NOW READING

Ingin Mencoba Foto Unik? Cobalah Teknik 360 Photography

 5096
+
 5096

Ingin Mencoba Foto Unik? Cobalah Teknik 360 Photography

by The Daily Oktagon

Bila mendengar kata 360 Photography, otak kita mungkin segera mengingat dengan sebuah aplikasi fotografi yang sekarang tengah marak di smartphone. Atau mungkin juga kita mengira jenis fotografi semacam ini merupakan foto panorama, gabungan beberapa foto sehingga mendapatkan foto yang lebar sehingga misalnya, menghasilkan sebuah foto lansekap pemandangan yang luas.

Ternyata, pengertian 360 Photography adalah fotografi 360 yang sesungguhnya tidak semata aplikasi instan di ponsel, maupun penggabungan beberapa foto berurutan semata. Fotografi 360 adalah seni menggabungkan beberapa gambar menjadi spherical atau membulat, sehingga kita seperti berada di dalam lokasi yang kita foto.

IMG_3433

Inilah definisi fotografi 360 menurut fotografer Henky Christianto, saat menjadi pembicara acara “How to Take 360 Photography” yang diadakan Oktagon, pekan lalu, di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 50 A, Jakarta. Fotografi 360, atau yang juga dikenal dengan virtual reality photography atau menampilkan deretan foto yang lebih lengkap dibanding foto panorama biasa.

“Dari penggabungan foto, kita bisa melihat ke segala arah, bahkan ke bawah dan ke atas secara penuh,” ujar Henky yang sudah dua tahun belakangan menekuni jenis fotografi ini.

Fotografi 360 sendiri tidak hanya mengandalkan kepiawaian sang fotografer. Diperlukan gabungan antara teknik memotret dan proses post production dengan menggunakan beberapa software.

“Proses stiching atau menjahit foto-foto, bahkan bisa memakan waktu agar mendapatkan penggabungan foto yang maksimal,” ungkap Henky

Dalam mengolah post production, Hengky bermitra dengan Arza Nursatya. Anda ingin mencoba foto unik? Cobalah teknik 360 Photography bersama Henky Christianto.

Eksplorasi teknik fotografi Anda dengan membaca artikel menarik berikut, Ini Tips Memotret Makro dari Pakarnya

Persiapan : Alat Pendukung yang Mumpuni

Produk yang kemampuannya layak dicoba untuk fotogrfi 360 adalah action camera Ricoh Theta S. Untuk mengetahui lbih lanjut, Anda bisa masuk ke sini. 

Melakoni fotografi 360 diharuskan menggunakan tripod. Hengky menggunakan tripod umum, namun terdapat alat bantu khusus di atasnya, yaitu Panohead. Di alat ini terdapat rotator yang memungkinkan kamera dapat berputar hingga 360 derajat, sekaligus dapat mengarahkan kamera ke atas dan bawah dengan mudah.

Di rotator terdapat ukuran putaran derajat yang bisa diatur, sehingga putaran kamera dapat lebih presisi. Alat yang Hengky gunakan adalah Panohead Manfrotto 303 SPH.

IMG_3418

“Namun setahu saya Panohead belum ada di Indonesia, sehingga harus pergi keluar negeri untuk mencarinya,” kata co-founder 2H+ Photography ini.

Sementara itu, penggunaan lensa wide tentu dapat menjadi pilihan, walau pun tidak mutlak. Memakai lensasemacam inimenjadikan fotografer dapat mengambil foto dalam jumlah yang lebih sedikit, sehingga kerja menjadi lebih efisien. Bahkan, dengan menggunakan lensa fish eye, kita bisa langsung dapat menangkap sisi paling kiri dan kanan, sehingga biasanya hanya memotret empat kali saja, di setiap sudut 90 derajat.

Saatnya Memotret

Posisi kamera di Panohead dibuat vertikal, sehingga dapat menangkap bidang atas bawah yang lebih luas. Kemudian, Henky menyebut Parallax, atau semacam pengaturan awal kamera. Posisi awal kamera, menurut dia akan sangat menentukan, sehingga hasil foto tetap berada dalam satu garis lurus baik secara horizontal dan vertikal.

“Sehingga tidak akan terjadi error saat proses stich, dan tahap post production bisa lebih lama,” ujar Henky.

Cara memotret 360 harus ada overlaping dari satu foto ke foto lain untuk memudahkan proses stich. Seberapa banyak kita harus memotret? Tergantung lensa kamera yang digunakan.

“Kalau pakai lensa 14, foto sebanyak enam kali. kalau pakai lensa 24, foto 12 kali,” Henky mengungkapkan. Dia mempunyai rumus universal 8+N+Z sebagai patokan. Artinya, memotret memutar sebanyak delapan kali, ditambah memotret Nadir dan Zenit.

Duo Nadir dan Zenit

Inilah yang juga membedakan fotografi 360 berbeda dengan foto panorama biasa. Pengambilan Nadir atau blank spot bawah dan Zenit yang merupakan blank spot atas, membuat hasil foto menyeluruh, tak hanya menyamping, namun juga pemandangan di atas dan bawah. Jadi, misalnya Anda mengambil foto lansekap Monas, maka hasilnya bisa terlihat dari aspal di bawah kaki, hingga langit biru di atas kepala.

monasround

Hengky menekankan foto bagian Zenit biasanya tidak menjadi masalah. Namun, tantangan akan ada saat mengambil Nadir, karena di sinilah posisi tripod berada. Sehingga, diperlukan cara khusus untuk nantinya menghilangkan tripod dari foto.

Kuncinya, mengambil foto stock tanpa tripod atau handheld beberapa kali, sebagai bahan penambal ketika sedang diolah pada software. Bahkan, pentingnya proses menambal ini membuat Henky harus menulis satu judul tutorial di situsnya.

Awas, Obyek Bergerak

Salah satu tantangan dalam foto 360 adalah obyek bergerak, seperti orang, kendaraan yang lewat, atau pohon yang tertiup angin. Henky menyebut dalam 360 tidak boleh ada obyek yang bergerak, atau paling tidak diminimalisir sehingga hasil foto menjadi maksimal.

“Biasanya, jika ada orang dalam frame, saya akan meminta orang itu untuk diam atau keluar dari frame,” kata Henky.

2

Sementara, jika kita melihat kondisi di lapangan bakal banyak obyek bergerak seperti pohon yang tertiup angin, Henky menyarankan untuk memasang speed di 60 atau 75 dan mengambil foto dengan lebih cepat. Henky juga menggarisbawahi pentingnya mengambil beberapa kali stok putaran gambar.

4

“Sehingga, ketika mau di-stich, kita bisa ambil foto terbaik, atau obyek bergerak yang paling minim,” ucap dia.

Post Production Tak Kalah Penting

Apalah artinya sebuah bahan baju yang baik, namun tidak dijahit dengan benar? Begitupula fotografi 360 yang membutuhkan proses pasca produksi yang tak kalah serius. Arza Nursatya, partner Henky yang juga melakukan presentasi di acara INI menyebut empat kategori software yang harus digunakan dalam proses ini, yaitu panorama stiching untuk menjahit foto, image corection guna mengoreksi hasil stiching. Kemudian viewer untuk melihat hasil, serta VR Tour untuk melihat hasil secara virtual.

subkothairound

Berbagai software yang tersedia sudah dalam bentuk online maupun offline. Di deretan software panorama stiching, pilihannya adalah PTGUI dan Kolor Autopano Giga yang formatnya offline, serta dermander.com atau clevr.com yang ditawarkan online. Yang pasti, Arza berpesan, proses pasca produksi akan memakan waktu yang tidak sedikit.

bmwround

“Jika anda tipe orang yang gemar berlama-lama di depan komputer, maka proses ini barulah menyenangkan,” ujar Arza.

Bagaimana, Anda tertarik mencobanya?

Coba juga teknik fotografi yang unik. Gali tekniknya dengan membaca artikel berikut, Drone Pintar 3DR Solo Segera Meramaikan Udara Tanah Air

0 comments