NOW READING

Indahnya Teknologi untuk Membantu Ibadah

 1815
+
 1815

Indahnya Teknologi untuk Membantu Ibadah

by The Daily Oktagon
  • Teknologi dan ibadah kadang dianggap tidak bisa berjalan beriringan, namun waktu membuktikan keduanya dapat bersinergi dengan baik.
  • Teknologi terbukti memudahkan segala aktifitas kita sehari-hari termasuk ketika beribadah.
  • Pemanfaatan teknologi untuk ibadah dipandang sebagai sebuah cara beradaptasi dengan perkembangan zaman saat ini.

Di bulan puasa semacam saat ini, kegiatan ibadah cenderung meningkat. Walau harus menahan haus dan lapar sepanjang hari, umat yang menjalankannya dapat menunaikannya dengan baik.

Kemudahan yang didatangkan teknologi dapat menjadi salah satu alasan kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan lebih baik, apa pun agamanya. Pengamat teknologi Lucky Sebastian menuturkan bahwa teknologi memang sudah meresap ke seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali agama.

“Secara inti ajaran tidak berubah, tetapi secara bentuk ritual, tata cara upacara, dan cara penyebarannya juga tidak bisa menghindar dari teknologi,” tutur Lucky.

Salah satu teknologi yang menurut Lucky sangat bisa dimaksimalkan pemanfaatannya untuk menambah kualitas ibadah adalah perangkat smartphone, yang tentu saja juga didukung oleh koneksi internet.

Smartphone Bukan Distraksi

Lucky menyebutkan bahwa sisi negatif dari perangkat teknologi adalah kadang peserta kegiatan keagamaan atau ibadah tanpa sadar mengurangi kekhusyukan ibadah yang mereka lakukan, misalnya, mengecek smartphone terlalu sering.

Namun di sisi lain, kemampuan multifungsi dari sebuah smartphone bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. “Misalnya kita tak perlu lagi membawa kitab suci ketika bepergian atau di dalam perjalanan. Kita cukup mengunduh aplikasi kitab suci dan membacanya dari situ,” tutur Lucky yang juga pengelola blog teknologi Gadtorade.

Hal ini persis seperti yang diceritakan oleh Nathania Valentine, perempuan yang aktif menjadi Pemandu Lagu di gerejanya di kawasan Cikini, Jakarta ini mengandalkan aplikasi Alkitab yang diunduh pada smartphone.

Nathania atau Nia mengungkapkan, aplikasi semacam ini memudahkan dirinya ketika tidak membawa kitab suci, namun diperlukan untuk ibadah dimanapun dan kapanpun.

“Aplikasi semacam ini pun juga memiliki fitur search jadi kita cukup ketika ayat atau doa yang mau kita cari. Jadi tidak menggantikan fungsi dari kitab suci namun memudahkan kita,” ungkap Nia yang mengandalkan iPhone 7 kesayangannya.

Mengingat tugasnya sebagai Pemandu Lagu Gereja, Nia juga memanfaatkan aplikasi berisi panduan untuk lagu-lagu ibadah sehingga ketika melakukan latihan atau tengah beribadah dirinya tidak perlu membawa bundel kertas berisi lirik kumpulan lagu ibadah.

Baca kitab suci mungkin lebih asyik di tablet. Ulasan tablet terbaru di sini

Hal serupa dilakukan Wildan Masyhari. Ia sudah sejak lama mengunduh aplikasi Al-Quran di ponsel pintar Asus Zenfone 3 miliknya. Dia menceritakan bahwa aplikasi tersebut biasanya digunakan ketika dia sedang dalam perjalanan menggunakan transportasi umum, misalnya di kereta.

Lanjut Wildan, saat dirinya sedang keluar kota yang belum pernah dikunjunginya, terkadang ia suka menggunakan aplikasi Google Map untuk mencari lokasi masjid besar di kota tersebut. Ini tentu terpakai sekali ketika kita bepergian apalagi saat ke luar negeri.

“Selain itu beberapa aplikasi agama di smartphone juga menyediakan waktu solat yang otomatis menyesuaikan dengan waktu setempat” ujarnya.

Wildan juga menggunakan fitur live streaming untuk mengikuti seremoni ibadah atau diskusi keagamaan saat ia bepergian. “Seperti di Facebook sekarang sudah bisa live video. Menonton (seremoni atau diskusi) itu lebih nyaman saat di perjalanan, ketimbang harus membaca teks narasi yang panjang,” tuturnya.

Mencari objek religi di peta online

Perihal penggunaan media sosial untuk membantu kegiatan ibadah juga disuguhkan oleh aplikasi media sosial yang biasanya dalam momen Ramadhan menyediakan konten yang dikurasi khusus.

Layanan pesan LINE misalnya membuat akun khusus Ramadhan, yang menampilkan berbagai info seperti jadwal sholat, tips berpuasa, hingga fitur mencari tempat makan dengan menu berbuka puasa.

Lucky membenarkan bahwa sekarang memang semakin banyak aplikasi atau layanan untuk ibadah yang tersedia untuk smartphone, alasannya tentu saja karena kebutuhannya ada dan teknologi memang bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga kualitas ibadah yang menjalankannya.

“Kontennya pun beragam, tidak hanya teks, ada juga gambar yang lebih menarik serta video misalnya yang menjelaskan cara ibadah maupun khotbah dengan pilihan tema yang beragam. Kita bisa dengarkan dimana saja sambil melakukan aktifitas lainnya,” tutur Lucky.

Internet Sebagai Sumber Panduan

Internet memang sumber informasi yang luas dan kita tentu harus selalu ingat untuk menyaring terlebih dahulu konten yang kita temukan, termasuk soal agama.

Namun saat ini sudah banyak sumber valid yang memang dibuat untuk menjadi panduan, termasuk bagi yang ingin memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.

Misalnya untuk bulan Ramadhan, Google Indonesia lewat mesin pencarian Google menemukan bahwa di Indonesia biasanya sering terjadi pencarian informasi mengenai cara menjadi lebih baik di bulan Ramadhan.

Misalnya saja tips-tips untuk tampil lebih lebih religius serta meningkatkan kualitas ibadah mereka. “Konten seperti kitab Al-Quran dan doa, dan tata cara ibadah lain juga banyak dicari,” beber Ariani Dwijayanti, Analis Industri Google Indonesia.

Pengalaman jelajah internet yang lebih baik bisa di smartphone satu ini

Pandangan Ariani tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari mesin pencarian Google menjelang dan di saat momen bulan Ramadhan tahun lalu.

Beberapa aplikasi religi di App Store

Menurutnya hal ini selalu serupa, namun untuk tahun 2017 ini diprediksi akan meningkat lebih besar lagi sebab penetrasi internet di dan jumlah smartphone akan semakin hesar.

Lanjut Ariani, menjelang bulan Ramadhan penelusuran untuk “Ramadhan dan Puasa” meningkat 28%, lalu “agama dan puasa” meningkat 75% dan “berbuat baik” meningkat 13% dari tahun ke tahun.

“Di sini bisa terlihat teknologi digital yakni internet sudah dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah atau keagamaan,” ungkap Ariani.

Ariani menambahkan teknologi seperti video streaming pada kanal YouTube juga mengalami pergerakan, terutama pada video yang bertemakan agama dan ibadah. Misalnya panduan beribadah atau doa maupun nyanyian keagamaan.

Peran Pemuka Agama

Pemanfaatan internet untuk ibadah atau keagamaan tentu tidak hanya dilakukan oleh orang awam. Peran para pemuka agama yang adaptif dalam kemajuan zaman membuat perkembangan teknologi semakin memperlihatkan fungsi positifnya.

Paus Fransiskus misalnya aktif menggunakan Twitter untuk menyampaikan berkomunikasi dengan jemaatnya diseluruh dunia. Ariani menjelaskan Paus setiap hari menyapa umatnya, salah satunya dengan mengirimkan tweet dengan beberapa bahasa.

Isinya bermacam seperti dorongan semangat, mencintai sesama, kepedulian, hingga perdamaian. “Kalimatnya tidak panjang, sederhana, dan cenderung praktis,” ungkap Ariani.

Lucky maupun Ariani sendiri optimis bahwa kegiatan religi sebagai bagian dari aspek kehidupan manusia di satu sisi, serta teknologi yang meresap ke dalam kehidupan manusia di sisi yang lain, dapat terus berjalan berdampingan.

Apalagi ungkap Lucky, saat ini sudah hadir teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, sehingga teknologi nantinya bisa saja digunakan untuk lebih memahami kebutuhan penggunanya untuk kegiatan ibadah yang sifatnya lebih personal.

Penggunaan teknologi tentu bisa mendatangkan hal positif maupun negatif, namun sejauh pengguna dapat memaksimalkannya untuk semakin nyaman menjalankan ibadah, maka keduanya dapat berjalan beriringan dengan penuh harmoni.

0 comments