NOW READING

Ini Kunci untuk Jadi YouTuber Ternama

 2053
+
 2053

Ini Kunci untuk Jadi YouTuber Ternama

by The Daily Oktagon
  • Video di YouTube adalah salah satu konten yang diminati banyak pengguna internet dan media sosial.
  • Karena itu, banyak bermunculan para video blogger yang memanfaatkan saluran YouTube. Mereka dikenal dengan sebutan YouTuber.
  • Ada beberapa hal yang penting diperhatikan untuk menarik banyak penonton; seperti memiliki tema kuat, menyajikan video yang berkualitas, dan menjadi diri sendiri.

Tahu dong dengan grup vokal GAC yang sedang hits dengan single “Bahagia”?

Tetapi, tahukah Anda kalau sepak terjang grup vokal yang terdiri dari Gamaliel dan Audrey Tapiheru serta Cantika Abigail itu berawal dari YouTube?

GAC berawal dari kebiasaan Gamaliel dan Audrey Tapiheru mengunggah video mereka yang sedang menyanyikan lagu-lagu dari mancanegara ke YouTube mulai 2008. Berkat talenta yang mereka miliki, video-video Gamaliel dan Audrey menarik banyak penonton. Akhirnya pada 2010, mereka dilirik Sony Music Indonesia dan membentuk grup vokal GAC bersama Cantika.

Selain itu juga, kalau rajin mengunjungi YouTube, Anda pasti tahu dengan Bayu Skak. Pria asal Malang, Jawa Timur, pemilik akun bayuekomoektito1 itu sangat populer di YouTube. Meski tidak sepopuler Gamaliel dan Audrey Tapiheru, menurut laporan Social Blade, Agustus 2016, Bayu mampu meraih pendapatan Rp 7,7 juta hingga Rp 123 juta per bulan dari video banyolan yang ia unggah ke YouTube.

youtuber bayu skak

Padahal, untuk mendapatkan uang sebanyak itu, Bayu hanya bermodalkan handycam dan tripod. Namun, berkat kreativitasnya, Bayu mampu meraup uang hingga jutaan rupiah melalui video-video yang mampu membuat orang terpingkal-pingkal.

Lalu, apa kunci yang membuat orang-orang di atas mampu meraup popularitas dan uang berlimpah lewat saluran seperti YouTube?

Simak juga bahasan tentang cara membuat video timelapse dengan smartphone. Mungkin, bisa jadi ide untuk channel video YouTube Anda

Kunci pertama adalah konsep yang kuat dan konsisten

Maksudnya menayangkan rangkaian video yang dibalut dengan tema kuat secara berkelanjutan. Seperti Bayu Skak, juga Gamaliel dan Audrey Tapiheru, mereka konsisten dengan tema khusus pada rangkaian video yang mereka unggah ke YouTube.

Gamaliel dan Audrey konsisten dengan video musik. Walau sudah menjadi penyanyi profesional, mereka masih sering membuat video musik cover untuk diunggah ke YouTube. Hebatnya, video cover GAC untuk lagu Justin Timberlake berjudul “Mirrors” dipilih sebagai video bumper nominasi “Best Pop Solo Performance” di Grammy Awards 2014.

Sementara Bayu Skak konsisten mengunggah video dagelan. Di dalam videonya, Bayu Skak membicarakan hal-hal sepele yang terjadi sehari-hari, menggunakan bahasa Jawa. Cara berbicaranya yang medok dan ceplas-ceplos mencuri perhatian banyak orang. Hal yang kemudian jadi konsep utama yang mengemas semua video Bayu Skak.

youtuber bayu skak

Menampilkan video berkualitas maksimal

Kecepatan internet kini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tarif untuk mengaksesnya pun kian terjangkau. Perangkat untuk menonton video secara streaming pun makin canggih dan murah. Misalnya, saat ini smartphone yang mumpuni menyajikan video kualitas Full HD lazim ditemukan. Artinya, potensi masalah saat masyarakat menonton video beresolusi tinggi di digital device makin rendah.

Maka sebaiknya, tampilkan video dengan resolusi minimal 576 piksel, atau setara dengan kualitas gambar DVD. Kalau memungkinkan, tampilkan dengan resolusi HD.

Gunakan kamera profesional untuk membuat video, atau gunakan action camera yang memiliki harga ekonomis. Usahakan kamera yang digunakan bisa memproduksi kualitas HD. Anda bisa memprioritaskan penggunaan tripod untuk mempermudah kegiatan perekaman, terutama jika memproduksi video seorang diri.

Hasil pengambilan gambar bisa diolah lewat beberapa aplikasi, seperti misalnya HitFilm Express. Aplikasi ini sudah memiliki banyak fitur editing video pada versi gratisnya, dan bisa digunakan baik oleh pengguna Windows pun Mac.

Khusus pengguna Windows bisa menggunakan aplikasi standar Movie Maker, yang biasanya sudah otomatis tersedia di perangkat komputer berbasis Windows. Sementara pengguna Mac bisa mengandalkan iMovie, tapi aplikasi ini tidak gratis alias berbayar. Meski begitu, iMovie punya banyak vitur yang bisa bikin video makin enak ditonton; bahkan disebut-sebut sebagai salah satu aplikasi editing video terbaik untuk pemula.

Selain kualitas gambar, yang penting diperhatikan juga adalah soal durasi. Jangan sampai video kita bertele-tele hingga meredam minat penonton yang mengikutinya.

Hal ini penting diperhatikan karena penonton YouTube memiliki karakteristik unik kalau dibandingkan dengan penonton televisi. Kalau mereka merasa video yang ditonton membosankan, mereka akan menutup laman video dan mencari video lain. Berdasarkan studi dari berbagai sumber, rerata durasi ideal video YouTube yang populer ada di kisaran 1-3 menit.

Salah satu jenis video yang pas untuk durasi itu adalah stop motion. Ikuti langkah mudah pembuatannya di sini

Mengoptimalkan kualitas audio

Penonton video di YouTube biasanya adalah mereka yang lebih suka melihat dan mendengar, ketimbang membaca artikel misalnya. Jadi akan lebih baik jika audio pada video yang ditampilkan berkualitas baik dan jernih.

Gunakan penangkap suara khusus, seperti misalnya Azden 330LT UHF On-Camera untuk keperluan video dengan format wawancara. Jika memakai mikrofon biasa, usahakan untuk tidak terlalu dekat pada mic saat berbicara, tapi juga tidak terlampau jauh.

Kalaupun menggunakan ilustrasi musik pada video, pastikan Anda menggunakan musik dengan lisensi Creative Commons atau Reusable untuk penggunaan gratis.

Menjadi diri sendiri

Jadilah diri sendiri, gunakan intonasi bicara apa adanya, karena setiap manusia memiliki karakter yang berbeda. Perbanyak latihan membuat video akan membuat kita tahu seperti apa karakter asli kita.

Tahap selanjutnya adalah sabar

Jangan mudah putus asa hingga membuat kita tidak mau atau malas menggunggah video ke YouTube. Seperti Gamaliel dan Audrey, mereka perlu waktu bertahun-tahun dengan puluhan video sebelum akhirnya dilirik oleh Sony Indonesia.

youtuber audrey gamaliel

Bayangkan kalau Gamaliel dan Audrey tidak sabar, berhenti menggunggah video setelah beberapa bulan sejak pertama kali mengunggah video mereka ke YouTube, dan tidak juga mendapatkan popularitas. Kalau itu yang terjadi, mungkin saat ini kita tidak bisa menyenandungkan lagu “Bahagia” milik GAC.

Optimalkan penggunaan media sosial

Media sosial telah menjadi wadah pertukaran informasi yang sangat cepat. Unggah teaser atau potongan video YouTube kalian, lalu sebar melalui media sosial disertai link untuk melihat video itu secara utuh di YouTube. Orang yang penasaran akan langsung buka video itu di YouTube dan otomatis channel kalian semakin dikenal.

Setelah memiliki penonton, buatlah penonton itu menyukai kita dengan menjadikannya sahabat. Jika penonton suka dengan kita, otomatis apa pun bentuk video kita akan ditonton mereka.

Adapun tips untuk menjadikan penonton sebagai sahabat adalah dengan berinteraksi, seperti membalas komentar mereka, menjawab pertanyaan mereka, atau sekadar mengajak penonton mengomentari video-video kita. Selain itu, ajak penonton untuk follow akun media sosial kita dan jangan lupa untuk follow back akun media sosial mereka.

Baca juga ulasan tiga kamera yang layak jadi andalan para vlogger

Kolaborasi!

Kunci berikutnya adalah berkolaborasi. Cari channel YouTube yang satu aliran, lalu bentuk sebuah jaringan atau grup untuk melakukan diskusi dan kerja sama.

Buat video bersama mereka dan kemudian unggah video itu di masing-masing channel, dan saling mempromosikan channel YouTube. Pola ini dirasakan masih efektif untuk promosi channel, ketimbang menawarkannya secara gamblang .

Tips terakhir untuk menjadi YouTuber ternama adalah sering-sering membuat video yang menyinggung trending topic.

Misalnya, dalam beberapa hari ke depan akan digelar Olimpiade 216, buatlah video dengan gaya masing-masing yang menyinggung Olimpiade 216. Jika video itu disukai masyarakat, maka video itu akan berada di halaman Trending Video YouTube.

0 comments