NOW READING

Google Pixel, Flagship Android yang Sesungguhnya

 1947
+
 1947

Google Pixel, Flagship Android yang Sesungguhnya

by The Daily Oktagon

sumber foto utama: TechStage

  • Google telah menghentikan seri smartphone Nexus dan menggantinya dengan Pixel
  • Mengusung hardware tinggi, Pixel ditawarkan dengan harga fantastis di atas Rp 10 juta
  • Ada harga ada rupa, Google Pixel nyatanya mampu sajikan performa tertinggi di kelas smartphone, baik dari sisi kamera maupun komputasi

Setelah beberapa bulan absen, sang empunya Android akhirnya kembali merilis smartphone. Sempat eksis melalui jajaran smartphone berlabel Nexus (sudah discontinued), Google kini punya jagoan baru bernama Pixel. Sayangnya Pixel agak sedikit berbeda dari Nexus yang selalu hadir dengan software terbaru, spesifikasi tinggi, serta harga yang masih ramah kantong.

Satu perbedaan paling mencolok antara Nexus dan Pixel adalah harganya. Sejak awal rumor kehadirannya, kami sudah siap untuk memburu smartphone satu ini. Tapi saat dirilis, nyatanya Pixel dibanderol dengan harga yang “wow”. Di Indonesia, Google Pixel dijual rata-rata mulai Rp 11 jutaan untuk versi 32 GB. Dan inilah kesan awal The Daily Oktagon saat menjajalnya beberapa hari.

“iPhone-nya” Android

Langkah Google merilis Pixel sebenarnya cukup mengherankan. Google yang biasanya selalu memberi kesempatan bagi para mitranya, sebut saja Samsung, HTC, dan lainnya untuk ciptakan smartphone flagship, justru kini malah membuat smartphone flagship sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, Google sukses menciptakan dan menghadirkan Pixel sebagai salah satu smartphone Android paling ngebut dan responsif yang pernah kami coba. Bahkan responsivitasnya lebih baik dari OnePlus 3, Samsung Galaxy S7, HTC 10, Xiaomi Mi Note 2, atau LG V20.

Setelah mencobanya beberapa hari, akhirnya kami berani menyimpulkan kalau Google Pixel adalah lawan sepadan iPhone 7. Bahkan rasanya tak berlebihan kalau mengatakan Pixel adalah iPhone-nya Android. Build quality-nya sangat baik, software sangat optimal, performa kencang, dan kameranya di atas rata-rata.

Jika yang dicari smartphone dengan harga terjangkau, klik pilihannya di sini

Saking seriusnya memerhatikan sisi performa dan user experience, Google sampai mengesampingkan paket penjualan Pixel. Dalam boks penjualannya yang sederhana, kami tidak mendapati sesuatu yang spesial. Berbeda dengan smartphone China seperti OPPO, Lenovo, atau Vivo, Google tidak menyertakan casing maupun pelindung antigores bawaan. Untungnya Google masih berbaik hati menyertakan headset standar.

pixel2

pixel1

Android Murni yang Spesial

Kalau termasuk orang yang tak suka UI atau tampilan interface smartphone ramai, maka Google Pixel adalah pilihan yang tepat. Smartphone ini adalah yang pertama di dunia yang mengusung OS Android 7.1 Nougat.

Tanpa ada bloatware, UI ini terasa luar biasa cepat. Kami tidak pernah mengalami lag atau delay saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Tapi jangan mengira kalau UI ini tidak memiliki fitur tambahan. Karena pada menu setting terdapat fitur bernama Moves.

Fitur ini berguna untuk memudahkan penggunaan. Misalnya saja layarnya bisa menyala ketika kita mengangkat smartphone dari meja. Atau berganti kamera depan ke kamera belakang atau sebaliknya dengan menggoyangkan smartphone.

Untuk review smartphone istimewa dari Xiaomi, cek di sini

Dirancang untuk fotografi

Lagi-lagi kami teringat iPhone 7 ketika menjajal kamera Google Pixel. Pertama, software dan user interface kamera Google Pixel sangat sederhana. Tidak ada mode manual atau mode-mode lain. Hanya ada dua mode yang menarik: HDR+ dan Lens Blur.

Hal kedua yang bikin kami teringat iPhone 7 adalah kualitas kameranya. Bahkan dengan resolusi sama-sama 12 MP, kamera Google Pixel bisa mengalahkan ketajaman kamera iPhone 7. Belum lagi untuk memotret di kondisi cahaya minim, kameranya yang punya aperture f/2.0 itu bisa hasilkan gambar yang lebih terang. Kemampuan memotret malamnya sejauh ini hanya bisa disaingi oleh Samsung Galaxy S7.

pixel3

pixel4

Simak kiat memaksimalkan kamera smartphone di artikel ini

Kekaguman kami tak berhenti sampai di situ saja. Smartphone yang punya layar AMOLED 5 inci Full HD ini ternyata juga sangat andal untuk merekam video. Bahkan meski tak punya OIS, kameranya bisa hasilkan video sangat mulus dan minim guncangan. Ya, pada Google Pixel fitur OIS digantikan oleh EIS dengan memanfaatkan sensor gyro. Dan hasilnya luar biasa memuaskan.

Dengan harga yang tinggi, pastinya tetap akan timbul pro dan kontra akan produk ini. Namun layaknya iPhone yang juga sebagian orang menyebutnya sebagai smartphone yang overrated, rasanya Google Pixel tetap akan menjadi buruan banyak orang, mungkin termasuk Anda sendiri.

 

0 comments