NOW READING

Invisalign, Teknologi Pengganti Kawat Gigi

 260
+
 260

Invisalign, Teknologi Pengganti Kawat Gigi

by The Daily Oktagon
  • Metode perawatan ini memiliki bentuk dan fungsi lebih baik dibandingkan kawat gigi biasa.
  • Pengguna tidak akan lagi terganggu saat mengunyah makanan atau saat menyikat gigi
  • Alat pelurus susunan gigi ini berbentuk pelapis gigi berwarna transparan

Banyak orang selama ini menggunakan kawat gigi untuk merapikan susunan gigi yang kurang bagus. Tapi kini ada teknologi baru yang menggantikan kawat gigi.

Publik di era modern seperti saat ini sudah peduli dengan penampilan giginya. Mereka yang punya masalah dengan susunan gigi yang kurang bagus, selama ini menggunakan bantuan kawat gigi untuk merapikannya. Namun penggunaan kawat gigi terkadang membuat rasa tidak nyaman pada mulut. Belum lagi tampilan gigi pun akan ‘terhalang’ dengan adanya alur kawat yang melintang di sepanjang susunan gigi.

Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan alat pelurus susunan gigi dengan bentuk dan fungsi lebih baik dibandingkan kawat gigi biasa. Alat yang bernama Invisalign ini menjanjikan metode perawatan gigi yang lebih nyaman dan rapi. Pengguna tidak akan lagi terganggu saat mengunyah makanan atau saat menyikat gigi.

 

Foto : Shutterstock.com

 

Pelapis Gigi Transparan

Invisalign tidak lagi menggunakan kawat gigi yang kadang memberikan rasa sakit pada penggunanya. Invisalign mengubah hal tersebut dengan membuat semacam pelapis gigi berwarna transparan. Pelapis gigi ini dibuat menggunakan mesin cetak 3D yang mutakhir. Calon pengguna atau pasien akan berkonsultasi dahulu dengan dokter gigi yang akan menanganinya. Kemudian, gigi pasien akan dipindai dengan alat khusus sehingga tercetak bentuk lapisan gigi yang sesuai dengan bentuk gigi pasien.

Setelah tercetak, pengguna dapat langsung memakainya dan bebas beraktivitas sepert biasa. Berbeda dengan kawat gigi, Invasalign bisa dipasang pada gigi dan bisa dilepas dengan mudah sesukanya. Namun disarankan untuk menggunakan alat ini kurang lebih selama 22 jam dalam satu hari, agar perawatan bisa lebih maksimal. Setelah menggunakan Invasalign selama dua minggu, pasien disarankan untuk berkonsultasi kembali ke dokter untuk memperbarui bentuk lapisan gigi tersebut. Dan menariknya pasien sudah bisa mendapatkan hasil susunan gigi yang rapih hanya dalam waktu sekitar enam bulan pemakaian.

Apakah teknologi untuk bidang kesehatan sudah mapan di Indonesia? Selengkapnya ada di sini.

Foto : Shutterstock.com

Biaya Mahal

Biaya perawatan gigi dengan metode Invasalign ini terbilang cukup mahal, yaitu mencapai Rp59 jutaan. Namun ternyata sudah banyak yang menggunakannya. Karena meski mahal, para pemakai merasakan perubahan yang cukup signifikan dari metode ini. Bentuk gigi mereka menjadi lebih rapi dalam waktu yang cukup singkat.

Perawatan gigi ini pun tidak memberikan rasa sakit yang berarti saat pemakaiannya. Hal ini menjadi nilai tambah, karena pengguna dapat melakukan aktivitas seperti biasa seperti makan atau berbicara. Unsur transparan sendiri menjadi poin penting karena bentuk Invisalign tidak mudah terlihat secara kasat mata. Invisalign akan terlihat jika berada di bawah lampu atau sinar tertentu yang menyorotinya.

 

Foto : Shutterstock.com

 

Dengan berbagai kelebihannya, Invisalign menghadirkan terobosan dalam metode perawatan gigi. Namun sepertinya metode ini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak, mengingat biayanya yang terbilang mahal. Tapi bisa jadi bagi sebagian orang, harga bukanlah masalah asalkan mereka mendapatkan hasil yang memuaskan. Metode Invisalign sendiri sudah hadir di Indonesia.

Penggunaan teknologi CGI yang mampu membuat gambar animasi menjadi terlihat nyata diulas lengkap di sini.

0 comments