NOW READING

Hendri Take, Instruktur Yoga yang Sedang Giat Bisnis Online

 4279
+
 4279

Hendri Take, Instruktur Yoga yang Sedang Giat Bisnis Online

by The Daily Oktagon

“Ketika melakukan gerakan yoga, kita harus bisa ‘mendengar sinyal-sinyal’ dari badan kita sendiri, sehingga dapat menghindari cidera”. tulah penjelasan Hendri Take, seorang instruktur yoga yang namanya sedang naik daun saat ini. Kemampuan untuk merasakan keterbatasan tubuh sendiri ini menurut Hendri patut diasah karena setiap individu mempunyai ketahanan dan kelenturan fisik berbeda.

Hendri mungkin lihai mendengarkan sinyal badan, namun ternyata ia kurang mampu menangkap sinyal dari Influence Asia 2015, sebuah acara penghargaan bagai influencer media sosial di Asia Tenggara. Di acara yang digelar akhir 2015 itu, Hendri masuk dalam nominasi influencer untuk kategori Health & Fitness. Pria 30 tahun ini mengaku tidak menyangka ketika kemudian dirinya keluar sebagai pemenang, mengalahkan para influencer lain dari Indonesia.

hendri_di_kelas Hendri dalam suatu kelas yoga

Sudah sekitar sembilan tahun Hendri berkenalan dan kemudian mendalami yoga, hingga kemudian menjadikan aktivitas kesehatan ini sebagai profesi. Berawal dari keisengannya mengikuti kelas yoga di sebuah pusat kebugaran karena jadwal kuliah yang longgar, ia kemudian merasakan efek kebugaran tubuh, hingga pengaruh terhadap pola makan dan tidur yang nyaman. Hendri lantas memutuskan untuk mendalami latihan fisik dan mental yang berasal dari India ini.

The Daily Oktagon pun berbincang dengan Hendri tentang kedekatan profesinya dengan gaya hidup digital saat ini. Rupanya, dia pun cukup concern terhadap dunia digital, termasuk memperoleh keuntungan lain. Penasaran? Yuk, simak cerita Hendri Take, guru yoga yang sedang giat bisnis online.

Apakah kemenangan Anda di Influence Asia merupakan kejutan?

Tentu. Ini kejutan buat saya karena pertama kalinya diundang dalam acara yang berangkat dari bidang media sosial. Ketika melihat para nominasi lain, saya menduga tidak akan terpilih. Makanya saya ke sana hanya untuk senang-senang. Bahkan, saya tidak menyiapkan materi speech, sehingga sempat tidak tahu harus berkata apa ketika berada di atas panggung.

Apa yang Anda amati selama disana?

Kalau tidak salah para influencer dari Indonesia merupakan rombongan terbesar dibandingkan negara lain. Dari sini saja saya melihat bahwa influencer di Tanah Air itu sudah sangat beragam. Mereka mungkin ada yang hanya berawal dari iseng, sampai yang akhirnya benar-benar berkontribusi di dunia media sosial. Saya sekitar setahun terakhir melihat dari awalnya yang relatif tidak terlalu serius untuk share berbagai pengetahuan yoga lewat media sosial, setelah ternyata reaksinya cukup baik, jadi memandang media sosial itu penting.

hendri1                                                         Hendri dalam acara Influence Asia 2015

Bagaimana pengaruh perkembangan Internet terhadap profesi Anda?

Sekarang, berbagai gerakan yoga sudah dengan mudah didapat dari Internet. Terkadang ada saja orang yang mengikuti kelas saya karena ingin mengikuti gerakan tertentu yang mereka dapat dari Internet. Walaupun saya memahami semangat mereka untuk melakukan gerakan itu, namun tetap harus melihat apakah tubuh kita memang sudah siap melakukan gerakan tersebut. Jika memang fisiknya sudah relatif siap, saya akan coba perlahan-lahan melatih orang tersebut.

Kalau dari sisi Anda sendiri?

Saya sendiri pun merasa terbantu dengan akses Internet yang memudahkan untuk memahami yoga lebih jauh. Untuk mencapai gerakan tertentu misalnya, bisa kita dapatkan langkah-langkahnya di Internet. Website tentang yoga favorit saya ada yogajournal.com dan yoganonymous.com. Di kedua website ini juga tidak hanya membahas gerakan yoga, namun gaya hidup yang mendukung, seperti makanan sehat yang sesuai. Karena hidup sehat tentu tidak semata diperoleh dari aktivitas fisik, namun juga faktor pendukung lain.

Baca juga, Antara Fotografi dan Dunia Digital Benny Lim

Pribadi-pribadi Instruktur yoga sekarang semakin banyak bermunculan, bagaimana Anda bisa tetap mempertahankan eksistensi?

Bagi saya yoga itu pembelajaran seumur hidup. Jadi harus selalu belajar, jangan pernah berhenti. Sampai sekarang saya terus belajar. Disamping latihan pribadi, saya juga sempatkan untuk ikut workshop atau pelatihan. Dan memang setiap orang mungkin penyerapan dan perkembangannya dalam mendalami yoga berbeda-beda. Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Bagi saya sendiri banyaknya guru yoga yang bermunculan bukan menjadi sebuah persaingan.

bersama_raisa_di_influence_asiaBersama penyanyi Raisa yang juga influencer di media sosial

Kontribusi Anda di media sosial tentu tidak lepas dari digital lifestyle. Nah, ngomong-ngomong, apa aplikasi yang terasa berguna saat ini?

Saya pakai aplikasi Waze. Dalam seminggu jadwal kelas yoga saya cukup padat, ada di Senayan City, Lotte Avenue, Grand Indonesia, hingga Oakwood Mega Kuningan yang seluruhnya di Jakarta. Belum lagi setiap pagi saya harus mengurus bisnis keluarga, sehingga Waze sangat penting sebagai panduan sehingga saya bisa lebih siap dalam perjalanan.

Aktivitas selain yoga?

Disamping mengurus bisnis keluarga, saya bersama partner sedang menjalankan bisnis online dengan menjual jamu yang dikemas secara modern. Persiapannya sendiri sudah dilakukan setahun terakhir, namun website-nya sendiri baru berjalan sekitar tiga bulan yang lalu. Saya sendiri sejak kecil sudah dilatih kelarga untuk rutin minum jamu, dan dewasa ini saya merasa semakin sulit menemukan penjual jamu, sehingga memutuskan untuk membuat dan menjualnya sendiri.

Lewat penjualan online yang sedang ramai saat ini juga saya harapkan anak muda sekarang tetap kenal dan mau meminum ramuan tradisional ini. Apalagi, sejalan dengan tren digital lifestyle.

Bagaimana animo dari bisnis online-nya?

Relatif baik, walau baru melayani Jakarta dan sekitarnya. Saya sendiri lebih mengurus produknya, seperti mencoba sedikit memodifikasi rasa jamu sehingga dapat lebih diterima oleh anak muda. Sementara partner saya lebih kepada urusan website dan teknis Internet-nya.

Pencinta dunia digital jangan ketinggalan artikel menarik ini, Media Sosial dan Digital Lifestyle Menurut Bapak Blogger Indonesia

0 comments