NOW READING

GoPro Hero4 Session, Kamera Aksi Mungil dengan Fitur Keren

 4824
+
 4824

GoPro Hero4 Session, Kamera Aksi Mungil dengan Fitur Keren

by The Daily Oktagon

Merek GoPro begitu populer di kalangan pencinta videographer olahraga ekstrim dan outdoor. Ini bisa jadi karena ia dihadirkan jauh sebelum adanya permintaan tinggi terhadap kamera aksi atau action camera. Secara estetika, ciri khas GoPro tetap sama, yakni mengusung tubuh kotak persegi. Dengan kemunculan Hero4 Session, GoPro tampaknya mencoba mengubah tradisi itu.

GoPro Hero4 Session pertama diperkenalkan pada awal Juli 2015. Kamera aksi ini adalah penjelmaan menyegarkan dari keluarga Hero4 yang desain dan ukurannya dirombak. Meskipun demikian, ini tetap dibekali kemampuan serta fitur yang membuat Hero4 digemari. Sang produsen mendeskripsikan Hero4 Session sebagai action cam GoPro terkecil, teringan, dan paling nyaman digunakan.

GoPro_Hero4_Session_Oktagon_04

Penampilannya menyimpan sejumlah fakta unik. Form factor Hero4 Session malah hampir menyerupai Polaroid Cube dengan bentuk kubus ketimbang produk GoPro tradisional. Ukurannya 50 persen lebih mungil dan 40 persen lebih enteng dari Hero4. Sisi perseginya berukuran 3,81 sentimeter, dengan bobot hanya 74 gram. Kombinasi penempatan frame mounting membuatnya tidak terlalu menonjol seperti para kerabatnya, dan bisa diposisikan di area sempit.

Rancangan yang minimalis membuatnya hanya dibekali dua tombol input. Anda juga harus sedikit berkompromi soal konektivitas. Port Micro-USB dan slot microSD yang kompatibel sampai 64 gigabita bisa ditemukan dengan membuka ‘pintu’ belakang. Namun, tidak ada output Micro-HDMI dan unit baterainya non removable alias tidak bisa dilepas. Di sisi lain, tubuh GoPro Hero4 sudah antiair tanpa perlu dimasukkan dalam casing khusus.

GoPro_Hero4_Session_Oktagon_03

Pengoperasian Session cukup simpel. Tekan tombol utama untuk mulai merekam, atau tahan selama tiga detik buat mengabadikan foto time-lapse. Sedangkan tombol di belakang berfungsi mengakses informasi data, sisa baterai, serta resolusi video. Lewat tombol yang sama, Wi-Fi dapat diaktifkan, sehingga bisa disambungkan ke gadget berbasis Android, iOS, ataupun Smart Remote GoPro.

Hasil video Hero4 Session terbilang memuaskan, apalagi di level 1080p 60fps. Detail-nya tajam dan warnanya cerah, namun para pengguna Hero4 veteran mungkin menyadari sedikit penurunan mutu. Rincian di obyek bertekstur halus dan kurang jelas serta bersih, atau merekam di kondisi gelap turut memicu banyak noise. GoPro memang telah membubuhkan mode Auto Low Light, tapi efeknya adalah penurunan frame rate.

GoPro_Hero4_Session_Oktagon_05

Demi memberikan keleluasaan bagi Anda, sang produsen tak lupa menyiapkan mode 1080p di 50, 30, dan 25fps, 1080p ‘SuperView’, dan 1440p di 30fps. Untuk foto still, Anda ditawarkan hasil sebesar 3264 x 2448 piksel lewat sensor 8 megapiksel.

Hero4 Session memanfaatkan sepasang microphone. Keduanya mampu beralih secara otomatis untuk meminimalkan bunyi tiupan angin dan memastikan kualitas suara terbaik. Mic tersebut juga antiair walaupun audio akan terdengar terbungkam ketika kamera ini kecemplung dalam air. Casing khusus action cam ini juga tersedia dan kompatibel dengan aksesori produk GoPro lainnya.

GoPro_Hero4_Session_Oktagon_06

Melalui penjelasan tersebut, GoPro Hero4 Session sebenarnya bukanlah penerus Hero 4 Silver atau Black. Ini merupakan perluasan, alternatif, serta eksperimen yang membawa GoPro ke zona baru sembari menyuguhkan fitur dan rancangan keren pada konsumen.

Lantas, berapa harganya? Hero4 Session dibanderol di rentang harga yang sama seperti Hero4 Silver, yaitu US$ 400 atau sekitar Rp 5,38 juta.

0 comments