NOW READING

Huawei P9 Lite: Smartphone Tangkas, Fitur Ringkas, Harga Pas

 2125
+
 2125

Huawei P9 Lite: Smartphone Tangkas, Fitur Ringkas, Harga Pas

by The Daily Oktagon
  • P9 Lite adalah versi ‘budget’ dari P9. Jika Huawei melego P9 mulai dari Rp 7 jutaan, P9 Lite hanya dipatok seharga Rp 3 jutaan saja.
  • Setelah menggunakan P9 Lite kurang lebih selama dua minggu lebih, kami bisa menilai bahwa performa P9 Lite berbeda dengan P9. Meski begitu, bukan berarti performa P9 Lite jauh di bawah ekspektasi.
  • P9 Lite boleh jadi alternatif bagi Anda yang ingin mencari smartphone tangkas dengan fitur ringkas yang dilego dengan harga pas untuk kelasnya.

Dari sekian banyak vendor teknologi asal Tiongkok, hanya beberapa yang mampu menyita perhatian dengan berbagai pilihan smartphone canggih dan spesifikasi menggiurkan; Huawei salah satunya.

Bukti nyatanya adalah P9, flagship smartphone yang dirilis pada paruh pertama tahun ini. Bahkan,smartphone ini disebut-sebut sebagai tonggak sejarah penting buat Huawei karena menghadirkan ponsel pintar dengan spesifikasi ‘kelas dewa’.

Ya, P9 lahir sebagai smartphone dengan desain yang terinspirasi arsitektur modern, berbalut material full metal, serta diperkuat prosesor mutakhir, Kirin 955. Maka itu, wajar saja kalau kemudian smartphone ini dielukan dan dipuji banyak orang.

Simak juga ulasan smartphone premium tahun ini

Untuk urusan kamera, perusahaan yang bermarkas di Shenzhen itu menunjukkan totalitas lewat langkah menggandeng vendor kamera asal Jerman, Leica; untuk menjadi ‘mandor’ penggarap lensa kamera ganda P9. Maka itu, jepretan dari lensa P9 tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Sayangnya, P9 belum resmi dipasarkan di Tanah Air. Alih-alih P9, Huawei justru memboyong ‘kembarannya’, yaitu P9 Lite yang sudah lebih dulu masuk Indonesia.

Nah, seperti apa performa P9 Lite? Apakah masih bisa memuaskan rasa penasaran orang yang kepincut dengan P9? Ikuti ulasan The Daily Oktagon berikut ini:

huawei p9 lite

Desain: Serupa Tapi Tak Sama

P9 Lite, seperti bisa ditebak dari namanya adalah versi ‘budget’ dari P9 yang dijual dari harga Rp 7 jutaan; sementara P9 Lite sendiri hanya dipatok seharga Rp 3 jutaan saja. Meski harganya beda jauh, satu hal yang menyamakan kedua smartphone ini adalah tampilan fisik.

Sekilas, perbedaan di antaranya tak terlalu tampak. Secara bobot dan ukuran, keduanya memiliki kesamaan, dengan layar 5,2 inci, dimensi 46,8 x 72,6 x 7,5 mm dan berat 147 gram.

Yang membuatnya agak berbeda dari sisi tampilan dan material adalah pada bodi. Huawei mengemas P9 dengan kerangka yang terbuat dari metal, sementara P9 Lite mengusung material plastic polycarbonate. Hal ini membuat pengalaman menggenggam P9 Lite sedikit berbeda ketimbang P9 yang menyalurkan sensasi kokoh dan solid; sementara saat menggenggam P9 Lite terasa agak licin karena material plastik.

Selebihnya, bisa dibilang sama; mulai dari keberadaan tombol power di sebelah kanan, serta tombolvolume yang muncul di atas tombol power. Dan persis seperti P9, letak fitur pemindai sidik jari juga tetap hadir di bagian belakang cover. Secara umum, tidak ada masalah terkait urusan tampilan. Semua masih terkemas apik dan manis.

Simak juga ulasan tentang iPhone 7 yang kini tahan air dan debu.

Performa Tangkas, Namun…

Setelah menggunakan P9 Lite kurang lebih selama dua pekan, kami menilai bahwa performa P9 Lite tidak sebaik P9. Meski demikian, kurangnya performa P9 Lite tidak meleset jauh dari ekspektasi kami. Jika mempertimbangkan embel-embel Lite, rasanya masuk akal saja kalau performanya memang di bawah P9.

Dari dapur pacunya saja sudah berbeda. P9 Lite ditopang dengan prosesor buatan Huawei sendiri, yaitu Kirin 650 quad-core 2.0GHz dan quad-core 1.7Ghz 64bit dengan RAM 3GB. Fiturnya ringkas, namun tetap ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

huawei p9 lite

Tidak akan ada masalah serius jika penggunaannya masih dalam kadar normal sehari-hari (sepertibrowsing, memainkan game ringan, mendengarkan musik streaming, atau menonton video.) Perpindahan aplikasi dalam aktivitas multitasking juga relatif smooth. Secara singkat, performa P9 Lite bisa dibilang tangkas.

Poin itu juga diperhalus antarmuka EMUI buatan Huawei yang cantik dan minimalis. Sekilas antarmukanya tampak seperti Vanilla Android, yaitu antarmuka bawaan Nexus yang digarap Google. Bedanya, padanan ikon dan detail lain seperti bar baterai dan sinyal menunjukkan kesan visual yang lebih baik dan memanjakan mata.

Beranjak ke performa baterai, P9 Lite diperkuat baterai berkapasitas 3.000mAh. Kapasitasnya terbilang normal untuk smartphone sekelas P9 Lite. Pemakaian bateri pada smartphone tersebut pun bisa kami nilai cukup hemat.

Dalam penggunaan sehari-hari seperti disebutkan di atas, P9 Lite bisa digunakan dalam waktu seharian penuh. Satu hal yang disayangkan adalah ketidakhadiran fitur fast charging. P9 Lite hadir dengan segudang spesifikasi yang cukup oke; akan lebih baik jika fitur tersebut hadir untuk mengoptimalkan penggunaan baterai. Karena konsekuensinya, pengisian baterai jadi memakan waktu agak lama.

huawei p9 lite

Sebagai pengganti absennya fitur fast charging, Huawei menyediakan opsi pengaturan penggunaan baterai bernama Battery Manager. Opsi yang merupakan bagian dari Power Manager ini memungkinkan pengguna dapat mengatur rencana penghematan baterai dengan waktu aktif smartphone.

Contohnya, modus Ultra Power, yang jika dimanfaatkan oleh pengguna, jadi bisa menggunakan P9 Lite lebih lama ketimbang tidak mengaktifkan fitur tersebut. Terbukti, kami pun merasakan performa baterai langsung berjalan sedikit lebih lama, lewat cara sengaja memainkan game berat seperti Mortal Kombat X dan Minecraft.

Baca juga ulasan tentang DJI Osmo Mobile, gimbal sempurna untuk smartphone Anda

Leica Absen, Tapi Kualitas Kamera Tetap Jempolan

Hal lain yang membedakan P9 Lite dengan P9 adalah soal absennya logo Leica pada lensa kamera. Ya, Anda juga tidak akan menemukan dual camera dari Leica di P9 Lite. Kamera pada versi ‘sederhana’-nya ini, kamera murni hasil garapan Huawei.

Tapi tunggu dulu, bukan berarti kualitas jepretan P9 tidak memuaskan tanpa Leica. Setelah kami jajal memotret berbagai objek menggunakan lensa bawaan P9 Lite, hasilnya cukup memuaskan.

huawei p9 lite

Walau tidak setajam atau solid seperti hasil jepretan P9, setidaknya kualitas foto yang bisa didapatkan dari kamera ini cukup bagus dan enak dilihat.

Sekadar informasi saja, kalau kamera utama P9 Lite memiliki resolusi 13MP dengan fitur autofocus, LED flash, geo-tagging dan HDR. Ketika memotret di luar ruangan—bahkan dengan modus macro, hasilnya mantap. Warna pekat dan tajam, dengan intensitas yang teratur. Soal kamera ini, jujur saja, P9 Lite melampau ekspektasi kami.

Kami juga mencoba mengambil foto di dalam ruangan dengan kondisi minim cahaya, hasilnya memang tidak mencengangkan, tapi setidaknya masih cukup terang dan mampu menampakkan detail-detail kecil yang cukup mencolok.

Sebagai pelengkap, fitur HDR-nya juga cukup mumpuni untuk pengambilan foto di malam hari. Tiap ornamen cahaya yang tertangkap lensa P9 Lite benar-benar terpancar apik.

huawei p9 lite

Kesimpulan kami, Huawei P9 Lite boleh jadi alternatif Anda yang ingin mencari smartphone tangkas dengan fitur ringkas yang dilego dengan harga yang pas sesuai kelasnya.

Fitur yang ditawarkannya memang tidak semewah P9, tapi cukup mengakomodasi kebutuhan dasar sehari-hari. Dan yang jelas, dari sisi harga, jika P9 dianggap terlalu mahal, maka P9 Lite potensial memuaskan keinginan Anda memiliki varian dari Huawei ini.

0 comments