NOW READING

Haruskah Pengguna Jasa Transportasi Online Memberi Tip?

 239
+
 239

Haruskah Pengguna Jasa Transportasi Online Memberi Tip?

by The Daily Oktagon
  • Transportasi online sangat dekat dengan pemberian tip.
  • Pemberian tip kepada pemberi jasa transportasi sudah menjadi kebiasaan turun menurun.
  • Aplikasi transportasi online memfasilitasi pemberian tip kepada pengendaranya.

Peningkatan kebutuhan dan konsumsi transportasi online di Indonesia sangatlah pesat. Hal ini sudah mulai terlihat sejak pertama kali jasa tersebut dikenalkan kepada masyarakat. Mudah dan praktis menjadi alasan utama mengapa transportasi online seperti GO-JEK, Grab, dan Uber tumbuh subur di Indonesia.

Penggunaan teknologi untuk jasa transportasi online ternyata tidak meninggalkan kebiasaan khusus yang sudah dikenal di Indonesia. Para penyedia jasa tersebut ternyata sudah menyiapkan wahana bagi mereka yang ingin memberikan uang tip. Pemberian uang tip di Indonesia adalah sebagai rasa terima kasih karena sudah mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat.

 

Foto: Shutterstock.com

Kebiasaan Memberikan Tip di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang dekat dan lumrah dengan tip karena memberikan tip kepada orang yang sudah memberikan bantuan kepada kita merupakan kebiasaan yang sudah sering dilakukan. Dilansir dari Kompas.com, pemberian tip merupakan pengaruh dari Barat yang masuk ke Indonesia dan dilakukan secara terus menerus.

Pemberian tip dilakukan sebagai tanda apresiasi kepada pekerja yang sifatnya membantu pelanggannya seperti kurir, pelayan, dan supir. Tentunya pemberian tip ini akan disambut dengan baik oleh penerimanya. Hal ini terjadi karena uang hasil tip dianggap sebagai pemasukan tambahan di samping dari penghasilan yang mereka dapatkan.

Saat transportasi online masuk, kebiasaan memberikan tip kepada driver yang mengantarkan penumpang ke tujuan masih terus dilakukan. Selain itu metode untuk memberikan tip semakin dikembangkan karena kemajuan teknologi sehingga penumpang yang ingin memberikan tip tidak lagi kesulitan untuk menentukan jumlah tip yang akan diberikan.

Berawal dari komunitas berangkat ke bisnis yang menguntungkan, bagaimana caranya? Lihat di sini.

Foto: Shutterstock.com

Memberi Tip Secara Digital

Pemberian tip masih diperbolehkan oleh penyedia jasa transportasi online. Malah mereka memfasilitasi hal tersebut. Dengan hadirnya aplikasi yang bisa dilihat dari ponsel, sekarang pemberian tip bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang dapat dilakukan adalah tetap memberikan secara langsung ataupun melalui format yang ada di aplikasi transportasi online.

Penumpang dapat memberikan uang kepada pengendara secara langsung. Pemberian tip bisa berasal dari kembalian setelah menggunakan jasa mereka. Selain itu, penumpang dapat melebihkan pembayaran dari jumlah argo yang sudah ditetapkan. Pemberian tip dengan kedua cara ini merupakan hal yang paling sering dan lumrah dilakukan.

Bagi pengguna dompet virtual yang disediakan penyedia jasa, seperti Go-Pay dan Grab-Pay, pemberian tip dapat dilakukan melalui aplikasi. Opsi untuk memberikan tip muncul setelah perjalanan selesai. Contohnya dalam aplikasi Go-Jek, jumlah tip yang akan diberikan juga sudah tertera pada opsi pemberian tip. Besaran nominal yang tertera dimulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 tergantung jumlah saldo dari dompet virtual pengguna.

 

Foto: Shutterstock.com

Bagaimana dengan Pemberian Tip di Luar Negeri?

Berbeda dengan dalam negeri, pemberian tip di luar negeri memiliki cara yang beragam dan juga unik. Setiap negara memiliki sistem pemberian tipnya masing-masing. Hal ini terkadang bisa membuat turis yang pertama kali menggunakan transportasi tersebut menggelengkan kepalanya.

Hong Kong misalnya, pengendara taksi online dan konvensional di negara tersebut memiliki sistem pemberian tip yang bisa dibilang mengherankan. Driver dari penyedia jasa transportasi online akan membulatkan keatas argo yang seharusnya dibayar. Nominal yang dibulatkan pun mengikuti keinginan dari driver.

Hal yang tidak biasa dalam memberikan tip saat mengendarai transportasi online maupun taksi di kota London, Inggris. Pengendara akan meminta tip sebesar 10% dari jumlah argo yang dibayarkan. Tip ini merupakan biaya servis dari pengendara karena dirinya juga akan membantu mengangkat barang bawaan yang dibawa.

Cari tahu gadget yang tepat untuk berkendara di tautan ini.

Tip dengan berbagai macam aturannya di dunia ternyata dapat membuat kebiasaan di suatu daerah bahkan negara menanggapinya dengan berbeda-beda. Transportasi online ternyata sampai membuat versi digital untuk kebiasaan memberikan uang tambahan tersebut. Semoga pemberian tip ini akan membuat pelayanan semakin baik dan bisa sedikit membantu driver agar bekerja lebih maksimal.

0 comments