NOW READING

Ini Tiga Drone Paling Inovatif dan Menjanjikan di Tahun 2016

 2642
+
 2642

Ini Tiga Drone Paling Inovatif dan Menjanjikan di Tahun 2016

by The Daily Oktagon

Membahas perkembangan teknologi tidak akan lengkap dan sah rasanya jika tidak menyertakan drone. Drone yang awalnya hanya bisa dilihat di film-film sci-fi Hollywood kini sudah hadir di kehidupan sehari-hari. Memang, mayoritas penggunaan drone saat ini masih terbatas untuk orang-orang dengan kebutuhan tertentu saja, seperti pembuatan film misalnya. Namun di luar drone profesional, ada pula produk yang sifatnya lebih ke mainan untuk hiburan semata.

Nah, The Daily Oktagon siap menyajikan ulasannya untuk Anda. Yuk, langsung tengok, ini tiga drone paling inovatif dan menjanjikan di Tahun 2016.

Parrot Bebop 2

Parrot adalah satu dari sekian produsen drone yang punya pergerakan agresif. Dibanding merek ternama lain seperti DJI misalnya, drone buatan Parrot terkesan lebih mudah digunakan. Di 2016, Parrot sudah menyiapkan Bebop 2 sebagai penerus Bebop generasi pertama.

parrot-bebop-2

Bebop 2 menawarkan bentuk yang masih identik dengan Bebop pertama. Dimensinya tergolong compact dengan panjang 38 sentimeter, lebar 32 sentimeter, dan tinggi 9 sentimeter. Beratnya pun hanya 500 gram. Tapi uniknya, Bebop 2 bisa tetap terbang stabil di tengah hembusan angin dengan kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam.

Parrot Bebop 2 tidak disertai kontroler tambahan. Untuk mengendalikannya, Anda bisa menggunakan device, seperti tablet Android dan iOS, lalu mengunduh aplikasi pendukungnya.

Untuk kebutuhan pengambilan gambar (video), Bebop 2 dilengkapi kamera fish eye dengan kemampuan memotret gambar. Foto yang dihasilkan beresolusi maksimal 14 MP, sedangkan untuk video bisa merekam hingga resolusi full HD dengan 30 fps. Bebop 2 bisa terbang dengan durasi hingga 25 menit.

Anda tentu juga suka artikel ini, Ehang, Pelopor Drone Virtual Reality serta Quadcopter Tanpa Pilot

Parrot Disco

Bentuk drone selama ini identik dengan baling-baling seperti helikopter. Tapi anggapan tersebut langsung sirna seketika dengan kehadiran Parrot Disco. Drone satu ini lebih terlihat seperti pesawat siluman dengan dua sayap di sisi kiri dan kanan.

Motor penggerak alias baling-balingnya hanya terdapat di ujung buntutnya saja. Sedangkan kameranya masih sama seperti seri Bebop, diletakkan di bagian depan atau hidungnya Yang menarik dari Parrot Disco adalah cara awal menerbangkannya, yakni dengan ‘melemparkannya’ saja. Hal ini memungkinkan karena bobotnya yang sangat ringan.

parrot-disco

Untuk penggunaan harian, Parrot Disco bisa merekam video 1.080p 30 fps, sedangkan untuk memotret bisa mengabadikan gambar hingga resolusi 14 MP. Berbekal baterai 2.700 mAh, Parrot Disco bisa berdisko di udara hingga durasi 45 menit dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Lily

Dari namanya, drone ini seperti tidak begitu bisa diharapkan. Tapi siapa sangka, Lily camera drone menjadi pionir untuk kategori drone profesional. Meski berbentuk drone, oleh pembuatnya Lily lebih disebut sebagai sebuah kamera. Bahkan, Lily berhasil menyabet gelar CES 2016 Innovation Award.

Bisa dikatakan, Lily berfungsi seperti sebuah kamera Go Pro yang dikendalikan oleh seorang kameramen. Pasalnya, Lily bisa merekam momen tanpa perlu dikendalikan. Rahasianya ada pada sebuah receiver kecil atau tracker yang harus selalu kita bawa. Receiver ini akan memancarkan sinyal pada Lily sehingga Lily dapat terus mengikuti kemana pun Anda pergi. Cara menerbangkannya yakni hanya dengan dihempaskan ke udara dan Lily siap mengejar siapa pun yang membawa tracker.

lily-camera-drone

Tracker ini juga berfungsi sebagai remote sederhana yang bisa digunakan untuk memotret. Bicara soal kamera, Lily bisa merekam video 1080p 60 fps dan mengambil gambar dengan resolusi 12 MP. Yang tidak kalah menarik adalah kemampuan waterproof sehingga Lily bakal tetap aman sekalipun tercebur ke dalam air atau terkena hujan. Hanya saja, Lily tidak bisa mengejar obyek yang bergerak terlalu cepat karena kecepatannya sendiri dibatasi hanya 40 km/jam.

Untuk dibawa bepergian, Lily bisa dimasukkan ke dalam tas berukuran sedang. Dimensinya cukup compact dengan lebar 26 sentimeter dan tinggi 8 sentimeter. Adapun beratnya tak bisa dikatakan ringan, yakni 1,3 kilogram. Setelah mengisi baterainya selama dua jam penuh, Lily bisa terbang hingga 20 menit.

Lantas, manakah yang sesuai selera Anda? Tentu Anda yang menentukan. Selamat mencoba!

Baca juga, ONAGOfly, Drone Mungil dengan Segudang Fitur Super

0 comments