NOW READING

Hidup Bahagia Ala Renitasari Adrian

 858
+
 858

Hidup Bahagia Ala Renitasari Adrian

by The Daily Oktagon
  • Menjalani hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan.
  • Meski sudah dipermudah oleh teknologi, namun hati dan jiwa juga harus tetap bahagia setiap saat.
  • Inilah prinsip hidup dari Renitasari Adrian, yang mampu menyelaraskan hati dan pekerjaan dengan tetap tersenyum setiap saat.

Menjalani hidup yang bahagia dengan karier cemerlang pasti menjadi dambaan setiap orang. Hal inilah yang sudah dicapai oleh Renitasari Adrian, seorang Program Director Bakti Budaya milik Djarum Foundation. Wanita berusia 43 tahun ini pun mampu mencapai kariernya saat ini hanya dengan satu kunci, yaitu bahagia. Misinya untuk mengenalkan budaya Indonesia telah dan sedang dilakoninya dengan membuat Galeri Indonesia Kaya. Melalui wawancara berikut, Renitasari mengungkapkan caranya untuk selalu berbahagia meski kesibukannya tidak pernah berkurang.

 

 

Apa profesi dan kesibukan Anda saat ini?

Saya adalah Program Director Bakti Budaya milik Djarum Foundation. Saat ini selain mengelola Galeri Indonesia Kaya, ada rapat yang harus dihadiri, juga memandu sebuah program televisi, yaitu Idenesia.

 

Apa tugas utama yang Anda lakukan terkait melestarikan budaya?

Saya menyusun strategi yang tepat untuk bagaimana kita bisa membantu Indonesia menjadi negara adidaya yang seutuhnya di bidang budaya karena kami melihat potensi para pekerja seni di Indonesia itu sangat luar biasa, besar sekali. Kami memilih seni pertunjukan karena bisa melibatkan banyak orang, bahkan lintas profesi.

Dalam seni pertunjukan juga kita bisa menyampaikan pesan, filosofi ataupun cerita rakyat yang positif kepada para penonton dan dikemas dengan cara menyenangkan. Selain itu, kita juga bisa membuka lapangan kerja karena dalam satu pertunjukan minimal ada 50 atau lebih orang yang terlibat di belakang panggung. Kemudian, misi utama lainnya adalah membuat masyarakat Indonesia lebih mencintai budaya Indonesia melalui seni pertunjukan tersebut.

 

Bagaimana cara Anda dan Djarum Foundation mendukung para seniman?

Kami mendukung para seniman melalui seni pertunjukan yang ditampilkan di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Fokus kami masih di Jakarta karena perputaran ekonomi sebesar 80% ada di Jakarta. Selain itu, kami juga melibatkan banyak seniman daerah, misalnya dari Jawa Tengah atau Jawa Barat untuk terlibat dalam setiap pertunjukan yang diselenggarakan.

 

Untuk Galeri Indonesia Kaya, sejak kapan diresmikan dan apa yang diberikan untuk warga yang datang?

Galeri Indonesia Kaya (GIK) ini diresmikan pada 2013. Tujuan dari galeri adalah kami ingin masyarakat Indonesia bisa menikmati tontonan budaya dengan cuma-cuma. Kami menggunakan sarana digital untuk GIK agar masyarakat khususnya generasi muda juga bisa tertarik mendatangi galeri. Para pekerja seni juga dapat menggunakan auditorium yang terdapat pada galeri untuk menunjukkan karya mereka.

Kami ingin supaya seni tidak mati begitu saja, dengan munculnya para seniman baru penonton akan disuguhkan dengan karya seni yang semakin banyak. Sudah seharusnya kami melakukan satu gerakan yang mampu menghasilkan banyak hal.

 

Dok. Pribadi

 

Kenali budaya Indonesia dengan mengunjungi lokasi di artikel berikut.

Anda telihat selalu bahagia meski memiliki kesibukan yang padat. Bagaimana cara Anda membagi waktu antara pekerjaan dengan bersenang-senang?

Kalau untuk saya, setiap hari itu harus bersenang-senang. Sejak baru membuka mata, saya memilih untuk menikmati hari dengan bahagia. Caranya sederhana, dengan bersyukur atas apa yang sudah dilewati selama satu hari tersebut. Dalam hal pekerjaan juga harus bahagia. Meskipun dengan beban yang cukup berat, yaitu bukan hanya untuk tempat bekerja tetapi juga untuk masyarakat luas. Saya juga menyukai pekerjaan ini. Jadi, saya harus selalu merasa senang dan bersyukur atas apa yang telah didapat sekarang.

 

Apa yang Anda lakukan untuk menikmati hidup?

Saya suka traveling. Kebetulan pekerjaan ini membuat saya harus berjalan-jalan. Saya juga berlaku sebagai co-host pada program Idenesia di Metro TV bersama dengan Mas Yovie Widiyanto. Setiap dua minggu sekali, kami harus syuting di lokasi yang terletak di berbagai wilayah Indonesia. Itu juga buat saya menjadi semacam refreshing juga ya.

Kami bisa bertemu langsung dengan para pengrajin juga budayawan dari daerah yang didatangi. Untuk saya, hal tersebut juga bisa dijadikan sebagai “makanan jiwa.” Saya bisa melihat betapa orang-orang di daerah sangat mensyukuri segala anugerah yang mereka miliki. Jadi, setelah kembali ke Jakarta saya pun semakin bersyukur atas apa yang telah didapat selama ini.

 

Di mana daerah favorit Anda di Indonesia?

Semua daerah di Indonesia itu menyenangkan. Namun, daerah yang paling berkesan itu di daerah Indonesia Timur karena belum seramai di kota besar lainnya. Alam di Indonesia Timur juga sangat indah. Lalu, kain-kain dari Indonesia Timur juga indah.

Sebenarnya semua daerah di wilayah Indonesia tidak ada yang tidak bagus. Kita pindah pulau saja, dari segi kuliner hingga bahasa berbeda-beda. Namun, terdapat satu karakter dari orang Indonesia, yaitu ramah dan mau membantu siapapun.

 

Apa gadget yang biasa dipakai untuk berkegiatan setiap hari?

Saya kemana-mana pasti bawa iPhone 7 Plus. Setiap orang pasti tidak bisa lepas dari smartphone karena kita dimudahkan dalam setiap hal. Dari hal pekerjaan, memeriksa email, merekam video, semua dilakukan hanya melalui satu alat. Selain itu, saya juga bawa kamera Fujifilm XA2 karena bisa langsung mentransfer foto di waktu yang sama. Kualitas dari hasil foto sangat bagus dan Instagram-able sehingga bisa langsung mengunggahnya di akun Instagram.

Baca juga: iOS 11: Menjadikan Perangkat Apple Lebih Personal

Apa yang ingin dicapai untuk pribadi Anda sendiri?

Doa saya setiap hari adalah meminta kesehatan karena kita bisa melakukan bermacam hal saat kondisi sedang sehat. Saya juga selalu berusaha untuk bahagia sehingga bisa menghadapi segala kesulitan yang akan datang nantinya. Dalam hidup ini, kita harus bisa selalu berjuang dalam segala hal. Kemudian, meminta umur panjang supaya bisa bermanfaat. Caranya dengan membagi pengetahuan yang saya tahu kepada tim saya dan orang banyak. Setelah tua nanti, apa yang saya lakukan ini bisa dilanjutkan oleh para generasi muda. Lalu, bisa menginspirasi banyak orang dari apa yang sudah saya lakukan.

 

Apa harapan untuk kebudayaan Indonesia?

Kita berharap apa yang sudah dilakukan Djarum Foundation bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Mudah-mudah gelombang kecil yang dihasilkan saat ini bisa menjadi gelombang besar nantinya. Budaya Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Banyak pihak yang bisa selalu mendukung dalam melestarikan Indonesia. Kita juga berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengapresiasi budaya Indonesia dengan mau menonton pertunjukan budaya. Para seniman hidupnya memang dari panggung sehingga penonton sangat penting sebagai bagian dalam pertunjukan itu sendiri. Diharapkan nanti bisa juga memunculkan seniman baru dan mampu memajukan perekonomian di bidang budaya.

 

 

Memilih untuk bahagia menjalani hidup adalah hal yang dilakukan Renitasari saat ini. Cara yang dilakoni dengan melestarikan budaya Indonesia menjadikannya lebih bersyukur atas apa yang dimilikinya. Sekarang, Anda juga perlu memilih hidup seperti apa yang ingin dijalani. Kebahagiaan pun bisa didapat yang terinspirasi dari cerita Renitasari. Hiduplah dengan sederhana dan nikmati segala yang ada dalam hidup Anda.

0 comments