NOW READING

Ini Bahaya Memperkenalkan Smartphone kepada Anak di Usia Dini

 1332
+
 1332

Ini Bahaya Memperkenalkan Smartphone kepada Anak di Usia Dini

by The Daily Oktagon
  • Memperkenalkan smartphone kepada anak-anak tak ada salahnya.
  • Namun, penggunaan teknologi tersebut harus didampingi oleh orangtua.
  • Beberapa bahaya bisa mengancam si buah hati jika diberikan kebebasan berlebih dalam menggunakan smartphone.

Memperkenalkan teknologi kepada anak-anak memang tak salah. Namun, untuk memberikannya secara langsung dan tanpa pengawasan yang ketat? Sebaiknya coba berpikir ulang lagi. Teknologi seperti smartphone tentu memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia. Namun, kemudahan tersebut bisa kembali menyerang bak pisau bermata dua.

Perkembangan teknologi memang bisa memberikan dampak positif dan negatif. Namun, dengan pembelajaran yang lebih baik, Anda bisa meminimalisir dampak negatif dan memanfaatkan sisi positif secara maksimal. Kebanyakan orang tua memberikan smartphone kepada anaknya agar bisa lebih mudah dihubungi.

Foto: Shutterstock

Anak Indonesia rentan kecanduan gadget? Cegah dengan empat langkah ini!

Namun, nyatanya terdapat beberapa ancaman berbahaya yang mengincar sang anak ketika diberikan tanggung jawab untuk memiliki atau menggunakan sebuah smartphone. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Mandy Saligari, seorang spesialis yang bekerja di Harley Street rehab clinic mengatakan bahwa memberikan smartphone kepada anak-anak sudah sama seperti memberikan mereka zat psikotropika (narkoba), dilansir dari Independent.co.uk.

Ketika itu, Mandy mendapati seorang remaja putri berusia 13 tahun yang menganggap bahwa sexting (melakukan chat yang berbau seksual) sudah menjadi hal yang wajar di usianya. Di Indonesia, hal seperti ini sudah banyak terjadi, dan kasus terbaru terjadi pada remaja putri yang bersekolah di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Foto: Shutterstock

Para siswi yang masih duduk di bangku SMA tersebut mendapati bahwa sang guru berinisial TS (25), mengirimkan konten-konten pornografi melalui pesan LINE. Beruntung, aksi tersebut diketahui oleh orang tua salah satu siswi yang langsung melaporkannya ke pihak berwajib, dilansir dari Tribunnews.com.

Tak hanya kasus pornografi, penggunaan smartphone yang berlebih tentu membuat perkembangan anak-anak menjadi lebih lambat. Ketika masih berusia 7-19 tahun, seorang remaja membutuhkan banyak bergerak dan berkembang lebih jauh terkait kehidupan di sekitarnya. Pada rentang usia tersebut mereka tengah mencari jati diri masing-masing.

Foto: Shutterstock

Jika pada usia tersebut mereka sudah disibukkan dengan bermain smartphone, para anak-anak akan kehilangan kesempatan untuk mematangkan diri di usia-usia emasnya.

Vlogging cerdas dan aman dengan anak bisa dibaca di sini.

Bahaya lain yang bisa mengancam anak-anak yang menggunakan smartphone di usia dini adalah bahaya penculikan atau perampokan. Ketika Anda memberikan smartphone, terutama dengan merek atau keluaran terbaru kepada sang anak, ia bisa menjadi sasaran kejahatan orang tak bertanggung jawab.

Foto: Shutterstock

Memang, dengan mengenal adanya bahaya-bahaya yang mengancam bukan berarti teknologi ini harus dijauhkan dari sang anak. Namun, pembelajaran tentang bahaya serta pembatasan penggunaan memang perlu diterapkan sebelum memutuskan untuk memberikan mereka sebuah teknologi bernama smartphone. Tentunya kita semua tak ingin segala macam bentuk modus kejahatan di luar sana terjadi pada anak-anak. Mari tetap aman berteknologi dengan lancar.

0 comments