelas memiliki tujuan yang visioner, yakni ingin membangun ranah digital di Indonesia kian cerdas dan inovatif.

Salah satu gagasan utama yang ingin mereka ‘sosialisasikan’ ke masyarakat adalah IoT merupakan teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, semua pengguna bisa mengontrol perangkat miliknya dengan mudah.

Contoh mudahnya adalah penerapan IoT di rumah, atau disebut smart home, lewat pengoperasian peralatan elektronik dengan cara yang lebih praktis. Ambil contoh, pengguna menyalakan AC yang tak perlu lagi dari remote, hanya dengan satu kali klik lewat aplikasi di smartphone.

Komunitas IoT Bandung sendiri ingin sosialiasi ini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Menurut salah satu pengurus komunitas Sofian Hadiwijaya menyebut masyarakat di Indonesia memang belum terbiasa dengan IoT, sehingga mereka ingin melakukannya dengan cara yang lebih “merakyat”.

Bagaimana misalnya kita ingin bawa IoT ke mata masyarakat dengan pendekatan yang berbeda? Dengan cara yang lebih mudah dan less technical. Itu jadi alasan mengapa komunitas ini terus bergerak,” tutur Sofyan.

Simak artikel tentang komunitas gamer “garis keras” di sini

Gathering yang sudah disebutkan di ataslah menjadi salah satu sarana sosialisasi itu, sekaligus sebagai sarana networking para anggotanya. “Kebanyakan gathering membahas topik IoT, dari A sampai Z. Banyak yang kita bahas. Nggak jarang, kita juga sering praktek ‘ngoprek’ perangkat-perangkat untuk ‘disulap’ jadi smart device,” jelas pria yang juga merupakan founder dari CrazyHackerZ ini.

“Ngoprek” bareng

Beberapa aktivitas ngoprek itu juga yang sering komunitas ini jadikan workshop. “Peminatnya banyak, bisa dari belasan hingga puluhan, dari mahasiswa hingga karyawan swasta,” lanjut pria yang juga dikenal sebagai Intel IoT Innovator ini. Terkait yang mengatur pertemuan, Sofian mendapat bantuan dari salah satu pendiri Geeknesia, Martin Kurniadi.

Banyak topik gathering maupun workshop IoT for Bandung yang telah dikupas, seperti cara mengajak masyarakat yang tertarik dengan IoT untuk menjadi citizen developer, hingga cara memonetisasinya sehingga bisa menjadi sumber penghasilan.

Berkarya dengan Perangkat Pintar

Yang menarik, kebanyakan dari sesi pengoprekan perangkat IoT yang dilakukan komunitas ternyata membuahkan hasil, dengan anggota komunitas ini telah menciptakan sejumlah smart device yang bertumpu pada IoT.

Hingga kini, ada beberapa smart device yang berhasil diciptakan komunitas ini bersama dengan CrazyHackerZ. Kebanyakan memiliki konsep ke arah hiburan dan gaya hidup dalam lanskap media sosial. Misalnya saja Instaprinter, printer canggih yang terkoneksi dengan media sosial (seperti Instagram) berbasis lokasi.

Ada juga Instabelly, yaitu mesin vending yang bisa mengeluarkan permen secara langsung saat pengguna check-in di lokasi tertentu. Dan yang paling unik adalah Selfie-o-matic, mesin photobox yang bisa mengirim hasil foto via email.

“Karya-karya perangkat ini juga merupakan hasil dari diskusi, dan kami lihat apa manfaatnya jika perangkat ini bisa digunakan dalam skala sosial yang lebih luas,” tandas Sofian.

Robot-robot untuk rumah tangga semakin banyak bermunculan. Simak artikel ini

IoT for Bandung sampai sekarang masih membuka lebar pintunya. Bagi Anda yang tertarik dengan teknologi IoT dan berminat untuk mengembangkan ekosistem ini ke arah yang lebih luas, tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas ini.

Dengan banyaknya ‘karya’ unik nan menarik yang dibesut IoT for Bandung, komunitas pun berharap segmen IoT di Indonesia bisa ditempa lebih banyak lagi. Dengan begitu, semangat para developer aplikasi akan terpompa untuk terus berinovasi dan menciptakan perangkat keras atau lunak dalam konsep IoT.

Jika kota kecil Kigali di Afrika saja sudah akan menerapkan IoT, tentu sudah menjadi “kewajiban” bagi kota-kota di Indonesia untuk menerapkannya juga. Dan terbentuknya komunitas seperti IoT for Bandung dapat menjadi contoh cara efektif percepatan teknologi masa depan ini.

0 comments