NOW READING

Hati-hati! Kecanduan Game Online Kini Dikategorikan Penyakit Sama dengan Narkoba

 1156
+
 1156

Hati-hati! Kecanduan Game Online Kini Dikategorikan Penyakit Sama dengan Narkoba

by The Daily Oktagon

Semakin mewabahnya permainan video game online dan offline, sudah diprediksikan akan menimbulkan efek negatif. Banyak pihak sudah melakukan berbagai penelitian terhadap bahaya akibat kecanduan bermain game. Dan kini kecanduan game sudah dikategorikan sebagai penyakit oleh World Health Organisation (WHO), badan internasional yang mengurusi masalah kesehatan.

WHO memasukan gangguan akibat kecanduan bermain game online dan offline sebagai penyakit baru ke bagian Gangguan Mental dan Adiktif dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD) baru. Ini untuk pertama kali memasukan kecanduan game ke dalam daftar penyakit baru.

Baca juga : 9 Tanda Kalau Kamu Memang Gamer Sejati

Kecanduan bermain game dinilai dan telah diakui sebagai gangguan kesehatan mental, dan dapat membuat kecanduan dengan cara yang sama seperti narkoba. “Setelah bediskusi dengan para ahli kesehatan di seluruh dunia, dan meneliti bukti secara lebih mendalam, kami memutuskan bahwa kondisi tersebut harus ditambahkan,” kata Director of the WHO, Department of Mental and Substance, Shekar Saxena kepada AFP.

Gangguan karena kecanduan bermain game online dan offline dikelompokkan sebagai jenis panyakit mirip dengan kecanduan narkoba, karena bisa menimnbulkan perilaku adiktif. Dilansir dari AFP, WHO memberi gambaran bahwa kecanduan game sebagai pola perilaku terus-menerus yang adiktif hingga aktivitas itu selalu didahulukan daripada kepentingan hidup lainnya.

game online

Sejak Januari 2018 WHO sudah bersiap untuk sempat mengungkapkan bawah kecanduan bermain game akan diakui sebagai kondisi patologis. Di mana gejala utamanya berupa gangguan kontrol, terutama ketidakmampuan untuk berhenti bermain serta berfokus hanya pada game dengan mengesampingkan yang lainnya.

Baca juga : Smartphone Game ‘Asus ROG’ Resmi Dirilis, Ini Kehebatannya!

“Terlalu banyak bermain membuat minat dan aktivitas lain diabaikan, termasuk tidur dan makan,” kata Shekar Saxena. Bahkan dalam kasus lainnya, ada pecandu game yang tidak dapat beranjak dari layar game, hingga membuatnya putus sekolah, kehilangan pekerjaan, dan terputus dari hubungan teman-teman serta keluarga. Yang lebih mengkhawatirkan, mereka yang banyak terjangkit ‘penyakit’ kecanduan game ini adalah para remaja.

Di sisi lain industri game terus menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Dilansir dari Channel NewsAsia, sepanjang tahun 2017 industri game sukses meraup keuntungan sebesar USD108 miliar (Rp1.500 triliun) di seluruh dunia. Sungguh keuntungan yang menggiurkan, namun juga menimbulkan efek negatif yang berbahaya.

0 comments